Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com  

Go Back   Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com > RUANG DEPAN > Kritik, Saran dan Pertanyaan
Register Forgot Password

Reply
 
Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 03-02-2011, 09:53 AM
Shinichi's Avatar
Shinichi Shinichi is offline
Panglima
Join Date: Aug 2007
Location: London, Tokyo, Daneldram
Posts: 2,166
Send a message via Yahoo to Shinichi
Exclamation Perbedaan Jumlah Kata di Kemudian.com dan Aplikasi Ms. Word

Copas dari sini



Karena 100 Kata : Perbedaan Jumlah Kata antara Kemudian.com dan Aplikasi Ms. Word



Oke, langsung saja pada inti permasalahannya: kenapa jumlah kata pada suatu posting kemudian.com berbeda dengan word count pada Ms. Word? Di Ms. Word misalnya, sebuah cerita berjumlah 100 kata, tetapi begitu dipostingkan ke kemudian, jumlahnya menjadi lebih dari 100 kata. Misalnya, menjadi 107 kata. Hayoo… ada yang bisa jawab? Hehehe.



Jadi, saya coba jelasin sedikit saja sesuai dengan kemampuan saya. Tapi kita sebut saja ini sebagai perbedaan perhitungan jumlah kata pada situs kemudian.com dan aplikasi Ms. Word. Setuju? Pada hal apa saja keduanya menghitung dengan cara yang berbeda? Kita lihat, deh!


KATA ULANG
Yap! Keduanya punya cara pandang yang berbeda menyoal kata ulang. Kata ulang itu yang mana, siy? Oke. Ada banyak penjelasannya, tapi saya kasih tahu yang sederhana saja. Defenisi kata ulang itu didasarkan bentuk dan fungsinya. Salah satu fungsi kata ulang adalah kata yang dijamakkan. Artinya, dari yang berarti satu (tunggal) dibuat menjadi berarti lebih dari satu (jamak). Seperti misalnya pohon (tunggal) menjadi pohon-pohon (jamak). Pengulangan utuh (reduplikasi) ini ada juga jenis-jenisnya. Silahkan diubek-ubek, tuh www.google.com.


Nah, biasanya kata ulang dibentuk dengan meletakkan tanda hubung (-) di antara kata tersebut. Contoh:

pohon-pohon
rumput-rumput


Kata ulang adalah satu kesatuan kata. Makanya ia dihitung satu kata saja, setahu saya, sih (jangan ditampar). Dan Ms. Word menghitungnya sebagai satu kata, meskipun kemudian.com tidak sependapat.


Kemudian.com akan menghitungnya sebagai dua kata, sekalipun kita memisahkannya dengan spasi. Jadi, jika akhir-akhir ini muncul pertanyaan—seiring cerita 100 kata yang katanya lagi booming—kenapa jumlah kata sebelum dan sesudah posting berbeda. Salah satunya jawabannya adalah: kata ulang.


Dan, jika teman-teman bertanya bagaimana menyiasatinya, cukup hilangkan saja kata ulangnya. Itu yang ekstrim. Ahak hak hak. Ada cara lain. Kalau dalam bahasa Inggris, bentuk jamak hanya mendapat tambahan huruf -s atau -es di belakang kata tersebut, dan dalam bahasa Indonesia juga ada, meski sedikit berbeda. Misal:


pohon-pohon menjadi pepohonan
rumput-rumput menjadi rerumputan
laki-laki menjadi lelaki (yang ini bukan kata ulang)



omong-omong, kupu-kupu, alang-alang, awang-awang, saya pikir juga bukan-merupakan kata ulang. Kenapa? Ya, karena kata tersebut tidak berfungsi sebagaimana fungsi kata ulang. Apa saja fungsi kata ulang yang lain? Ah, salah satunya adalah membentuk kata jamak yang tak tentu. Lainnya: intensitas, agak (menyerupai), berjenis-jenis, saling, dan satu lagi saya agak-agak lupa. Kolektif, mungkin.

Jadi, begitulah salah satu cara menyiasati perbedaan perhitungan jumlah kata pada situs kemudian.com dan aplikasi Ms. Word, untuk keperluan mengoptimalkan penggunaan kata pada cerita 100 kata. Cara yang lain, silahkan Oke, selanjutnya!


