Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com  

Go Back   Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com > RUANG DISKUSI > Puisi
Register Forgot Password

Reply
 
Thread Tools Display Modes
  #11  
Old 01-09-2012, 11:26 AM
sefa ayu sefa ayu is offline
Anak Muda
Join Date: Nov 2011
Posts: 77
Default

Quote:
Originally Posted by Dedalu View Post
ya, puisi curcol ya boleh sih boleh,
tapi berbeda,
selain curcol kita juga harus memahami pembaca,
makanya di kekom ini kita belajar menulis, yaitu belajar untuk persuasif/deskriptif/rekreatif,
biarpun itu curcol tapi tetap untuk tujuan diatas

maaf kalau komentar saia sotoy, tapi beginilah apa adanya
nice komen dedalu
memahami pembaca *bener banget dan pembaca pun mesti memahami penulis yg sedang tumbuh dan mengasah diri (bukan bgitu?? )

yuppi.. intinya, kalau ngomen itu ga masalah, asalkan mutu dn bisa diprtanggungjwbkan * hehe, slam sastra dedaluuu..
Reply With Quote
  #12  
Old 01-09-2012, 11:47 AM
Dedalu's Avatar
Dedalu Dedalu is offline
Anak Muda
Join Date: Oct 2011
Location: Behind you
Posts: 166
Default

nyahiihihi
betul betul betul
komentar juga mempengaruhi kepribadian penulis, jadi kalo komennya 'sesuatu', penulisnya jadi down, apa lagi yang di komentari itu member baru,

salam sastra juga sefa
__________________
"Like I Care"

signature picture
Reply With Quote
  #13  
Old 01-09-2012, 01:12 PM
Shinichi's Avatar
Shinichi Shinichi is offline
Panglima
Join Date: Aug 2007
Location: London, Tokyo, Daneldram
Posts: 2,166
Send a message via Yahoo to Shinichi
Default

iya. udah sering dan memang isu lama di situs ini. jadi, bisa dibilang diskusi mengenai koment yang bilang "curcol, ya?" atau "lagi curcol, ya?" itu bukan bertujuan menghentikan komentar seperti itu. penulis nggak bisa mengatur bagaimana tanggapan pembaca terhadap tulisannya. namanya juga pembaca apalagi member situs ini banyak. rame. jadi komentar bisa macam2. dan bdw, saia lebih yakin kalau koment itu ada karena "itulah" yg muncul di benak pembacanya. jadi, kalau thread ini bertujuan menghilangkan sifat-sifat pembaca yang berkomentar seperti itu, saia yakin nggak akan berhasil.

terus, ada baiknya penulis atau calon penulis nggak berharap begitu banyak dari pembaca. mau member sejak jaman purbakala pun, bukan berarti doi lebih baik dari member yg baru gabung sejam yg lalu, lho. dan mungkin saja kelakuan member lama itu adalah hasil didikan member sebelumnya. sebab, yg saia tau, komentar di kemudian.com dulu-dulunya pada pedes abis. begitulah kira-kira. dan itu bukan jadi masalah sebenarnya jika penulis bisa dengan bijak menanggapi. toh, penulis kan yg ingin karyanya dibaca-tanggapi? atau pembaca yang ingin komentarnya dibaca-tanggapi?

siapa yg ingin dibaca karyanya berarti siap untuk dikomentari. artinya, koment seperti apapun itu. mau menjatuhkan mental, kek atau membangun gedung, kek, nggak jadi soal. yg jadi masalah itu adalah komentar penghinaan, menjelek-jelekkan, rasis, dsb, dsb. itupun kalau komentar curcol dibilang menghina, ya? ehehehe. dan bagaimana penulis menanggapinya? itulah masalah utama. jadi bukan pelarangan komentar curcol atau jangan terlalu "keras" jangan terlalu "pedas". memang sih ini timbal balik. penulis juga macem2. ada yg masiy SD mungkin. macam2 dah. jadi mungkin komentar tsb membuat mereka patah semangat. tapi itu pun masih sebatas mungkin. nah! poinnya adalah gimana biar mereka nggak patah semangat, bukan gimana kalok member yg komentar begitu "ditertibkan".

