Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com  

Go Back   Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com > RUANG DISKUSI > Puisi
Register Forgot Password

Reply
 
Thread Tools Display Modes
  #31  
Old 10-01-2012, 02:22 AM
arsenal mania's Avatar
arsenal mania arsenal mania is offline
Anak Muda
Join Date: May 2008
Location: Jakarta
Posts: 275
Send a message via Yahoo to arsenal mania
Cool ahahai

saya jadi pengen OOT (lagi) deh.

Jadi puisi itu apa dan kenapa harus ada?
Sialan! Kenapa saya harus menemukan pertanyaan se-biasa-itu???
ngomongngomong saya ternyata cool banget ya

aak...ahak...ahak... piss gan
Reply With Quote
  #32  
Old 10-01-2012, 05:19 AM
toebugz toebugz is offline
Anak Muda
Join Date: Jun 2010
Location: tasikmalaya
Posts: 29
Default

jiak kak kak kak.... sayah juga cool om, cooli

Puisi gak harus ada om... Yang harus hidup itu rasa dan hidup itu sendiri
*hmm, sayah jg bingung... Inih sayah lg ngomong apah yaak...*
Reply With Quote
  #33  
Old 10-02-2012, 02:08 AM
samalona's Avatar
samalona samalona is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 1970
Location: Makassar, Bogor, Surabaya, Nusa Dua
Posts: 167
Default

Quote:
Originally Posted by toebugz View Post
btw, "prosa liris dengan kecenderungan yang ada sekarang" itu yang seperti apa om? bisa di deskripsikan?
Prosa liris yang menjadi idaman saya adalah seperti keluaran sastra lama, Si Umbut Muda, karya Tulis Sutan Sati. Tulisannya berbentuk paragraf, tetapi sarat dengan rima dan gaya bahasa seperti dalam pantun. Itu prosa yang liris. Tentu saja di masa sekarang saya tidak mengharapkan sesuatu yang persis sama dengan itu, tetapi setidaknya saya mendambakan melihat hubungan prosa liris sekarang dengan prosa liris zaman dulu; dengan begitu terlihat perkembangannya.
Kenyataannya, kecenderungan prosa liris sekarang adalah puisi yang berbentuk prosa. Itu yang saya lihat, setidaknya di kekom dan beberapa tempat termasuk dalam beberapa buku antologi puisi yang saya baca. Mungkin juga karena saya membaca di puisi. Tetapi bukan itu pokok pembicaraan saya. Yang saya perhatikan adalah puisi yang kita sebut prosa liris yang saya baca-baca itu cenderung berkisar di nada romantis, kadang sedikit suram (baca: galau), dan mengandalkan aliterasi dan asonansi. Ada juga yang berima akhir, tetapi jarang ditemukan.
Timbul sedikit keprihatinan bahwa prosa liris terjebak dalam citra romantis atau kegalauan saja. Ada satu prosa liris yang saya temukan di kekom yang mengandung sarkasme dan mengusung kritik sosial. Saya lupa judulnya atau punya siapa. Menurut saya itu bagus. Saya juga mau belajar mengembangkan prosa liris ke arah yang lain seperti itu. Mungkin saja sudah ada yang lebih dulu bertindak dan berkarya di jalur itu. Oh ya. ada satu anggota lama kekom yang sudah lama tidak aktif yang menulis seperti itu. Mudah-mudahan saya menemukan lebih banyak lagi, dan mudah-mudahan saya sendiri bisa berkarya juga seperti mereka.
Maaf kalau kesannya tanggapan ini kurang fokus.
__________________
We always did feel the same
We just saw it from a different point of view
-- Bob Dylan, Tangled Up in Blue
Reply With Quote
  #34  
Old 10-07-2012, 06:28 PM
toebugz toebugz is offline
Anak Muda
Join Date: Jun 2010
Location: tasikmalaya
Posts: 29
Default

hm... Jadi tertantang... Ajari saya untuk membuat seperti itu om. Karena sayah blom menggali tentang prosa liris.
Reply With Quote
  #35  
Old 11-22-2012, 01:06 PM
ArlindaEka ArlindaEka is offline
Anak Muda
Join Date: Nov 2012
Posts: 4
Default

