|
#1
|
|
|
Moderator
Join Date: Aug 2007
Location: London
Posts: 888
|
Film juga adalah cerita. Beberapa malah diadopsi dari novel, cerpen dsb. Saia cuma mau share, gimana menurut kamu sebuah film yang kamu tonton (paling baik yang kamu rasa) kaitannya dengan unsur-unsur cerita pada umumnya. Misal, alur, isi, plot, karakter, setting, ide cerita, dsb, dsb. Beberapa film yang kita tonton, kita tak sampai memerhatikan hal tsb, hanya terfokus pada jalannya cerita. Khusus bagi action, gimana siy aks-aksi bintang utamanya, drama, gimana endingnya, misteri, apa sih di balik semua itu, dsb, dsb.
Saia: Cast Away, sebuah film yang dibintangi Tom Hanks. Kisah yang menceritakan bagaimana tokoh utama bertahan hidup di pulau tak berpenghuni sendirian. Film ini tak terlalu banyak dialognya. Hingga akhirnya ia selamat dan pulang ke rumahnya. Ide ceritanya benar wah bagi saia. Bagaimana mana seorang manusia modern kembali ke kesunyian (jaman purba, saia anggap begitu) Ia jadi purba gitu, melakukan segala hal dengan apa yang ada, sesederhana tongkat, batu, kayu, pasir dsb. Karakter yang pas (mungkin karena memang Tom Hanks yang bintangin ), penuh penghayatan. Ia menjalani hari-harinya dengan tetap kembali pada hakikatnya sejak awal. Butuh teman bicara, sosialisasi, manusia yang tak bisa hidup sendiri. (Tom Hanks menganggap bola volley yang terdampar bersamanya sebagai teman). Ia merindukan hidup yang nyaman, bersama pasangannya (melalui foto di kalung). Kemampuan otak manusia yang luar biasa. Romannya juga ada. Ia kehilangan pasangannya yang menikah dengan orang lain.Alur, saia perhatikan ini Maju. Sementara seperti kebanyakan film yang bergenre serupa, plotnya sederhana. Tapi, penonton dibuat bersabar (secara tak sadar) untuk menikmati apa yang ditampilkan, walau tanpa dialog sedikitpun. Ini yang membuat saia memilih Cast Away menjadi film favorite bagi saia. Isinya, mendalam banget. Walau kadang ini relatip. Jadi, gimana dengan pemantauan kamu terhadap film lain?
__________________
Shinichi bersabda, "marilah kita membaca, menulis dan mengapresiasi di situs kemudian.com," lalu "Jadilah pembaca yang budiman, penulis yang tekun dan pengkritik yang santun." Peristiwa 1:1 Like-Follow! ![]() ![]() ![]() Ada Lomba tuh! Gabung! : http://www.kners.com/showthread.php?t=698 |
|
#2
|
|
|
Senior Member
Join Date: Nov 2007
Location: Bandung
Posts: 358
|
Hmm... kalau begitu saya mau membahas sedikit film horor Indonesia yang kemarin saya tonton.
Judul: The Real Pocong Pemain: Nabila Syakieb, Ashraf Sinclair, Kinaryosih Ide: Idenya sederhana. Sebuah keluarga yang pindah ke rumah baru di tengah hutan, lalu anak mereka diculik oleh seorang hantu perempuan yang memang senang menculik anak. Si Ayah (Ashraf) berusaha menolong anaknya, namun ia dikalahkan oleh hantu itu. Hantu lalu menyamar menjadi sang ayah dan berusaha untuk kembali menculik sang anak dari ibunya. Film ini, meskipun memiliki judul The Real Pocong, namun saya harus mengatakan bahwa judul itu adalah omong kosong. Mengapa? Pertama, karena pocong dalam film ini sangat jarang muncul, dan mungkin lebih baik dikatakan sebagai cameo saja. Lantas mengapa disebut The Real? Kedua, cerita dalam film ini tidak ada hubungannya dengan pocong, dan sama sekali tidak memberikan suasana "kepocong-pocongan". Maksud saya, hal yang mengerikan dari hantu pocong adalah imej mengenai mayat yang bangkit dari kubur, lengkap dengan kain kafan, gentayangan karena suatu hal, dan melompat-lompat di tengah kegelapan--seolah meminta perhatian orang. Dalam film ini, hantu yang diperankan oleh Kinaryosih tidak memiliki kengerian pocong. Tidak ada ada alasan kuat mengapa harus menggunakan hantu pocong. Bisa saja hantu dalam film ini diganti dengan kuntilanak, genduruwo, atau bahkan Frankestein, dan tidak akan ada perbedaan yang berarti. Kenyataan bahwa sang hantu ternyata takut pada sebuah jimat (yang tidak ada asal-usulnya) adalah sangat klise dan dangkal. Karakter: Sekali lagi, karakter pun tidak memiliki suasana kepocong-pocongan. Maksud