Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com  

Go Back   Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com > RUANG SANTAI > Ngobrol Santai
Register Forgot Password

Reply
 
Thread Tools Display Modes
  #291  
Old 06-27-2012, 01:55 PM
panglimaub's Avatar
panglimaub panglimaub is offline
Anak Muda
Join Date: Jul 2011
Posts: 51
Talking Dapat Kunjungan

Nandi masih tidur-tiduran sambil memutar satu demi satu video rekaman para peserta. Kepala Maid sudah memberinya setelan kaos sweater warna putih untuk menggantikan T-shirtnya yang sudah koyak.

Maksud hati ingin rasanya dia bangkit dari dipan itu dan kembali ke dalam kafe, namun rasa nyeri di punggung dan perutnya menghalangi niatnya. Pada akhirnya ia hanya bisa tiduran saja.

"Sepi di sini," gumamnya, "Di kafe kok ribut sekali. Ada apa ya?"

"Bukan sesuatu yang perlu kau urus kecuali ...," sahut Kanistara dalam batin Nandi.

"Apa?" tanya Nandi.

"Hei, ada yang masuk kemari!"

Nandi menoleh ke kanan, dilihatnya Redina dan Yunus memasuki kamarnya. Di tangan Yunus ada segelas minuman, entah minuman apa.

"Hei, sudah sehatkah dirimu?" tanya Redina.

"Lebih baik, bagaimana hasil dari babak penyisihan kalian?"

"Tidak buruk," jawab mereka berdua bersamaan.

"Ada apa kalian kemari?"

"Yah... pertama kali kau kembali kemari ... kondisimu lebih parah daripada Hoshina. Sempat kami berpikir kamu bakal mati, tapi ternyata kekhawatiran kami terlalu berlebihan," ujar Yunus, "Ngomong-ngomong aku bawakan kamu ini."

Yunus menyerahkan segelas minuman yang sedari tadi dia bawa-bawa.

"Bandrek ya?" Nandi tersenyum, "Terima kasih."

"Nandi... ada makhluk langit berbuat onar di dalam kafe!" seru Kanistara.

P.S : yang bisa dengar suara Kanistara hanya Nandi, para Contra Mundi, dan makhluk-makhluk langit.
Reply With Quote
  #292  
Old 06-27-2012, 02:30 PM
Gitta-chan Gitta-chan is offline
Anak Muda
Join Date: Sep 2011
Posts: 65
Default Karin bingung~!

Karin tak terlalu tahu apa yang terjadi, ada apa dengannya, dengan siapa ia mengobrol, dan sedang di mana ia berdiri. Ia pusing sekali, rasanya ia mengalami banyak kejadian, mengulangi kejadian, dan meninggalkan kejadian. Dan di tengah kepusingannya, ia akhirnya berlari tak tentu arah, sampai terdiam di depan sebuah portal.

Babak penyisihan! serunya dalam hati. Ia lupa sekali, seharusnya ia sudah masuk daritadi dan bertarung. Ia melihat sekeliling, banyak orang yang luka habis bertarung.

Sial, aku terlambat!

Namun, ada dua pilihan dalam hatinya:
(1.) Masuk ke portal, ikut babak penyisihan
(2.) Jangan masuk ke portal dan tenangkan diri dulu

Karin terlalu bingung, jadi dia diam dulu di depan portal sebelum memutuskan. Ini babak penyisihan! Kau harus ikut, Bodoh! serunya dalam hati. Ia menjitak kepalanya sekali, kemudian melompat ke dalam portal.

http://www.kemudian.com/node/264730
____________________________
'Kebingungan' ini saya buat karena saya bingung Karin lagi sama siapa dan lagi ngapain

Last edited by Gitta-chan; 06-27-2012 at 06:21 PM.
Reply With Quote
  #293  
Old 06-27-2012, 07:02 PM
Grande_Samael Grande_Samael is offline
Anak Muda
Join Date: Apr 2012
Posts: 115
Default Minyak Gosok

Tubrukan Ezequiel benar-benar dahsyat, seperti durian runtuh di siang bolong. Mliit sampai jatuh terguling-guling sementara Ezequiel sekarat tertimpa kursi.

"Aduh... Kau..." geram Mliit penuh kekesalan, mencoba bangkit.

"Maaf..." Ezequiel juga menggeram, mencoba bangkit.

Namun keduanya kesulitan.

"Aaaa... Perutku jadi keram..." Mliit ambruk lagi sambil memegangi perutnya.

"Aduh, pinggangku encok..." kata Ezequiel lirih seraya memegangi pinggangnya.

