Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com  

Go Back   Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com > RUANG DISKUSI > Novel
Register Forgot Password

Reply
 
Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 12-08-2012, 08:06 PM
L. Filan L. Filan is offline
Anak Muda
Join Date: Oct 2012
Posts: 12
Default Narasi dalam novel

Saya bingung narasi seperti apa sih yang sebaiknya dipakai dalam novel?
Misalkan kita ingin menerangkan sesuatu. Katanya jangan menuliskannya seperti kalimat-kalimat berita, sejarah atau buku pelajaran.

Novel dengan sudut pandang orang pertama (aku), mungkin enak. Kalau ingin menerangkan sesuatu tidak dipandang sebagai kalimat berita karena keterangannya tetap dari sudut pandang si tokoh.
Tapi kalau kita pakai sudut pandang orang ketiga itu (dia), kita bisa tetap terjebak dalam narasi-narasi seperti itu.

contoh:
Quote:
Balai Pelelangan Nasional Nirwana adalah tempat yang terkenal ke seluruh penjuru dunia. Namun orang-orang yang mengenal tempat ini hanyalah kalangan tertentu saja. Para konglomerat, politikus, dan kolektor karya seni Cygnus....
Ada yang tahu bagaimana mengakalinya?

Last edited by L. Filan; 12-08-2012 at 08:22 PM.
Reply With Quote
  #2  
Old 12-09-2012, 05:37 PM
herjuno's Avatar
herjuno herjuno is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2010
Location: Jogja
Posts: 459
Default

It's simple, jangan langsung menggunakan kata "adalah"

Mungkin kau bisa melihat karya saya, Sanriel, sebagai contoh: http://id.kemudian.com/node/258672

Terus, menjawab pertanyaanmu:
Misal kalau pakai PoV 1 narator:
Quote:
...Apakah kalian pernah mendengar tentang Balai Pelelangan Nasional Nirwana? Mungkin belum, karena hanya kalangan tertentu yang mengenal tempat ini. ara konglomerat, politikus, dan kolektor karya seni Cygnus....
Kalau pakai PoV 1 Pelaku Utama
Quote:
...Aku baru pertama kali mendengar tempat itu. Balai Pelelangan Nasional Nirwana...jujur saja, bahkan meskipun hampir seluruh pojok dunia sudah kusinggahi, tapi aku tak ingat ada tempat seperti itu. "Katakan, Pak Tua," ucapku, "memang apa yang kautahu tentang Balai-Pelelangan-Apa pun itu?"

"Tidak banyak," jawab lelaki tua yang ada di hadapanku. "Hanya hanyalah kalangan tertentu saja yang mengenal tempat itu. Para konglomerat, politikus, dan kolektor karya seni Cygnus....Aku sendiri hanya pernah mendengarnya, tapi belum pernah sekali pun ke sana."...
Kalau pakai PoV 3 terbatas --> Misal nama main chara-nya Jack & Myke:
Quote:
...Jack mengernyit. Baru kali ini ia mendentar nama tersebut. Balai Pelelangan Nasional Nirwana...sejauh yang ia tahu, hanya ada satu balai pelelangan di kota ini. Dan itu pun tidak memiliki skala nasional. Dan yang lebih penting, balai itu tidak berada di nirwana.

"Sudah kuduga kau akan bingung," sahut Myke. "Memang, setahuku, hanya hanya kalangan tertentu saja yang tahu tentang tempat itu. Para konglomerat, politikus, dan kolektor karya seni Cygnus...."...
Kalau pakai PoV 3 serba tahu--> Misal nama main chara-nya Jack & Myke:
Quote:
...Jack mengernyit. Baru kali ini ia mendentar nama tersebut. Balai Pelelangan Nasional Nirwana...sejauh yang ia tahu, hanya ada satu balai pelelangan di kota ini. Dan itu pun tidak memiliki skala nasional. Dan yang lebih penting, balai itu tidak berada di nirwana.

"Sudah kuduga kau akan bingung," sahut Myke. Lelaki itu sendiri memang tidak berharap banyak pada Jack. Bahkan Elena yang paling pandai di antara mereka saja tidak tahu di mana letak Balai Pelelangan itu, jadi, mana mungkin kawannya--yang sama tidak cerdasnya dengan dirinya--ini tahu! "Memang, setahuku, hanya hanya kalangan tertentu saja yang tahu tentang tempat itu. Para konglomerat, politikus, dan kolektor karya seni Cygnus...."...
__________________
"Scribo Ergo Sum"

