Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com  

Go Back   Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com > Artikel > Kitab Kepenulisan
Register Forgot Password

Reply
 
Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 01-03-2014, 07:31 AM
Shinichi's Avatar
Shinichi Shinichi is offline
Panglima
Join Date: Aug 2007
Location: London, Tokyo, Daneldram
Posts: 2,166
Send a message via Yahoo to Shinichi
Smile Semua Tulisan adalah Curhat

Semua tulisan adalah curhat (curahan hati). Setidaknya beranjak dari sana. Seseorang mengatakan menulis itu harus dimulai dari hati, makanya rentan sekali disebut sebagai curhat. Apakah ini negatif? Saya pikir nggak. Tergantung bagaimana penulisnya melanjutkan "curhat" itu ke fase selanjutnya. Bicara "curhat" dalam forum kepenulisan, tentu saja bisa dianggap negatif. Lha namanya situs belajar menulis, pasti tulisannya bukan sekadar curhat dong. Begitulah sebabnya tulisan "curhat" dianggap sebagai tulisan-nggak-baik di situs ini. Atau ia berada di level dasar. Tapi tetap semua penulis beranjak dari "curhat".

Sebetulnya tulisan curhat itu yang seperti apa? Saya nggak bermaksud mengklasifikasikannya. Tapi saya berpendapat tulisan curhat itu tentunya tulisan yang cuma berasal dari hati. Artinya, tulisan itu berporos pada hati saja: tidak melalui proses lebih lanjut dengan menggunakan konsep tertentu (baca. aturan-aturan penulisan). Tulisan seperti itu ditandai dengan tidak adanya indikasi menggunakan karakterisasi tokoh. Di dalamnya, tokoh cerita nggak penting-penting amat. Nomor satu adalah masalah yang dihadapi tokohnya. Dan mungkin itulah satu-satunya yang penting. Tulisan curhat cenderung bercerita tentang perasaan aku, yang diceritakan oleh "aku" sendiri. Di dalamnya minim keterlibatan antar tokoh (biasanya bahkan tanpa dialog). Bahkan tokohnya seringkali satu orang yang menghadapi problema kehidupan yang "berat" (sayangnya penulisnya lupa mengatakan itu beratnya di mana). Penggarapan masalah dalam "tulisan curhat" melulu soal perasaan aku, diposisikan seperti orang yang hendak minta saran mengenai masalah tokoh di dalam cerita. Jangan bicarakan setting atau unsur instrinsik lain. Tulisan curhat cenderung nggak mengenal itu.

Sebagai member (orang yang bergabung di situs ini), masing-masing kita punya alasan dan tujuan. Contohnya saya. Alasan saya bergabung adalah ingin belajar mengemas ide-ide di kepala saya agar menjadi cerita yang bisa dinikmati. Tujuan saya belajar mengemas ide-ide itu. Lain lagi jika mereka yang alasannya cari teman bergaul. Sah-sah aja. Ada juga yang tujuannya ingin tulisan-tulisannya dibaca orang lain, tanpa harus balik membaca tulisan mereka. Ada juga yang hanya sebagai pembaca. Buka Kemudian.com, membaca cerita dan puisi ketika senggang atau lagi dalam angkutan umum. Oke fine. Ada banyak lagi macamnya. Ada yang ingin segera menerbitkan buku dan bergabung di sini sebagai batu loncatan. Atau menganggap keanggotaannya di Kemudian.com semacam upaya magang dalam dunia kepenulisan. Itu, meski relatif sama, tapi tetap ada bedanya. Perbedaan itu sah-sah saja, saya kira.

