Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com  

Go Back   Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com > Artikel > Kitab Kepenulisan
Register Forgot Password

Reply
 
Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 01-21-2012, 01:28 PM
ang ang is offline
Anak Muda
Join Date: Dec 2009
Posts: 2
Post Langkah-langkah Mengedit Puisi

Oleh Ang Smarandana

PROSES MENULIS PUISI

Proses mengedit puisi berbeda dengan proses menulis puisi. Ketika kita menulis puisi, yang bekerja adalah otak kanan, sedangkan ketika mengedit puisi, yang bekerja adalah otak kiri.

Otak kanan bersifat emosional, kreatif dan spontanitas, sedangkan otak kiri bersifat logis dan penuh pertimbangan.

Itulah alasannya mengapa ketika kita menulis puisi, kita sangat disarankan agar jangan mengedit atau mereka-reka kata, sampai puisinya selesai. Sebab mengedit saat puisi sedang ditulis dapat mematikan kreatifitas dan sifat spontanitas.

MENGAPA PUISI DIEDIT

Ada beberapa alasan mengapa puisi diedit, di antaranya:
1. TIDAK SESUAI. Puisi yang ditulis tidak sesuai dengan apa yang ingin diungkapkan
2. KURANG BAGUS. Hasilnya kurang bagus atau kurang menarik
3. INGIN MENGUBAH. Ingin menyamarkan maksud, ingin mencoba sesuatu yang lain, mengubah ke bentuk lain

PUISI MENJADI TIDAK SESUAI

Kadang kita menulis puisi, hasilnya malah berbeda dari yang ingin diungkapkan. Penyebabnya bisa jadi karena kita lupa pada ide awalnya, bisa jadi karena tiba-tiba muncul ide lain ketika kita menulis, atau karena tidak fokus sehingga melebar kemana-mana, atau sebab-sebab lain.

PUISI KURANG BAGUS ATAU TIDAK MENARIK

Kata kang Acep Zamzam Noor, puisi yang baik adalah puisi yang membuat bulu kuduk berdiri. Jadi, anggap saja kalau puisi tidak membuat bulu kuduk berdiri adalah puisi yang tidak baik atau kurang bagus, atau biasa saja. Dan penyebab karena puisi yang diciptakan tidak bisa memberikan pengalaman baru bagi pembacanya dan tidak membangkitkan emosi.

INGIN MENGUBAH PUISI

Mungkin ketika kita belajar puisi atau sedang bereksperimen dengan puisi, kita mencoba-coba hal baru dengan mengotak-atik puisi yang ada. Atau bisa juga puisi mengandung hal-hal yang SARA, susila atau politis sehingga kita harus menyamarkannya.

Itulah alasan-alasan mengapa puisi diedit.


PROSES MENGEDIT PUISI

Tiap orang, tentu, memiliki alur pengeditan yang berbeda, tergantung kebiasaan dan selera. Namun secara umum, alurnya kurang lebih sebagai berikut:

proses awal penulisan puisi -> pengendapan -> review -> pengeditan -> pengendapan -> review -> publikasi

proses bisa berlangsung linear, bisa juga berputar-putar pada tahapan tertentu, khususnya pada alur pengendapan->review->pengeditan, proses bisa berputar-putar tak terhingga, atau mengendap selamanya.

1. PENGENDAPAN

Sesudah menyelesaikan puisi, yang pertama kali harus dilakukan adalah mengendapkan, yaitu kita tinggalkan, atau kita lupakan. Mungkin bisa kita tinggal pergi minum kopi beberapa hari.

2. REVIEW

Untuk puisi yang baru ditulis, yang masih draft, tujuan review tentu untuk menemukan kekurangan lalu memperbaikinya. Untuk review-review berikutnya, tujuannya biasanya untuk meningkatkan kualitas karya kita.

Seringkali, sesudah diedit, malah ditemukan kekurangan baru, yang harus diperbaiki lagi, maka kadang-kadang proses pengeditan puisi bisa makan waktu. Tidak usah khawatir, konon Goenawan Mohamad pun kadang membutuhkan tahunan untuk sebuah puisi.

Pada saat review, bacalah beberapa kali, sesekali dengan bersuara, kalau tidak mengganggu tetangga, bacalah dengan nyaring.

