|
#1
|
|
|
Member
Join Date: May 2008
Location: jogja
Posts: 76
|
Jika Anda mengatakan dalam bab pertama bahwa ada sebuah senapan yang tergantung di dinding, di bab kedua atau ketiga itu benar-benar harus diturunkan. Jika tidak akan, itu tidak boleh tergantung di sana."
—Anton Chekhov (From S. Shchukin, Memoirs. 1911.) AKu mau share mengenai salah satu teknik menulis yang kutemukan. Namanya adalah pistol Chekov. Kadang teknik ini disamakan dengan apa yang dinamakan Foreshadowing. Tapi lebih tepatnya untuk tidak meletakkan elemen yang tidak penting dalam cerita. Salah satu contohnya adalah suatu benda pusaka yang sangat penting yang pentingnya benda itu baru diungkap saat akhir kisah. Contoh lain jika dalam cerita disebutkan bahwa iblis besar punya sepuluh jurus (biasanya) kesepuluh jurus itu akan dimunculkan. Atau jika ada legenda mengenai gua misterius, biasanya gua itu dimunculkan. untuk sumbernya bisa di baca di sini. http://en.wikipedia.org/wiki/Chekhov%27s_gun http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/ChekhovsGun Mohon tanggapannya.. |
|
#2
|
|
|
Senior Member
Join Date: Jul 2008
Location: sementara di Bintaro
Posts: 693
|
menarik...jika dihubungkan dengan cerpen dadun yang jadi pembahasan bulan ini, berarti cerpennya sangat tidak sesuai dengan konsep ini, karena banyak hal tidak terjelaskan dalam cerpennya.
Atau ini hanya untuk novel???
__________________
www.ndokasin.co.cc |
|
#3
|
|
|
Senior Member
Join Date: Nov 2007
Location: Bandung
Posts: 358
|
Ini adalah aturan klasik. Tapi terus terang, saya kurang setuju dgn teknik ini. Bagi saya, kadang ada hal yg hanya perlu disebutkan, tanpa perlu dimunculkan. Bukannya jadi tidak berguna, tapi gunanya adalah menimbulkan efek psikologis tertentu pada pembaca. Senang membuat pembaca gelisah dan bertanya-tanya.
__________________
Ikuti lomba menulis cerpen horor BDK, klik di sini Kunjungi blog saya http://namelessorder.tumblr.com |
|
#4
|
|
|
Senior Member
Join Date: Oct 2007
Location: Yogyakarta
Posts: 150
|
Seterbacaku di Wikipedia, Checkov's Gun ini juga termasuk salah satu teknik penulisan yang dapat dikategoriin dalam rumpun Foreshadowing (http://en.wikipedia.org/wiki/Foreshadowing).
Jadi apa itu Foreshadowing, sederhananya, adalah teknik yang digunain penulis untuk menuntun pembacanya biar enggak salah arah. Penulis (baik secara implisit ataupun eksplisit) punya tugas untuk membuat pembacanya setidaknya mengetahui apa yang akan ada pada bagian-bagian berikutnya dari cerita yang sedang dia baca. Intinya, penulis harus bertanggung jawab untuk membuat pembacanya paham isi ceritanya dengan membuat sang pembaca terpancing terus untuk membaca kelanjutan cerita. Nah, ada beberapa teknik yang digunain untuk foreshadowing. Yang terkenal (dan sejauh ini kukenal) adalah: Checkov's Gun (http://en.wikipedia.org/wiki/Foreshadowing) Flashforward (http://en.wikipedia.org/wiki/Flashforward) Red Herring (http://en.wikipedia.org/wiki/Red_herring_(narrative)) Kalau aku pribadi, sih, sukanya pakai teknik Red Herring dan sampai sekarang masih memperdalam di teknik ini. Kurasa namanya berasal dari novelnya mbak Agatha (http://en.wikipedia.org/wiki/And_Then_There_Were_None) yang ngemasukin kata "Red Herring' sebagai klu cerita di dalam puisi yang tercantum di dalam novelnya. Oh oke, jadi begini. Bedanya sama teknik Foreshadowing yang lain, Red Herring bukan melulu mesti mengaitkan alur A dengan alur B dan alur C dengan alur D (seperti si Checkov's Gun) supaya jalan ceritanya masuk akal/logis, meskipun memang alurnya masih sesuai dugaan, namun begitu teknik ini pada intinya bertujuan untuk menghancurkan semua alur yang sudah terjalin itu pada akhirnya. Tekniknya sendiri sederhana. Bagaimana caranya membuat agar pembaca meyakini bahwa mereka tahu keseluruhan alur cerita, ke mana mereka akan dibawa, bahkan membuat mereka sampai yakin bahwa mereka mengetahui betul ending cerita yang sedang mereka baca itu akan seperti apa. Namun yang lucu, ternyata mereka salah duga. Ending cerita yang menggunakan teknik ini biasanya benar-benar tidak sesuai harapan para pembaca. Bodohnya lagi, konsep-konsep "klise" yang sudah terbangun di otak mereka ternyata juga salah. Yang terparah, berkat ending yang "tidak sesuai perkiraaan" itu, mereka jadi mesti merekonstruksi lagi cerita yang sudah terbangun di benak mereka sejak semula. Dan teknik ini kurasa sangat menantang. Untuk informasi lebih lanjut: http://en.wikipedia.org/wiki/Literary_technique
__________________
"kalau masih ada kesempatan untuk menepati janji, kenapa harus mengingkarinya?" ![]() http://dewikharismamichellia.blogspot.com/ |
|
#5
|
|
|
Senior Member
Join Date: Jul 2008
Location: sementara di Bintaro
Posts: 693
|
oh...seru juga ya...
