Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com  

Go Back   Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com > RUANG DISKUSI > Novel
Register Forgot Password

Reply
 
Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 01-28-2011, 04:09 AM
Canon Bender's Avatar
Canon Bender Canon Bender is offline
Anak Muda
Join Date: Oct 2010
Posts: 412
Default Masalah teknis dalam novel ?

tolong perhatikan penggalan cerita ini ...

Quote:
Zhuge hanya duduk tidak bergeming di tepi kolam Coventina. Abram duduk di sebelahnya lalu mengeluarkan api dari telapak tangannya. Ia mempermainkan bola api kecil itu diantara jari-jarinya.

Zhuge terkejut melihatnya. “Hah… kau?”

“Ya. Aku elementer api. Sama sepertimu.” Jawab Abram dengan sabar. “Entah mengapa, elementer api di Detteroa pasti lahir di istana. Bahkan riset membuktikan bahwa tidak ada seorang pun elementer api yang lahir di luar istana Detteroa. Namun force para elementer api itu tergolong rata-rata. Antara 2000 hingga 3000. Hanya cukup untuk memanaskan tungku, membuat api unggun dan menyembur sedikit api.”

“Force?” Zhuge kebingungan.

“Seorang elementer menggunakan kekuatan alami yang ada pada dirinya bernama force. Force setiap manusia berbeda. Kira-kira pada manusia biasa, jumlah force sekitar 1 hingga 5. Akan tetapi bagi seorang elementer, setidaknya ia pasti memiliki force sebesar 500.

Semakin kecil force yang ia miliki, semakin sulit ia memanfaatkan kekuatan elementnya. Ia akan menjadi pusing dan lemah setelah ia menggunakan kekuatannya. Tidak jarang menjadi pingsan. Menggunakan Force bisa menjadi pedang bermata dua bila berlebihan.

Bila force habis dan kau tetap memaksakan diri, maka kekuatan yang kau gunakan bukan lagi force, tapi energi kehidupanmu sendiri. Orang yang terlalu banyak mengkonsumsi energi kehidupannya akan menjadi semakin lemah, dan penampilan fisiknya akan menua secara drastis.

Tampaknya kau beruntung, terlahir memiliki force diatas rata-rata. Sekarang force-mu kira-kira pasti ada sekitar 5000 atau 4900… cukup tinggi untuk seseorang berusia 17 tahun. Dan berhubung kau masih muda, force mu masih bisa kau kembangkan dengan mudah. Kau bisa menjadi dewa api! Dan bila kau mengamuk hanya karena perkelahian saling ejek mengejek dengan rekanmu … kau bisa menjadi setan! Tolong lain kali, kendalikan emosimu.”
apa ukuran takaran kekuatan "force" itu mengganggu kenyamanan membaca?
saya di sarankan menggantinya dengan kalimat2 yang lebih bersahabat dengan pembaca non-gamer. barangkali "kekuatan forcenya besar" atau "kekuatan forcenya kecil"
tapi kalau cuma besar-sedang-kecil doang, takutnya malah jadi bisa bikin bingung.

ukuran force itu maksudnya sama seperti ukuran tinggi tubuh, ukuran seperti berapa lama orang bisa menahan nafas di dalam air.

mohon pendapatnya
__________________

this eye has emotion which talks deeper than words

I saw heaven, but I skipped it
I tried hell, but I didn't like it there


Last edited by Canon Bender; 01-28-2011 at 04:11 AM.
Reply With Quote
  #2  
Old 01-28-2011, 06:22 AM
Zoelkarnaen's Avatar
Zoelkarnaen Zoelkarnaen is offline
Anak Muda
Join Date: Nov 2010
Location: Jakarta
Posts: 216
Default