"Kurang ajar..." gerutu Mliit sambil mulai beringsut-ingsut mendekati Ezequiel, sementara satu tangannya tetap memegangi perut. Aura panas mulai memancar dari tubuhnya, meningkatkan suhu ruangan kafe. Ingin sekali ia melemparkan bola apinya, tetapi kekuatan belum terkumpul cukup banyak.

"Jangan... Dekat... Dekat..." gerutu Ezequiel sambil beringsut menjauh karena encoknya terasa sakit sekali, lagipula ia juga sudah kehabisan peluru akibat pertarungan babak penyisihan "Tikus, bagaimana kalau kita berdamai dulu?"

Mendengar tawaran Ezequiel, Mliit tampak berpikir. Walau sebenarnya ia juga merasa tidak akan sanggup berbuat apapun dalam keadaan yang seperti sekarang. Maka...

"Baiklah, sebaiknya kita berdamai dahulu!" ujar Mliit.

Dengan susah payah kedua makhluk itu memanggil pelayan. Setelah itu, dengan tertatih-tatih mereka dibawah ke ruang pengobatan oleh pelayan Sakaki Ko yang berpakaian ala bajak laut.

Di sana rupanya sudah ada peserta lain yang bernama Nandi, Yunus, dan Redina.

Mliit dan Ezequiel pun direbahkan satu persatu di dipan. Setelah itu sang perawat mulai merapal mantra kepada Mliit. Lambat laun, rasa sakitnya menghilang.

"Baiklah, semua sudah beres," kata perawat bajak laut itu kemudian kali ini menghadap Ezequiel "Sekarang giliranmu!"

"Neng!" tiba-tiba Ezequiel menyahut.

"Ada apa?" jawab perawat itu penuh perhatian.

"Apa aku akan diobati dengan cara seperti itu juga?"

"Iya, kenapa?"

"Aku minta dipijat saja neng, pakai minyak gosok".

Last edited by Grande_Samael; 06-27-2012 at 07:06 PM.
Reply With Quote
  #294  
Old 06-27-2012, 08:04 PM
Gitta-chan Gitta-chan is offline
Anak Muda
Join Date: Sep 2011
Posts: 65
Default Karin balik lagi~!

http://www.kemudian.com/node/264730

Karin memekik dan berteriak, kemudian terdengar bunyi bedebam, dan ia terlempar ke depan, kembali ke kafe.

"Aw... aw... sial... sakit banget..."

Karin berusaha bangkit dari posisi jatuhnya yang sangat menyakitkan; tengkurap. Ia terduduk, kemudian mengelus-elus dagunya yang terkena lantai kafe yang dingin.


Karin kemudian berdiri. Ia sudah kembali lagi ke kafe, tanpa luka sama sekali (kecuali dagunya yang masih berdenyut-denyut). Karin tersenyum, kemudian menguap.

"Huuaaah, aku mengantuk sekali." katanya sambil memejamkan mata, dan berjalan ke arah sebuah sofa yang entah berpenghuni atau tidak. Ia menyandarkan kepalanya, dan tertidur dengan pulas.
Reply With Quote
  #295  
Old 06-27-2012, 11:07 PM
penuliswarawiri penuliswarawiri is offline
Anak Muda
Join Date: Apr 2010
Posts: 109
Default

Lena muncul di dalam kafe dari balik portal. Masih memanggul Yasi, ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling kafe. Pandangannya terhenti pada Allan dan seseorang di sebelahnya. Sambil melebarkan senyumnya, Lena melangkah ke sana. Yasi dengan ringan ia lemparkan ke atas dan menghilang begitu saja. Dengan langkah ringan, ia menuju tempat duduk di samping Allan yang kosong dan duduk di sana.

"Hei Pemilik Gagak, sedang bersantai? Siapa temanmu itu?"

Lena beralih ke pelayan dan memesan, "Air putih!"
Reply With Quote
  #296  
Old 06-27-2012, 11:39 PM
Ann Raruine's Avatar
Ann Raruine Ann Raruine is offline
Anak Muda
Join Date: Mar 2010
Location: somewhere in the dark
Posts: 89
Default Kafe sedikit hangat (dan dingin) ~

Seorang pemburu manapun tidak mau disamakan dengan buruannya. Misalnya pemburu babi, manamau ia dikatai babi? Demikianlah perasaan Allan saat ini. Di Kota Pinus ia sering mengusir iblis yang mengganggu dan kini ia disebut iblis oleh remaja beringas yang ada di depannya. Tapi, pikirannya langsung berubah begitu mendengar kata 'wanita itu'.

"Eh... wanita itu?" kata Allan dengan terkejut.

"Ya, wanita itu." Sekilas Rune ingat kata-kata Emily, "mewaspadai dan menghabisinya."

"Hmp," Allan tersenyum dan memjamkan matanya, sementara Rune memamerkan gigi-gigi putihnya. Kemudian Allan membalikkan badan dan berjalan meninggalkan Rune.