saya, Nabila Syakieb dan Ashraf yang sama-sama berwajah kebule-bulean terasa aneh dalam memerankan perannya. Meski akting Kinaryosih tak banyak membantu, namun akting sang anak, saya rasa cukup menarik dan ia terlihat berusaha keras menjiwai perannya. Masalah penokohan, saya rasa standar saja, cenderung generik dalam cerita horor (suami yg skeptik terhadap hal gaib, dukun yang memberi jimat, dll). Tragedi yang menimpa si hantu gentayangan pun gagal untuk diceritakan dengan baik, sehingga saya tidak ikut merasakan kepedihan apa yang dirasakan oleh si hantu itu. Satu lagi, Harry Panca muncul sebagai cameo pada akhir cerita, dan aktingnya amat absurd, bahkan bagi saya ia sama sekali tak perlu ada dalam cerita. Alur: sayangnya film ini tidak memanfaatkan potensi alur dalam sebuah cerita horor. Film horor akan lebih menarik bila diberi sentuhan misteri dengan alur maju-mundur. Namun dalam film ini alur yang disajikan hampir selalu lurus dan datar. Kesimpulan: Ini adalah film horor yang sekadar mendompleng popularitas hantu pocong. Satu-satunya alasan yang membuat saya tetap menonton film ini adalah paras cantik Nabila Syakieb.
__________________
Ikuti lomba menulis cerpen horor BDK, klik di sini Kunjungi blog saya http://namelessorder.tumblr.com |
|
#3
|
|
|
Moderator
Join Date: Aug 2007
Location: London
Posts: 888
|
Ahak hak hak
Rivai menonton film ini didasarkan karena salah satu tokohnya. Hal yang tak bisa dipungkiri adalah senjata sutradara untuk mendapatkan penonton. Hal seperti itu (terjadinya judul yang melampaui isi film itu sendiri) lumayan sering terjadi. Dengar-dengar film lain bergenre horor (yang kebetulan bermasalah dengan lembaga sensor) juga sama halnya. Judulnya horor, cuma isinya lebih ke pergumulan manusia (nafsu birahi) dan adegan-adegan panas. Miris. Tapi, klo pemainnya lumayan, gak ada salahnya ditonton aktingna yak? Sekalipun bukan ceritanya. Rivai malah tahu jugak tuh menilai beberapa aspek film itu. Good! Lanjut
__________________
Shinichi bersabda, "marilah kita membaca, menulis dan mengapresiasi di situs kemudian.com," lalu "Jadilah pembaca yang budiman, penulis yang tekun dan pengkritik yang santun." Peristiwa 1:1 Like-Follow! ![]() ![]() ![]() Ada Lomba tuh! Gabung! : http://www.kners.com/showthread.php?t=698 |
|
#4
|
|
|
Guest
Posts: n/a
|
17 Again (2009)
pemain : Mike Tua (Matthew Perry), Mike Muda (Zac Efron), Ned (Thomas Lennon) Ide : Ngomongin soal ide cerita, 17 again masuk ke film ke sekian yang lagi-lagi mengusung tema tranformasi tokohnya menjadi lebih muda dari usia sebenarnya (kalok kebalikannya ya 13 going 30). Ide disini buat saya, biarpun terlalu umum tetep masuk kategori layak tonton. Ceritanya tentang tokoh Mike O'Donnell (Matthew Perry) yang diusianya yang sudah 37 tahun, kehidupannya dirasa tidak berjalan sesuai keinginannya. gagal dipromosikan dan membina rumah tangga membuat pria yang sudah tidak langsing lagi memikirkan kembali keputusan2 yang sudah diambilnya dulu. Di awal diceritakan bahwa Mike muda tergolong siswa populer saat SMU, atlet basket yang dipastikan akan mendapatkan beasiswa kuliah karena prestasi olahraganya. tetapi ia melupakan keinginannya untuk kuliah dan memutuskan menikahi pacarnya (Scarlet) yang sudah terlanjur hamil. Saat ia berjalan-jalan ke sekolahnya dulu dna mengenang jaman keemasan, ia kembali mempertanyakan keputusan yang sudah ia ambil dan bertanya-tanya apa jadinya jika saat muda dulu ia mengambil keputusan yang berbeda. dan voila...besoknya ia sudah berubah menjadi sosok Mike pada saat muda (tentu saja didahului dengan peristiwa aneh khas film jenis ini). Karakter Lumayan menurut saya. Matthew Perry tampil mengusung peran bapak dua anak yang cukup menghibur (berhubung perannya terlalu singkat, saya pikir ga ada bedanya dengan peran dia di film komedi yang lain), dan Zac Efron hadir dengan sangat segar memerankan pemuda yang kembali masuk ke bangku SMU. berkat bantuan sahabatnya, Ned (tokoh nerdy, starwars maniak) yang berperan sebagai ayahnya, rencana