Buat saya sih tidak mengganggu.
===
Tapi ada yang saya ingin tanyakan...
Bagaimana cara mereka mengukur point-point force mereka sendiri?
Kalau memang ada caranya ya ga masalah, soalnya yang membahas point2 force-nya si-karakter itu sendiri.
__________________
A true friend stabs you in the front.
-Oscar Wilde-
Reply With Quote
  #3  
Old 01-28-2011, 04:45 PM
smith61's Avatar
smith61 smith61 is offline
Sesepuh
Join Date: Dec 2009
Location: Tempat yang pantas untuk dihancurkan
Posts: 1,178
Default

Gak usah pakek takaran macem itu.
__________________
"Writing does not cause misery. It is born of misery."
--Michel de Montaigne

"Creating is also a way of extending yourself. Your writing, or your art, or your company – all these things add to you worth, and the right creations fuse and compound over time. Think of it like buying shares in yourself."
--Oliver Emberton

"Don't fear god,
Don't worry about death;
What is good is easy to get, and
What is terrible is easy to endure."
-Tetrapharmakos of Epicurus-
Reply With Quote
  #4  
Old 01-28-2011, 06:39 PM
Alfare's Avatar
Alfare Alfare is offline
Anak Muda
Join Date: Oct 2007
Posts: 63
Default

Entah ya. Situasi pemaparannya aja buatku masih terasa aneh. Kayaknya mending kamu tambahin lebih banyak narasi tentang tanggapan dan bahasa tubuh kedua tokoh agar keadaannya terasa lebih wajar.

Sejujurnya, menurutku enggak ada masalah dengan menggunakan angka--atau dalam hal ini, satuan yang bisa diukur. Tapi kalau begitu nanti muncul pertanyaan tentang bagaimana cara mengukurnya, dan soal itu jadi mesti dijelaskan lebih dalam lagi.
__________________
Reply With Quote
  #5  
Old 02-09-2011, 11:17 AM
Canon Bender's Avatar
Canon Bender Canon Bender is offline
Anak Muda
Join Date: Oct 2010
Posts: 412
Default

#pengukuran
apa berdasarkan insting saja cukup?
soalnya kadang kalau kita melihat orang,
kita ga ngukur, tapi kita bisa kira2 tinggi dan beratnya berapa.
tapi kayaknya maksa jg ya ..

#bahasa tubuh
bahasa tubuh?
misalnya yang seperti apa?
(takut dibilang terlalu detil)

@smith
well... gua bukan mesin atau komputer yang bisa disuruh jangan, ga bole, harus, dll dan harus nurut begitu saja unless u tell me the reason, or got a better idea or any better solution?

=========================
akhirnya sekarang kuganti jadi : terlatih atau tidak.
sama seperti orang melatih ilmu kebatinan atau keterampilan kinestetik ...
tapi takutnya seperti ini kurang variatif ... semoga gpp.
__________________

this eye has emotion which talks deeper than words

I saw heaven, but I skipped it
I tried hell, but I didn't like it there

Reply With Quote
  #6  
Old 02-20-2011, 12:20 PM
smith61's Avatar
smith61 smith61 is offline
Sesepuh
Join Date: Dec 2009
Location: Tempat yang pantas untuk dihancurkan
Posts: 1,178
Default

:-| saya lagi malas hehehe, yah saya posting pendapat saya yang alasannya ga jauh beda dari yang lain..maapkan kemalasan ini..good luck.
__________________
"Writing does not cause misery. It is born of misery."
--Michel de Montaigne

"Creating is also a way of extending yourself. Your writing, or your art, or your company – all these things add to you worth, and the right creations fuse and compound over time. Think of it like buying shares in yourself."
--Oliver Emberton