Lalu ketika seseorang bergabung dalam suatu komunitas penulis, maka perlu dipahami bahwa setiap konten yang akan ia publikasikan atas namanya akan dinilai juga dalam lingkup kepenulisan. Jangan kaget. Curhat? Bukan. Tulisan-tulisan yang kita posting di sini akan dilihat dengan sudut pandang kepenulisan, dibahas dalam ruang kepenulisan, dikomentari (kritik dan apresiasi) oleh orang-orang yang mengaku dirinya penulis (bukan motivator). Hal tersebut membuat "tulisan curhat" seakan "terlarang" di sini. Sebab apa? Tentu saja, tulisan seperti itu nggak akan dipandang dalam lingkup kepenulisan. Komentar di dalamnya paling-paling "semangat!" dan lain-lain yang lebih menyuarakan dukungan atas masalah yang dihadapi penulisnya. Akibatnya, konten yang bertebaran di situs yang mengaku komunitas penulis ini akan melulu support. Lama-lama terdengar seperti situs mencurahkan masalah pribadi. Saya sarankan bikin thread di forum saja. Sejujurnya, saya sendiri punya keprihatinan khusus soal itu.

Thread ini dimaksudkan untuk membicarakan cara mengubah tulisan curhat menjadi nggak sembarang curhat. Seperti yang saya katakan di awal bahwa semua tulisan curhat, maka kita semua curhat dalam tulisan. Bedanya jika tulisan curhat dilempar ke situs kepenulisan, maka itu haruslah dikemas dalam bentuk tulisan yang berkonsep, mengikuti aturan-aturan penulisan. Bagaimana cara mengemasnya? Untuk itulah setiap kita perlu mengetahui unsur-unsur pembentuk tulisan. Katakanlah saja sebuah cerpen. Ada unsur-unsur yang harus dipatuhi seperti adanya tokoh, latar, konflik, dan resolusi. Bila itu puisi, ada yang namanya bait, rima, metafora, dll yang saya juga kurang paham. Maka, ketika seseorang ingin menulis cerpen, maka ia harus tahu cerpen itu apa? Apa-apa saja yang menjadi unsurnya. Btw, ada banyak tips dan trik menulis cerpen bertebaran di internet. Itu aturan dan jangan bilang aturan dibuat untuk dilanggar. Tidak ada seorang pun yang mengaku melanggar tetapi tak tahu apa yang ia langgar.

Keberadaan keempat unsur yang saya sebutkan (tokoh, latar, konflik, dan resolusi) akan menghilangkan kesan curhat dalam tulisan kita. Dan juga akan menjadikannya layak dinilai dengan sudut pandang kepenulisan. Oh, ini belum semua. Masih ada unsur lainnya yang bisa kita pelajari untuk menambah pengetahuan sekaligus menjadikan tulisan kita kaya, nggak hanya curhat. Ada plot, dialog, narasi dan takarannya, gagasan, teknik, dsb. Kesemuanya inilah yang saya sebut konsep. Dan bicara soal konsep, tentu saja itu berasal dari otak alias proses berpikir. Membutuhkan pemahaman pengetahuan seputar kepenulisan, bukan hanya dari hati. Penulis mengupayakan keberadaan unsur-unsur umum dalam jenis tulisan yang ia buat. Jika cerpen, ia memaksimalkan pengetahuannya tentang karakterisasi tokoh, menghidupkannya dalam cerita, penciptaan latar tempat tokoh hidup dan mengalami masalah, penyampaian konflik yang memuncak, dan mengakhirinya dengan atau tanpa resolusi. Tapi tentu saja hati adalah sumbernya. Kepekaan harus diasah dengan pengetahuan kan? So, semua kembali pada alasan dan tujuan kita bergabung di situs ini. Namun bila itu adalah untuk sekadar fun, setidaknya kita tahu lingkup fun seperti apa yang dimaksudkan Kemudian.com.

Mari belajar membaca, menulis, dan mengapresiasi.


Salam
__________________
Shinichi bersabda,
marilah kita membaca, menulis dan mengapresiasi di situs kemudian.com,
lalu
Jadilah pembaca yang budiman, penulis yang tekun dan pengkritik yang santun. Peristiwa 1:1

Reply With Quote
Reply

Tags
2014, tulisan curhat

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 01:39 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.1
Copyright ©2000 - 2017, Jelsoft Enterprises Ltd.