Tapi ia berkata, "Kau tak usah ikut campur, seharusnya wanita itu saja yang menghampiriku. Aku pun rela berpura-pura menjadi iblis yang paling jahat. Aku ingin tahu, seberapa bisa nona pembenci iblis itu melukaiku. Aku akan sangat menikmatinya"

Seketika itu, ia merasakan panas dari belakang dan sebuah lidah api hampir menjilat pipi kirinya. Allan menoleh ke arah Rune yang berapi-api secara fisik..

"Heh, pria mesum! Tak akan kubiarkan kau macam-macam!!"

Rune langsung melayangkan tinju apinya sekali lagi dan Allan langsung menghindarinya seraya melompat ke sofa cafe yang kosong. Api yang gagal mengenainya membakar salah satu sofa cafe.

Allan menatap rendah Rune, "Anak yang nakal sebaiknya tidak usah diadakan upacara pemakaman," katanya lalu tersenyum, "dikubur hidup-hidup saja."

Tentu Allan tidak benar-benar bermaksud begitu, itu hanya ejekan. Yang diejek semakin terbakar.

"Huh, kau akan ku kremasi lebih dulu!" seru Rune yang tiba-tiba melancarkan serangan api bertubi-tubi. Allan melompat dari sofa ke sofa untuk menghindari apinya, baju dan rambutnya sempat terbakar namun ia berhasil memadamkannya.

Allan asal melompat ke tempat yang dia pikir aman dan Rune asal melancarkan serangan apinya, asal mengenai Allan . Alhasil kafe itu segera dihiasi bara api merah, sofa tempat Karin tidur juga ada api kecil yang pasti tak lama lagi akan menjalar ke tubuh gadis itu, beberapa sofa malah sudah hangus. Meja bar dan koridor motel juga terbakar, para pelayan mulai panik. Air pemadam api otomatis mengalir, dan seketika kafe menjadi seperti sedang hujan.

"Coba lihat kafe ini," kata Allan pada Rune. "Sekarang siapa yang iblis?"

___________________

(maaf Kazzak kalo OOC, pengen bakar2 nih hahaha)
Reply With Quote
  #297  
Old 06-28-2012, 12:55 AM
Ann Raruine's Avatar
Ann Raruine Ann Raruine is offline
Anak Muda
Join Date: Mar 2010
Location: somewhere in the dark
Posts: 89
Default Romens (?) di tengah apiii ~~ *plak

"Hei Pemilik Gagak, sedang bersantai? Siapa temanmu itu?"

Allan kaget mendengar suara itu, suara lembut yang lama tak di dengarnya. Kemudian ia menoleh dan menemukan sosok perempuan cantik yang memesan air putih. Tanpa ragu digenggamnya tangan wanita itu dan membawanya pergi dari tempat itu.

"HEI PRIA MESUM!! Mau kemana kau dengan wanita itu?? Mau berbuat mesum huh?!" Rune berteriak lagi seraya melancarkan lidah apinya. Allan tak mengindahkan ejekan itu dan terus membawa Lena pergi.

"Tu, tunggu! Kita mau kemana?" tanya Lena setengah bingung.

"Lari, uhh.. setidaknya pergi dari remaja gila itu, " kata Allan terburu-buru. "Anak itu mengincar orang-orang beraura iblis dan aku cemas kau menjadi salah satu di antaranya!"

Allan terus menggandeng tangan Lena dan pergi ke sudut kafe yang belum terbakar sementara Rune masih terus mengejarnya.
__________________

Ann is here and her freaking gallery.
Reply With Quote
  #298  
Old 06-28-2012, 02:14 AM
Grande_Samael Grande_Samael is offline
Anak Muda
Join Date: Apr 2012
Posts: 115
Default Di dalam Ruag Pengobatan

Perawat berpakaian bajak laut itu terkejut mendengar permintaan Ezequiel.

"Salam," tiba-tiba Yunus menyahut sambil mensedekapkan kedua telapak tangannya "Tapi jika ingin dipijat, biar saya saja. Kebetulan perpaduan antara teknik silat dan pijat saya cukup ampuh untuk menyembuhkan encok".

"Heh, aku tidak minta dipijat oleh laki-laki sepertimu!" tolak Ezequiel ketus.

"Jadi kau maunya cuma dengan manusia perempuan?" timpal Mliit "Masuk akal, hahahahahaha".

Wajah sang perawat berpakaian bajak laut jadi memerah, kemudian dengan sedikit salah tingkah ia menepuk pinggang Ezequiel "Jangan macam-macam ya!"

"ADAW!!!" jerit Ezequiel kesakitan.