"Don't fear god,
Don't worry about death;
What is good is easy to get, and
What is terrible is easy to endure."
-Tetrapharmakos of Epicurus-
Reply With Quote
  #7  
Old 02-20-2011, 09:33 PM
stezsen stezsen is offline
Anak Muda
Join Date: Feb 2010
Posts: 98
Default

ya ya sangat bermasalah ><
soalnya diriku bukan gamer (nah, dapat contoh kasus kan)
klo diriku yg baca penggalan cerita itu, langsung otak menjerit2 "ini mw baca novel ato walkthrough si?"
(oh, ya, ku bukan gamer, tpi pernah main game. dan krn males mainnya biasanya baca walkthrough eheheh)

dan, ya lagi buat komentarnya si boss (lirik2 boss alfare XD)
ku acung tangan n nanya, "itu cara ngukurnya gimana? pake timbangan badan? penggaris? ato neraca pegas? - lho lho -" (ditabok)
klo main game kan yg ngukur kompie
klo di novel yg ngukur sapa? apa si char yg bisa ngukur itu punya mata sakti penghitung force?

lagipula (protes pembaca non-gamer lagi), kenapa bisa ada nama zhuge, coventina, abram, dan force di satu tempat?
mungkin krn penamaannya yg terkesan asal comot (ditabokpakebakiak) jd kerasa aneh
klo misalnya semua dijadiin 1 bahasa (klo bisa jgn inggris si -IMO) mungkin bisa lebih enak dibaca

begitu kira2 pendapat seorang non-gamer
semoga bisa membantu ^^
Reply With Quote
  #8  
Old 02-21-2011, 08:45 AM
neko-man neko-man is offline
Anak Muda
Join Date: May 2008
Location: jogja
Posts: 195
Default

Masalah konkrit adalah masalah pengukuran. Pertama dikatakan kalau Force itu punya ukuran. Tapi tiap ukuran pasti punya neraca hitung. Misalnya "Km, Candela, meter, meter-kubik." Di sini Force sama sekali tidak memiliki ukuran. 3000? 3000 apa?

Kedua adalah Abram adalah orang yang agak aneh. Itu karena dia tiba-tiba menceritakan hal yang tidak berhubungan dengan pertanyaan. Kemudian nyerocos saja soal fakta ilmiah. Soal ukuran force-lah, soal pengendali api. Kesannya seperti ensiklopedi . Buatlah tanya jawab prolog dahulu sebelum dibawa masuk ke dalam penjelasan-penjelasan macam itu. Bisa juga dibuat macam tanya jawab, tapi itu nanti tergantung pengarang masing-masing bagaimana cara pengarang membawakannya.

Ketiga, “Force?” Zhuge kebingungan. Saat itu Zuge benar-benar kebingungan. Entah dia sangat bingung sampai tidak berkata apa-apa atau dia sangat jenius. Kan bisa saja dia memotong, meminta penjelasan, memberikan pendapat,atau bahkan meminta Abram diam. misal : "Force?" Zhuge kebingungan "Maksudmu seperti baterai." Dia juga bisa menanyakan beberapa masalah seperti "ukuran Force", "penjelasan angka-angka" dsb.

Angka-angka sebenarnya tidak masalah menurutku, memang banyak orang yang alegi dengan yang namanya matematika. Tapi kupikir tergantung bagaimana cara membawakannya saja.
Reply With Quote
  #9  
Old 02-21-2011, 11:30 AM
heinz heinz is offline
Anak Muda
Join Date: Dec 2009
Posts: 103
Default

Aku setuju dengan neko-man.
Akhirnya yang buatku jadi masalah di sini bukan masalah force ato takarannya, tapi cara penyampaian si Abram-nya. Somehow seperti pengumuman ato kuliah ato gimana gitu. Gak menarik. Tapi ya cuma penggalan juga sih.