jadi apa yang sudah dibaca sebelumnya ternyat tidak seperti apa yang sudah dibaca...
__________________
www.ndokasin.co.cc |
|
#6
|
|
|
Senior Member
Join Date: Jan 2010
Location: Jogja
Posts: 164
|
redd herring-->Jadi contohnya begini:
A denger kalau B ikut pergi wisata rame2 sama temennya Terus dia lihat di TV kalau mobil temennya itu kecelakaan A berpikir kalau B ikut jadi korban Ternyata, B nggak jadi ikut wisata dan selamat gitu?
__________________
Hanya di dalam FIKSI-lah aku dapat menemukan utopia yang realistis. Last edited by herjuno; 03-08-2010 at 08:07 AM. |
|
#7
|
|
|
Senior Member
Join Date: Oct 2007
Location: Yogyakarta
Posts: 150
|
Kwakwakwakwakwakwa. Dua orang di atasku ngambil contohnya yang aneh-aneh aja..
__________________
"kalau masih ada kesempatan untuk menepati janji, kenapa harus mengingkarinya?" ![]() http://dewikharismamichellia.blogspot.com/ |
|
#8
|
||
|
Senior Member
Join Date: Oct 2007
Location: Yogyakarta
Posts: 150
|
Quote:
Tapi kalau yang itu udah klise, deh. Makanya kita perlu ngakalin temanya lagi, kan? CMIIW, tapi contoh yang kamu paparin itu bukannya "diduga" oleh sang tokoh? Di sini, tujuannya teknik Red Herring... adalah membuat pembacanya yang "terjebak" atau menderita "miskonsepsi". Bukan sang tokoh. Tapi kalo mau dibuat sang tokoh yang salah paham, sih, emmm.. boleh juga, mungkin? Begini, loh. Cerita seolah-olah terjadi, padahal tidak benar-benar terjadi. Jadinya ceritanya mirip-mirip surealisme gitu gayanya, eh? Semacam membuat pembaca berjalan di alam mimpi sang tokoh. Dan terbangun di ending. Kayak ngalamin Lucid Dreaming gitu bukan, sih? Gimana, ya? Mungkin aku juga butuh penjelasan lagi dari senior yang lebih paham mengenai ini. ^^ Oh, ya, kalian sendiri sukanya nulis dengan teknik seperti apa? Biarpun tanpa nama istilah... tapi bisa dijelasin, dong, alur-alur cerita seperti apa yang kalian suka? Share juga, ya
__________________
"kalau masih ada kesempatan untuk menepati janji, kenapa harus mengingkarinya?" ![]() http://dewikharismamichellia.blogspot.com/ Last edited by panah hujan; 03-08-2010 at 08:15 AM. |
|
|
#9
|
||
|
Member
Join Date: Dec 2009
Posts: 46
|
Quote:
Tapi bener kan ka? ![]() Red herring yah.... pantesan aja kalo aku baca novel karya Agatha Christie sepertinya alurnya rumit. Selalu tak terduga
|
|
|
#10
|
||
|
Member
Join Date: Dec 2009
Posts: 46
|
Quote:
Jadi misalnya kita sebagai pembaca yang membaca novel kasus pembunuhan, awalnya kita mengira pelakunya A. Namun ternyata di ending pelakunya adalah B, C atau D.... begitu yah ka? Kalau aku baca di novel Agatha Christie sih begitu =.=a~ sepertinya
|
|
![]() |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|