"Hahaha, aduh kasihan sekali si abang," kata Redina pada dirinya sendiri.

Nandi, ada aura makhluk langit...

Komentar Kanistara?

Lantas sang perawat segera menyembuhkan encok Ezequiel dengan teknik sihirnya.

"Apa itu semua luka akibat babak penyisihan?" tiba-tiba Redina bertanya setelah sang perawat pergi meninggalkan ruang pengobatan.

"Tidak," kata Ezequiel "Sebenarnya luka akibat babak penyisihannya tidak seberapa..."

"Tetapi manusia bodoh menabrakku dari langit, mungkin ia kira dirinya durian matang," lanjut Mliit mengusik ketenangan Ezequiel.

"Kau mau cari gara-gara lagi ya?!!" bentak Ezequiel.

"Siapa takut!"

"Sudah-sudah, jangan berkelahi," ucap Yunus kalem.

"Hati-hati bang, nanti encoknya kambuh lagi," timpal Redina.

Nandi, ada aura makhluk langit...

Komentar Kanistara?

"Berhubung luka kita sudah sembuh, bagaimana kalau kita lanjutkan urusan di luar sana," tantang Ezequiel dengan penuh kehormatan, sambil memegang gagang revolvernya. Barulah ia sadar bahwa ia kehabisan peluru. "Tu, tunggu dulu!"

"Gerakan baru, HEAVY ROTATION!" pekik Mliit sambil menerjang Ezequiel dari dipannya ke arah Ezequiel dengan gerakan tendangan memutar.

"Hup!" Ezequiel menunduk rendah untuk menghindari serangan Mliit, sehingga Mliit melaju terus.

Nandi, ada aura makhluk langit!

"Baiklah, ayo kita keluar!" sahut Nandi, tetapi...

"AWASSS!!!" Mliit, Yunus, dan Redina berteriak bersamaan ketika tendangan memutar Mliit justru sukses menghantam Nandi.

DUAK

Nandi pun kembali lemah tak berdaya...


================================================== ====================

Maaf klo OOC dan garing...
Reply With Quote
  #299  
Old 06-28-2012, 02:27 AM
penuliswarawiri penuliswarawiri is offline
Anak Muda
Join Date: Apr 2010
Posts: 109
Default

Gelas berisi air putih itu masih dipegang oleh si pelayan dan belum sempat diambil oleh Lena saat tangannya ditarik.

"Tu, tunggu! Kita mau kemana?" tanya Lena setengah bingung.

"Hei... Hei... Minumanku???"

Dan Lena pun ikut berlari ditarik Allan

"Lari, uhh.. setidaknya pergi dari remaja gila itu, " kata Allan terburu-buru. "Anak itu mengincar orang-orang beraura iblis dan aku cemas kau menjadi salah satu di antaranya!"

"Memangnya siapa yang kau maksud beraura iblis?"

Saat itulah Lena menyadari tangannya yang dingin berada dalam genggaman Allan. Genggaman yang mampu memanaskan pipinya yang dingin...

Last edited by penuliswarawiri; 06-28-2012 at 02:31 AM.
Reply With Quote
  #300  
Old 06-28-2012, 03:37 AM
Ann Raruine's Avatar
Ann Raruine Ann Raruine is offline
Anak Muda
Join Date: Mar 2010
Location: somewhere in the dark
Posts: 89
Default

"Entahlah, sudah kubilang dia gila!" Allan memutar matanya. Ia membawa Lena ke koridor motel yang belum begitu terjilat api, dan masuk ke kamar. Tak lupa ia melepas atribut kamar yang menunjukkan dirinya dan menutup pintu. Di dalam sudah ada Emed dan Hood yang menunggu saudaranya kembali, namun mereka kecewa nyatanya yang dibawa Allan bukanlah seekor gagak.

"Dia bilang ada wanita yang menyuruhnya mewaspadai orang bernuansa iblis, dan entah-kenapa dia menyebutku begitu. Hmp, orang-orang sepertiku," Allan kembali memutar matanya, kemudian ia menenangkan diri dan menaruh biolanya di meja. "Yah, dulu aku pernah berurusan dengan iblis, tapi itu tak menjadikanku salah satu dari mereka kan."

Allan tertawa dan melanjutkan kata-katanya, "Aku cemas seorang wanita cantik yang minum darah dan dapat menghancurkan benda hanya dengan menatapnya dicap sebagai iblis juga."

Kemudian ia mengambil sebotol air minum yang entah sudah ada di kamarnya dan menawarkannya pada Lena, "Minum? Oh ya, siapa lawan-lawan pertamamu? Kuharap kau tak bertemu remaja sinting itu."
Reply With Quote
Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 11:29 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.1
Copyright ©2000 - 2020, Jelsoft Enterprises Ltd.