Dan ya, mungkin harus ditilik dari sudut pandang umum juga. Gamer mungkin bisa terima penjelasan ala gini. Tapi buat para non-gamer semisal golongan chick-lit-er, kasian mereka.
Reply With Quote
  #10  
Old 03-12-2011, 02:09 AM
Canon Bender's Avatar
Canon Bender Canon Bender is offline
Anak Muda
Join Date: Oct 2010
Posts: 412
Default

Quote:
Originally Posted by stezsen View Post
lagipula (protes pembaca non-gamer lagi), kenapa bisa ada nama zhuge, coventina, abram, dan force di satu tempat?
mungkin krn penamaannya yg terkesan asal comot (ditabokpakebakiak) jd kerasa aneh
klo misalnya semua dijadiin 1 bahasa (klo bisa jgn inggris si -IMO) mungkin bisa lebih enak dibaca
hmm .. gw cuma bisa bilang ...
just trust me, gw ga sembarangan namain tokoh2 novel gw.
yg "abram" memang sudah kuganti. tapi sisanya, ga bisa kuganti...
selain dari yg gw quote ini, trims atas komentarnya, I'll reconsider it.

Quote:
Originally Posted by smith61 View Post
:-| saya lagi malas hehehe, yah saya posting pendapat saya yang alasannya ga jauh beda dari yang lain..maapkan kemalasan ini..good luck.
~_____~ ok lah kalau begitu

Quote:
Originally Posted by neko-man View Post
Masalah konkrit adalah masalah pengukuran. Pertama dikatakan kalau Force itu punya ukuran. Tapi tiap ukuran pasti punya neraca hitung. Misalnya "Km, Candela, meter, meter-kubik." Di sini Force sama sekali tidak memiliki ukuran. 3000? 3000 apa?

Kedua adalah Abram adalah orang yang agak aneh. Itu karena dia tiba-tiba menceritakan hal yang tidak berhubungan dengan pertanyaan. Kemudian nyerocos saja soal fakta ilmiah. Soal ukuran force-lah, soal pengendali api. Kesannya seperti ensiklopedi . Buatlah tanya jawab prolog dahulu sebelum dibawa masuk ke dalam penjelasan-penjelasan macam itu. Bisa juga dibuat macam tanya jawab, tapi itu nanti tergantung pengarang masing-masing bagaimana cara pengarang membawakannya.

Ketiga, “Force?” Zhuge kebingungan. Saat itu Zuge benar-benar kebingungan. Entah dia sangat bingung sampai tidak berkata apa-apa atau dia sangat jenius. Kan bisa saja dia memotong, meminta penjelasan, memberikan pendapat,atau bahkan meminta Abram diam. misal : "Force?" Zhuge kebingungan "Maksudmu seperti baterai." Dia juga bisa menanyakan beberapa masalah seperti "ukuran Force", "penjelasan angka-angka" dsb.

Angka-angka sebenarnya tidak masalah menurutku, memang banyak orang yang alegi dengan yang namanya matematika. Tapi kupikir tergantung bagaimana cara membawakannya saja.
Quote:
Originally Posted by heinz View Post
Aku setuju dengan neko-man.
Akhirnya yang buatku jadi masalah di sini bukan masalah force ato takarannya, tapi cara penyampaian si Abram-nya. Somehow seperti pengumuman ato kuliah ato gimana gitu. Gak menarik. Tapi ya cuma penggalan juga sih.

Dan ya, mungkin harus ditilik dari sudut pandang umum juga. Gamer mungkin bisa terima penjelasan ala gini. Tapi buat para non-gamer semisal golongan chick-lit-er, kasian mereka.
hmm .. Ic ... sepertinya memang ga ngalir dialognya yah?
thx a lot. semoga gw tau apa yg harus gw lakuin di sini.

sebenernya dialog itu bener2 penggalan cerita yang didietkan dengan kasar.
kalau tertarik baca penggalan yang lebih ga kasar,
http://kemudian.com/node/253556
(ga maksud promosi, sekalipun keliatan seperti lagi promosi)
__________________

this eye has emotion which talks deeper than words

I saw heaven, but I skipped it
I tried hell, but I didn't like it there


Last edited by Canon Bender; 03-12-2011 at 02:30 AM.
Reply With Quote
Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 08:37 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.1
Copyright ©2000 - 2019, Jelsoft Enterprises Ltd.