Mike kembali sekolah berjalan mulus. Kayaknya yang punya andil besar bahwa penonton bersedia nonton film ini adalah nama Zac Efron sendiri (termasuk saya, hag hag hag ngaku nih). Akting Zac Efron lumayan juga sih, kalo dibandingkan sama film-film dia sebelumnya macam High School Musical yang banyakan nari sama nyanyi-nya. Alur Alur maju tentunya. diawali kisah Mike saat SMU dan terus meruntut maju ke masa kini. Memang membosankan sih, tapi kayaknya tipe alur begini yang kerasa masuk akal. Buat saya filemnya lumayan menghibur. Tipe film ringan dan ga butuh mikir buat nonton dan tetep ada pesan moral yang bisa dipetik terkait dengan semua penyesalan dan menganggap semuanya akan berjalan lancar dan berubah kalau seandainya kita mengambil keputusan yang beda. Tapi stereotip film masih sama dengan yang sejenis. Cuma kemasannya yang berbda karena bercampur dengan kehidupan rumah tangga dan tindakan heroik yang dilakukan seorang ayah untuk anak-anaknya. |
|
#5
|
|
|
Moderator
Join Date: Aug 2007
Location: London
Posts: 888
|
Wah, asyik niy ditambah dong. Biar sekalian jadi review film. Atau film-film yang menurut kamu bagus, layak ditonton untuk menambah imajinasi dan kaitannya dengan tulis-temulis.
Silahkan. Ahak hak hak
__________________
Shinichi bersabda, "marilah kita membaca, menulis dan mengapresiasi di situs kemudian.com," lalu "Jadilah pembaca yang budiman, penulis yang tekun dan pengkritik yang santun." Peristiwa 1:1 Like-Follow! ![]() ![]() ![]() Ada Lomba tuh! Gabung! : http://www.kners.com/showthread.php?t=698 |
|
#6
|
|
|
Guest
Posts: n/a
|
saya juga jadi pengen ikutan review film yang terakhir bikin saya miris abis nonton...
The boy in striped pajamas, saya ga inget nama2 pemerannya siapa. yang jelas agak anehnya, film ini ceritanya di jerman tapi dialognya bahasa inggris... Ceritanya bagus, tentang anak dari pemimpin pasukan penyiksa tahanan di kamp konsentrasi di Jerman yang berteman sama anak kecil Yahudi yang ada di kamp itu. Ide film ini diambil dari jaman Hitler. bagus sih, dia ambilnya dari sudut pandang mereka yang hidup enak2an tanpa tahu penderitaan orang2 yahudi dan tahanan lain di concentration camp buatan tentara SS. Katanya sih ini nyata kejadiannya, tapi saya sih agak janggal nontonnya kalo beneran nyata... Karakter oke2 semua, apalagi si anak kecil yang jadi tahanan di kamp. Mukanya kayanya menderita banget tapi baik & polos. Alur film ini maju. Cuma sekali lagi, agak janggal kalo emang ceritanya nyata... Isinya? Woke! meskipun cenderung agak bosen, tapi kalo dipikirin lagi filmnya abis nonton bisa bikin miris. hehee moga2 reviewnya asik... makasiih! |
|
#7
|
|
|
Senior Member
|
Ikutan nge-review juga
![]() Batman - The Dark Knight, termasuk udah lama sih, tapi berhubung filmnya memang aku suka. Tokoh - tokoh pentingnya yaitu Bruce Wayne (Christian Bale) sekaligus Batman, Alfred kepala rumah tangga Bruce, Harvey Dent (kalau gak salah) yang belakangan menjadi Two Face, Rachel, Gordon dan Joker. (Aku cuma inget pemerannya Bruce). Ide ceritanya, pasti, dari komik Batman. Film ini sendiri sebenarnya merupakan remake gabungan dari film lama Batman, yaitu Batman The Movie, Batman Returns dan Batman Forever. Yang bagusnya disini, karakter Batman dibuat lebih masuk akal. Inget banget dulu waktu nonton film Batman yang Lama, mobilnya berbentuk aneh dengan kemampuan aneh-aneh juga, beda dengan mobilnya di film ini yang (walaupun tetap aneh) tapi memang mungkin dirancang zaman sekarang. Belum lagi kostum Batman dulu yang kelihatan terbuat dari kulit tapi bisa anti Api dan Peluru, beda dengan yang sekarang yang memang dibagian-bagian tertentu terlihat mirip dengan rompi anti peluru. Selain itu, semua asal-usul Batman dan lawannya lebih realistis dan lebih mungkin terjadi di dunia nyata. Jadinya tidak ada yang terasa janggal saat kita menonton film Batman ini. Alurnya maju. Isinya ceritanya menurutku sangat berbobot. Tapi mungkin ada banyak bagian yang lebih baik jangan ditiru! Reviewnya ngebosenin yah? makasih deh...