TANDA PISAH (—)
Langsung saja contohnya:



Member kemudian—aku yakin sekali—selalu mengutamakan kesopanan dalam berkomentar.
Pada contoh di atas terdapat dua tanda pisah yang memisahkan kalimat sisipan "aku yakin sekali" pada bangun kalimat "member kemudian selalu mengutamakan kesopanan dalam berkomentar.
Aplikasi Word bilang, kalimat tersebut berjumlah 10 kata, dengan rincian sbb:


1. member
2. kemudian
3. aku
4. yakin
5. sekali
6. selalu
7. mengutamakan
8. kesopanan
9. dalam
10. berkomentar



Tetapi, kemudian.com tidak sependapat dengan hal itu. Lalu bagaimana ia menghitungnya? Ternyata Kemudian.com menghitungnya sebagai 8 kata saja, dengan rincian:


1. member
2. kemudian—aku
3. yakin
4. sekali—selalu
5. mengutamakan
6. kesopanan
7. dalam
8. berkomentar



Apakah bisa dimengerti? Nah, kalau yang begini, seharusnya membuat jumlah kata yang diposting pada kemudian.com menjadi lebih sedikit ketimbang yang dihitung aplikasi Ms. Word, bukan?


TANDA PETIK (“”)

Tanda ini, sering kita gunakan pada kalimat langsung (dialog tokoh) pada cerita. Ada perbedaan cara menghitung juga antara aplikasi Ms. Word dan situs kemudian.com. Kita lanjut deh!
Contoh:


“Aku tak mau lagi,” ucapnya.

Kalimat di atas terhitung berjumlah 5 kata jika Ms. Word yang bilang. Tetapi kemudian.com menghitungnya sebagai 6 kata. Bagaimana bisa? Ahak hak hak. Saya mencobanya (tes posting) dan hasil yang saya dapatkan adalah:


Kemudian.com menghitung tanda petik (“”) sebagai 1 (satu) kata, baik itu petik (kutip) pembuka saja atau penutupnya saja.
Jadi, teman-teman tak perlu heran lagi dengan jumlah kata yang berbeda di kemudian.com dengan tulisan aslinya pada Ms. Word atau blog lain, misalnya. Gimana?


NB.


Beberapa dari kita seringkali menulis, kuyakin menjadi ku yakin. kuyakindihitung satu kata, sedangkan kuyakin dihitung sebagai dua kata (karena terpisahkan oleh spasi). Jadi, sama halnya pada –di sebagai preposisi dan –di sebagai awalan pada kata kerja pasif. Di rumahdihitung dua kata, sedangkan dipukul tentu dihitung sebagai satu kata. Baik aplikasi Ms. Word maupun kemudian.com akan menghitungnya dengan aturan seperti itu.

Kira-kira, saya melewatkan apa?


Semoga tulisan ini bisa membantu teman-teman untuk memahami perbedaan menghitung kata pada situs kemudian.com dengan aplikasi mengetik semisal Ms. Word. Tulisan ini bisa diperbaharui jika ada saran-saran dari teman-teman lain yang juga melakukan riset sederhana mengenai permasalahan ini. Atas waktu dan kesempatannya, saya sampaikan terima kasih. Mohon dikoreksi semisal ada kesalahan. Terima kasih.




Moderator
__________________
Shinichi bersabda,
marilah kita membaca, menulis dan mengapresiasi di situs kemudian.com,
lalu
Jadilah pembaca yang budiman, penulis yang tekun dan pengkritik yang santun. Peristiwa 1:1


Last edited by Shinichi; 03-02-2011 at 09:56 AM.
Reply With Quote
  #2  
Old 06-02-2016, 04:45 PM
nia agustin nia agustin is offline
Anak Muda
Join Date: Nov 2015
Posts: 92
Default

oohhh begitu yah gan baru tauh saya ,,sekarang jadi lebih mengerti .makasih gan untuk informasinya






Cara Mengatasi Stress Metode hipnoterpi bersama hipnoterapijakartabekasi.com
Reply With Quote
Reply

Tags
100 kata, info, jumlah kata, perbedaan

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 09:45 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.1
Copyright ©2000 - 2020, Jelsoft Enterprises Ltd.