Quote:
Originally Posted by samalona View Post
Prosa liris yang menjadi idaman saya adalah seperti keluaran sastra lama, Si Umbut Muda, karya Tulis Sutan Sati. Tulisannya berbentuk paragraf, tetapi sarat dengan rima dan gaya bahasa seperti dalam pantun. Itu prosa yang liris. Tentu saja di masa sekarang saya tidak mengharapkan sesuatu yang persis sama dengan itu, tetapi setidaknya saya mendambakan melihat hubungan prosa liris sekarang dengan prosa liris zaman dulu; dengan begitu terlihat perkembangannya.
Kenyataannya, kecenderungan prosa liris sekarang adalah puisi yang berbentuk prosa. Itu yang saya lihat, setidaknya di kekom dan beberapa tempat termasuk dalam beberapa buku antologi puisi yang saya baca. Mungkin juga karena saya membaca di puisi. Tetapi bukan itu pokok pembicaraan saya. Yang saya perhatikan adalah puisi yang kita sebut prosa liris yang saya baca-baca itu cenderung berkisar di nada romantis, kadang sedikit suram (baca: galau), dan mengandalkan aliterasi dan asonansi. Ada juga yang berima akhir, tetapi jarang ditemukan.
Timbul sedikit keprihatinan bahwa prosa liris terjebak dalam citra romantis atau kegalauan saja. Ada satu prosa liris yang saya temukan di kekom yang mengandung sarkasme dan mengusung kritik sosial. Saya lupa judulnya atau punya siapa. Menurut saya itu bagus. Saya juga mau belajar mengembangkan prosa liris ke arah yang lain seperti itu. Mungkin saja sudah ada yang lebih dulu bertindak dan berkarya di jalur itu. Oh ya. ada satu anggota lama kekom yang sudah lama tidak aktif yang menulis seperti itu. Mudah-mudahan saya menemukan lebih banyak lagi, dan mudah-mudahan saya sendiri bisa berkarya juga seperti mereka.
Maaf kalau kesannya tanggapan ini kurang fokus.
Baca2... Pikir2... Paham2...
Nice info... Salam kenal.. aq baru gabung di forum ini..
Reply With Quote
  #36  
Old 11-22-2012, 02:12 PM
Zulf_One Zulf_One is offline
Anak Muda
Join Date: Nov 2012
Posts: 5
Default

kalau saya lebih milih puisi kategori berat yang gak sekali baca bisa mengerti , yang intinya seperti teka teki , dan memberikan suasana gelap (o_o)b

bentuk puisi bebas aja , karena buat puisi itu apa kata hati
Reply With Quote
  #37  
Old 08-26-2013, 01:17 AM
nazokagi nazokagi is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2010
Posts: 8
Default

saia suka puisi yang padat
Reply With Quote
  #38  
Old 08-27-2013, 12:12 PM
Kristina Dwi Pratiwi Kristina Dwi Pratiwi is offline
Anak Muda
Join Date: Jun 2010
Location: Indonesia-Jepang
Posts: 124
Post

Yang jelas klo aku suka puisi yang dibuat oleh penulis puisi tersebut dengan gaya penulisan yang bebas tapi lebih mengkritik justru lbh menarik
Reply With Quote
  #39  
Old 03-12-2014, 07:01 PM
ItoPamilih ItoPamilih is offline
Anak Muda
Join Date: Oct 2011
Posts: 4
Default Rima 4 Life!!

Yang paling saya senangi dari puisi adalah rima.
Membikin rima yang bagus dan jangan sampai terkesan memaksakan itu butuh kecermatan tertentu. Apalagi sembari memelihara makna yang ingin dibangun dalam pusisi terebut.
Seluruh energi saya habiskan untuk belajar menyusun pusisi yang seperti itu. Hehehe.
Reply With Quote
  #40  
Old 09-26-2016, 12:41 PM
Monox D. I-Fly Monox D. I-Fly is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2011
Posts: 244
Default

Quote:
Originally Posted by ItoPamilih View Post
Yang paling saya senangi dari puisi adalah rima.
Membikin rima yang bagus dan jangan sampai terkesan memaksakan itu butuh kecermatan tertentu. Apalagi sembari memelihara makna yang ingin dibangun dalam pusisi terebut.
Seluruh energi saya habiskan untuk belajar menyusun pusisi yang seperti itu. Hehehe.
Sama... Dan inilah alasan kenapa saya suka lagu rap... Rimanya bagus...
Reply With Quote
Reply

Tags
belajar puisi, jenis puisi, puisi

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 05:09 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.1
Copyright ©2000 - 2019, Jelsoft Enterprises Ltd.