I Write, Therefore I Am

Last edited by herjuno; 12-09-2012 at 05:43 PM.
Reply With Quote
  #3  
Old 12-09-2012, 09:25 PM
Canon Bender's Avatar
Canon Bender Canon Bender is offline
Anak Muda
Join Date: Oct 2010
Posts: 412
Default

ijin menyimak, saya juga perlu mempelajari ini ...
__________________

this eye has emotion which talks deeper than words

I saw heaven, but I skipped it
I tried hell, but I didn't like it there

Reply With Quote
  #4  
Old 12-10-2012, 10:38 AM
Heidy SC Heidy SC is offline
Anak Muda
Join Date: Oct 2012
Posts: 7
Default

Ikut menyimak.
Saya juga termasuk gemar menggunakan sudut pandang orang ketiga.
Menurutku sih, membuat variasi kalimat dengan sudut pandang orang ketiga itu susah2 gampang. Hmmm...mungkin perkaya kosakata kita dulu aja yah... Dan memang menggunakan kalimat dan kata2 yang akhirnya menjurus ke gaya "kalimat berita" itu adalah jalan termudah.
Reply With Quote
  #5  
Old 12-10-2012, 04:29 PM
L. Filan L. Filan is offline
Anak Muda
Join Date: Oct 2012
Posts: 12
Default

Wow, makasih. Pencerahan
Reply With Quote
  #6  
Old 12-11-2012, 01:41 PM
Canon Bender's Avatar
Canon Bender Canon Bender is offline
Anak Muda
Join Date: Oct 2010
Posts: 412
Default

@TS
maaf saya ujian dulu ya.
nanti saya lanjut baca lagi GF nya.
saya sudah baca yang bagian 5 sepintas,
narasinya enak sekali.

setelah UAS saya baca serius.
__________________

this eye has emotion which talks deeper than words

I saw heaven, but I skipped it
I tried hell, but I didn't like it there

Reply With Quote
  #7  
Old 12-12-2012, 08:06 AM
red_rackham red_rackham is offline
Anak Muda
Join Date: Jul 2011
Posts: 56
Default

Quote:
Originally Posted by L. Filan View Post
Saya bingung narasi seperti apa sih yang sebaiknya dipakai dalam novel?
Misalkan kita ingin menerangkan sesuatu. Katanya jangan menuliskannya seperti kalimat-kalimat berita, sejarah atau buku pelajaran.

Novel dengan sudut pandang orang pertama (aku), mungkin enak. Kalau ingin menerangkan sesuatu tidak dipandang sebagai kalimat berita karena keterangannya tetap dari sudut pandang si tokoh.
Tapi kalau kita pakai sudut pandang orang ketiga itu (dia), kita bisa tetap terjebak dalam narasi-narasi seperti itu.

Ada yang tahu bagaimana mengakalinya?
Tergantung selera dan tujuan ceritamu.

Kalau untuk mengeksplorasi pikiran dan emosi karakter utama, lebih enak pakai PoV1. Cerita slice-of-life dan romance enak pakai sudut pandang ini karena ceritanya kan (umumnya) lebih menitik beratkan ke pergulatan emosi karakter utamanya. Sudut pandang ini juga enak dipakai untuk cerita misteri / thriller karena informasi yang bisa diberikan penulis ke pembaca sangat terbatas.

Kalau untuk mengeksplorasi event2 yang berkaitan / pararel, enak pakai PoV3. Sudut pandang ini biasanya dipakai untuk cerita fantasi dan SF (science fiction) karena bisa menerangkan kejadian di tempat2 berbeda dan reaksi dari banyak orang sekaligus.

Tapi sekali lagi, menurut saia itu tergantung selera penulis sih. Semua PoV bisa diaplikasikan ke genre cerita apapun.

@ bang Juno

Owooh~! Contohnya luar biasa. Benar2 dengan gamblang menerangkan perbedaan pada tiap PoV. Cuma kurang contoh PoV2 tuh :-D
Reply With Quote
  #8  
Old 05-30-2013, 02:20 PM
Grande_Samael Grande_Samael is offline
Anak Muda
Join Date: Apr 2012
Posts: 115
Default

Hmm, iya juga, saya ga pernah memikirkan hal itu...

Saya bikin narasi seenak hati aja sih biasanya, hahahaha.
Reply With Quote
  #9  
Old 07-22-2016, 12:21 PM
Monox D. I-Fly Monox D. I-Fly is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2011
Posts: 244
Default

Quote:
Originally Posted by herjuno View Post
It's simple, jangan langsung menggunakan kata "adalah"
Kalau kata "adalah"nya diganti "merupakan" gimana?
Reply With Quote
Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 08:02 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.1
Copyright ©2000 - 2019, Jelsoft Enterprises Ltd.