Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com  

Go Back   Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com > RUANG DISKUSI > Cerpen
Register Forgot Password

 
 
Thread Tools Display Modes
Prev Previous Post   Next Post Next
  #30  
Old 08-13-2009, 11:00 AM
miss worm miss worm is offline
Anak Muda
Join Date: May 2007
Posts: 7
Default akhirnya dimulai juga pembahasan cerpen kita...

pertama-tama, terima kasih kepada mas hammam...

kedua, berikut beberapa hasil pembacaan saya. saya akan memulai dari hal-hal kecil dan teknis. setelah itu, baru membahas hal besar (ah tapi mungkin tidak perlu karena yang lain sudah melakukannya).

1. saya berbeda dengan beberapa teman yang sudah komentar di atas. saya justru agak terganggu dengan puisi di awal cerpen. keberadaan puisi itu membuat saya sempat berpikir mas hammam salah posting hahaha. saya lebih suka prosa diawali dengan elemen prosa: kalimat dan paragraf. dengan begitu, kemampuan penulis bisa langsung kelihatan, apakah dia bisa menyedot pembaca sejak awal karya atau tidak.

2. saya mempertanyakan pemakaian 'pada' dalam kalimat-kalimat berikut:
-Ia pikir bahwa mungkin banyak jiwa yang sama berjalan pada gelap. Pada gelombang yang entah apa.
-meski juga pada teori kuantum yang merajalela pada otak-otak brilian
-Dia hanya masih mengingat bahwa dia pernah bergerak-gerak cepat pada sebuah tangan
-Pada kesadarannya, dia bertanya-tanya, di manakah sebenarnya letak jiwa? Diakah jiwa?
-dll (kasus serupa banyak sekali, lho, michelle).

mengapa ini saya anggap penting? penulis perlu memerhatikan betul setiap kata yang dia gunakan, yang dia pilih untuk melengkapi kalimatnya. 'di' atau 'pada' atau 'dalam' atau 'kepada' atau 'ke' dst. sekilas memang terlihat sepele (hal sepele memang terlalu sepele untuk dipelajari), tetapi ada pembaca-pembaca tertentu yang cukup peka dan membedakan secara spesifik fungsi kata-kata tersebut.

3. kalimat berikut ini saya nilai tidak perlu: Ketika pun mereka harus berpapasan, mungkin tidak akan ada yang saling menatap.
karena dalam kalimat sebelumnya sudah dikatakan bahwa mereka tidak saling melihat. kalau mereka tidak saling melihat, berarti sudah jelas dong mereka tidak akan menatap. lalu, untuk apa mengulang informasi? jenis kalimat seperti ini boleh disebut sebagai lemak. kalau kata villam, bisa dihilangkan.

4. saya mempertanyakan susunan dan logika kalimat-kalimat berikut (dan sejumlah kalimat lainnya):
-Kalaupun keberadaan mereka mampu dijelaskan oleh teori atom di Fisika atau di Kimia, meski juga pada teori kuantum yang merajalela pada otak-otak brilian, apakah mereka sungguh perlu melihat diri masing-masing melalui mata yang berkekuatan mikroskop elektron? Sedang mereka, berjalan tanpa mata. (mengapa ada tanda koma di belakang kata 'mereka' dalam anak kalimat terakhir?)

-Dia hilang dari sesuatu dan menjadi bagiannya sendiri. Dia hanya masih mengingat (atau ingat?) bahwa dia dulu pernah memiliki tempat lain untuk tinggal. Dia pernah mengisi (nah, ini kontradiktif dengan pemakaian 'pada' di pembahasan di atas ketika penulis ngobrolin tangan dan jari) bagian tubuh seseorang dan hidup di sana. Atau terserahnya (apa maksud kalimat ini?).

-Seperti halnya ekor cacing yang masih bergerak-gerak bahkan ketika kepalanya diputus. (kenapa dua kalimat ini dipisahkan titik? ini bisa merancukan pemahaman) Dia menjadi bagian pada jari telunjuk yang masih hidup ketika jantung orang itu berhenti. Namun akhirnya dia lepas.

.... nah, segitu dulu... nanti dilanjut. *belum selesai membaca cerpen michelle dan harus buru-buru off*
Reply With Quote
 

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 04:27 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.1
Copyright ©2000 - 2019, Jelsoft Enterprises Ltd.