__________________
"Apabila orang tidak percaya bahwa matematika itu sederhana, hal ini semata-mata terjadi karena mereka tidak menyadari betapa rumitnya kehidupan ini" - Johny von Neuman (1903-1957) "Apabila orang tidak percaya bahwa bermimpi itu sederhana, hal ini semata-mata terjadi karena mereka tidak menyadari betapa mudahnya mengkhayal" - Penguin (1991-sekarang) Rumah Penguin sudah direnovasi! Rumah Penguin |
|
#8
|
|
|
Senior Member
Join Date: Apr 2008
Posts: 184
|
Review singkat dari saya:
Ibunda (1986) ![]() Sutradara: Teguh Karya Pemeran: Tuti Indra Malaon Alex Komang Ayu Azhari Niniek L. Karim Ria Irawan Film ini menceritakan sebuah kisah di kota Jakarta, ketika Ibu Rakhim seorang janda priyayi, menghadapi dua masalah terpisah dalam keluarganya. Fitri anak perempuan bungsunya, mempunyai pacar Luke yang dibenci oleh Farida, kakak Fitri, dan suaminya yang kaya dari kalangan bangsawan Jawa, Gatot, karena Luke adalah seorang Papua bukan Orang Jawa. Pada saat yang bersamaan anak laki-lakinya, Fikar, meninggalkan istri dan anak-anaknya untuk tinggal dengan seorang artis. Secara keseluruhan film ini berusaha menunjukkan sisi psikologi dari seorang ibu dan hubungan moral diantaranya dalam menyelesaikan masalah keluarganya. Banyak hal yang membuat film patut diacungi dua jempol ketimbang dibanding film-film picisan atau sex-edu-pretender lokal masa kini, fokus cerita yang begitu kritis dan detail, kualitas pemeranan para pemain yang sangat jempolan (terutama pemeran utamanya: Tuti Indra Malaon), dan terakhir, yang membuat film ini paling unik untuk film lokal, cara penyampaian perasaan, eksprosi, emosi, tokoh Ibu Rakhim. Film ini lebih terfokus pada Sang Ibu, jadi penonton melintasi detik-detik di film ini menyimak intrik dan konflik dari kacamata Ibu. Terlebih adegan Ibu di film ini kebanyakan dibuat ekspresionis ketimang dialog. Sang Ibu lebih banyak menggunakan ekspresi dan emosi untuk menyampaikan cerita film ini ketimbang dialog. Yang mana, sepertinya, cara seperti ini sudah jarang sekali digunakan di film-film drama Indonesia. Cara penyampaian adegan-adegan Ibu dengan ekspresi ini memberikan tekanan lain pada film ini, membuat penonton turut merasakan suatu tekanan yang juga terasa nyata tapi tidak dilebih-lebihkan. Ibunda termasuk film yang sebenarnya mudah ditebak jalan ceritanya. Tapi jangan dikira film ini tidak menarik. Lagipula, sangat dangkal sekali menurut saya kalau menilai sebuah film dari hanya di akhirnya saja, bukan secara keseluruhan. Justru karena konteks yang disajikan sangat menarik, walaupun ceritanya mudah ditebak, film ini tetap sangat menarik. Alurnya mengalir dengan sangat baik, lancar, bergerak lurus. Untuk semua paket itu, film Ibunda ini sangat layak buat diacungi dua jempol. Score: 10/10 |
|
#9
|
|
|
Senior Member
Join Date: Apr 2008
Posts: 184
|
BIBIR MER (1992)