Untuk memudahkan dalam mereview puisi, ada baiknya mengurai puisi ke dalam strukturnya, yaitu struktur batin dan struktur lahir. Struktur batin (ruh) meliputi makna, tema dan karsa dan struktur lahir (fisik) meliputi diksi, bunyi dan imaji. Dari elemen-elemen tersebut kita bisa mengajukan beberapa pertanyaan:

Pertanyaan yang berkaitan dengan struktur batin:
a. apakah puisi sesuai dengan apa yang ingin diungkapkan?
b. apakah yang disampaikan dalam puisi jelas dan tajam?
c. apakah ada bagian-bagian yang tidak jelas, atau membingungkan?
d. apakah bait-baitnya 'nyambung' dengan pikiran utama, apakah tetap fokus?
e. ...

Pertanyaan yang berkaitan dengan struktur lahir:
a. apakah pencitraannya berhasil?
b. apakah dibacanya enak?
c. apakah didengarnya enak?
d. apakah diksinya tepat, gaya bahasanya oke, metaforanya sesuai, dan sebagainya?

... anda bisa menambahkan pertanyaan-pertanyaan lain berikutnya ...

Dari review, kita bisa memberi tanda, bagian-bagian yang perlu perhatian.

3. PENGEDITAN

Mengedit puisi berbeda dengan mengedit novel, karena puisi adalah karangan pendek maka perubahan sedikit dapat berpengaruh besar terhardap karya keseluruhan. Maka mengedit puisi bersifat holistik, setiap editan agar mempertimbangankan pengaruh yang ditimbulkannya. Sebab, bisa jadi karena mengubah satu kata, puisi menjadi luar biasa, atau malah binasa.

Ada 4 kategori pengeditan berdasarkan banyak sedikitnya yang diedit (bisa berdasarkan catatan review):
Tidak Diedit
Edit Sedikit
Edit Lumayan
Edit Habis

TIDAK DIEDIT
Sebuah karya tidak perlu diedit apabila menemui kondisi berikut:
Sudah tidak ada yang perlu diperbaiki, sudah mendekati sempurna, apalagi jadwal penerbitan sudah tenggat
Terlalu banyak yang harus diperbaiki, strukturnya parah, harus dibangun ulang, adalah pilihan untuk tidak perlu mengeditnya lagi, bikin saja yang baru.

EDIT SEDIKIT
Mungkin mengedit EYD, penggunaan huruf kecil dan besar, titik dan koma, atau mengubah beberapa kata seperlunya

EDIT LUMAYAN
Biasanya terjadi pada hasil review struktur fisik. Seperti penajaman diksi, gaya bahasa, pencitraan, penggunaan metafora, juga pengaturan bunyi.

EDIT HABIS
Puisi kita terlalu parah, baik lahir dan batin. Tapi kita masih ingin menyelamatkannya. Ada kenangan indah di dalamnya.

PROSES PENGEDITAN

Tahapan pengeditan, tidak harus runut, tidak harus nurut ...
HILANGKAN
GANTIKAN
TAMBAHKAN
...

HILANGKAN
Hilangkan bagian-bagian yang tidak diperlukan, apakah kata, kalimat, baris, maupun bait. Yang dimaksud tidak diperlukan adalah, apabila ia dihilangkan, dampaknya adalah tidak mengubah arti, atau tidak memperlemah arti. Bahkan lebih baik lagi kalau memperkuat arti secara keseluruhan. Paling gampang adalah menghilangkan kata-kata depan dan penghubung yang tidak diperlukan. Bahkan ada yang menghilangkan seluruh isi puisi sehingga yang tersisa judulnya, hehehe.

GANTIKAN
Kita juga bisa mengganti kata atau kalimat agar efek dan maknanya lebih kuat, kata-kata yang perlu diganti:
Kalimat klise
Kalimat menceritakan digantikan kalimat menggambarkan, kalimat menggambarkan biasanya digambarkan dengan sesuatu yang tersentuh panca indera, misalnya warna, bau, bunyi, sentuhan kulit, dsb.
Kalimat yg lemah efeknya, misalnya antara meminum dan menenggak, antara menerpa dan menghantam
Kalimat yang bertele-tele, bisa menjadi lebih ringkas
Kata-kata yang terlalu sering digunakan
...

TAMBAHKAN
Kadang ada bagian puisi yang tidak jelas sehingga maknanya menggantung, kita bisa tambahkan semacam hint, atau kalimat baru, atau bahkan bait baru ...
Kadang kalimat kurang emosional, kita bisa tambahkan kata-kata yang membangkitkan emosi.
...

Silakan kalau anda ingin menambahkan pengalaman anda dalam menulis dan mengedit puisi.

Ang

---o))}{((o--
Reply With Quote
Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 09:43 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.1
Copyright ©2000 - 2019, Jelsoft Enterprises Ltd.