![]() Sutradara: Arifin C. Noer Pemeran: Bella Esperance Lee drg. Fadly Galeb Husein Jajang C. Noer Tio Pakusadewo Dari film bernunansa melodramatis tentang masalah psikologis seorang ibu, sekarang pindah ke drama sentuhan black comedy tentang masalah sosial. Bibir Mer mengisahkan tentang Jodi yang kecewa dengan kekasihnya Maryati karena menjajakan bibirnya (pandai merayu) sebagai pelayan sebuah salon sehingga banyak yang antri. Mbak Yani, pemilik salon yang berusia setengah baya, memiliki hubungan sangat luas di kalangan atas. Ia juga sangat menyayangi Maryati. Diam-diam Mbak Yani punya hubungan khusus dengan seorang pengusaha besar, Lukito. Dengan berjalannya kisah, hubungan antartokoh tadi mulai terbongkar. Di akhir kisah, Maryati ternyata adalah anak Mbak Yani dengan Lukito. Selezat apa sih Bibir Mer? Pertama, "Mer". Tidak dijelaskan di film ini siapa si "Mer" ini. Mungkin maksud Arifin C. Noer biarlah penonton sendiri yang mengejawantahkan bibir siapa yang dimaksud di judul. Tapi, kalau saya boleh mengambil kesimpulan sepihak, saya akan jawab Bibir Mer bukan Bibir Maryati. Judul abstrak yang diemban film ini bisa saja memiliki makna lain; misal saja Bibir Mer berarti bibir-bibir orang Indonesia yang umumnya doyan sekali ngoceh-ngoceh sana-sini, menjilat-jilat sana-sini, mencuat-cuat sana-sini. (:P) Mentang-mentang ada embel-embel bibir di judul film ini, lantang jangan kira ini film bodoh yang cuma bisa menonjolkan sensualitas atau cuma sekedar film yang pingin cari kontroversi dibalik sensasi saja. Justru film ini sangat pintar. Penonton diharuskan berfikir keras. Istilah bibir sangat ditekankan di film ini. Semua tokoh di film ini punya konflik dan intrik sendiri-sendiri yang berhubungan dengan bibir mereka sendiri-sendiri. Sangat direkomendasikan kalau ingin sekali-sekali liat film lokal yang unik dan punya konsep. Bibir yang satu ini, sangat nikmat buat dicicipi! Score: 10/10 |
|
#10
|
|
|
Senior Member
|
Saya Ikutan!
Saya mau bahas film yang salah satu quotes tokohnya saya jadikan signature. Hmm, saya akan membahas film yang jalan ceritanya mirip sekali dengan kehidupan saya, meskipun nggak mirip-mirip amat. Hehe. Judul: A Beautiful Mind Director: Ron Howard Pemain: Russell Crowe Film ini menceritakan tentang ilmuwan yang menemukan teori ekuilibrium yang sampai saat ini digunakan dalam perekonomian modern. Nah, ilmuwan ini terlalu pintar, dan dia ternyata bekerja di Badan Rahasia. Ketika dia mulai paranoid dengan pekerjaannya, satu persatu rahasia terungkap. Ternyata, dia ini seorang skizofrenia paranoid. Semua yang dia lakukan, bekerja di Pentagon, memecahkan kode rahasia, dan semua hal tentang agen rahasia hanyalah khayalannya belaka. Ini berlanjut sampai ia mempunyai istri dan saat itu, istrinya harus merelakan dia untuk dirawat di sebuah rumah sakit jiwa. Hari demi hari terlewati, dan dia mulai bisa melupakan khayalannya. Tapi, karena ia tidak bisa menjadi manusia yang lebih peka, dia berhenti mengkonsumsi obat pengurang dopaminnya. Jadi, dia mulai berkhayal lagi. Tapi, lama kelamaan, tanpa obat pun dia bisa mengabaikan khayalannya. Meskipun dia tidak bisa melupakannya 100%. Dan pada umurnya yang ke (lupa), pokoknya pas dia tua, dia mendapatkan hadiah nobel atas jasanya menemukan teori ekuilibrium dalam ekonomi modern. Wajib nonton ini!! b^^d
__________________
"Mathematics will never going to lead you to a higher truth, you know why? Cause it's BORING!" ![]() Jangan lupa mampir ke Curhat Saya |
![]() |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|