jadi saia pikir masalahnya cuma dua:

yang pertama itu, mengemas komentar. koment tsb sewajarnya disertai masukan. soalnya, saia cukup sering juga mengomentari tulisan dan mengatakannya sebatas curhatan, tak lebih. tapi saia berusaha menjelaskan kenapa itu saia sebut curhat atau curcol. pun kadang2 saia berikan contoh melalui link tulisan member lain. plus: saia mohon maaf jika kurang berkenan sekaligus menyemangati. bedanya hanyalah pada cara mengemas komentar. dan begitu pulak yg musti dipelajarin penulisnya jika memang tetap ingin mempublikasikan tulisan di media umum semacam situs kemudian.com ini: mengemas tulisan. jadi itu bukan ledekan. setidaknya saia pribadi berpikir seperti itu.

dan yang kedua itu, udah saia singgung di poin pertama, adalah tanggapan. bahwasanya penulis musti lihai dan cerdas menanggapi komentar yg masuk ke tulisannya. jangan serta merta sewot hanya karena dibilang curcol. penulis nggak akan bisa mengatasi berbagai tanggapan pembaca, selain "memperbaiki" tulisannya. bisa aja dibilang "jelek" atau "nggak bagus ceritanya". sebatas itu, saia pikir penulis musti bisa mengatasinya. lain ceritanya koment yg datang itu menyerang penulis secara langsung. semisal: udahlah, berhenti aja nulis, mbak! jadi petani saja sana! atau yang menghina: "tulisan jelek begini lu pajang. ngaca dulu sana! dsb, dsb. okelah bisa saia tindak lanjuti. tapi kita sepakat kan kalau penulis musti belajar dari komentar pembacanya juga? dan baik lagi kalau semisal ia bertanya atau minta saran menyoal tulisannya yang dikomentari curcol tsb. belajar menulis lagi. dan bertanya ini nggak musti sama pembacanya, lho.

pembaca harus dilepaskan dari label penulis ketika ia memberi komentar meskipun member kemudian.com adalah keduanya. mereka membaca, mereka menanggapi. jika mau dapat koment yg membangun, boleh mintak sama penulis yg profesional, mungkin, atau yang udah nerbitin buku, penyair, kritikus sastra. dan sebaiknya jangan minta pembaca secara umum, seperti di situs ini, untuk menunjukkan kemampuannya, sebagai dasar perbandingan dan kepantasan ia berkomentar seperti itu. seolah-olah, "emang lu bisa? buktikan? mana tulisanmu? jangan taunya cuma komentar begitulah! dasar! itu sama saja penulis nggak sukak tulisannya ditanggapi di ruang publik, nggak sukak dikomentarin, nggak ku-ku, dsb. dan kalau memang begitu, jangan posting, deh. simpan saja. atau berikan tulisan tersebut pada yang penulis anggap cukup kompeten mengomentari. sekali lagi, situs kemudian.com ini terbuka untuk umum. bukan hanya penulis, tapi juga pembaca. makanya jangan berharap terlalu banyak sama komentar pembaca.

dan jika penulis (member) yang pergi dari situs ini begitu dikomentarin "curcol", itu adalah konteks kenyamanannya pribadi saja. saia lebih sukak mengatakan begitu alih-alih bilang penulis (member) tersebut terlalu "lemah" mental penulisnya atau patah semangat. soal efek, ehem, relatif kok. semuanya kan tergantung cara penulis menanggapi. jadi bukan karena komentnya yg pedes, isinya yang curhat, atau isi komentarnya gak membangun. semua itu bergantung sama penulisnya. kalau nggak tahan, ya gpp. kan nggak ada yang nyuruh buat posting dan dikomentarin disini. toh ada jugak kok yg gak sukak dikoment bagus doang. tapi mau bilang apa? begituuuuu

dan bdw, sampai saat ini belum ada thread yang cukup bisa mengantisipasi tanggapan "mellow" menyoal komentar "curcol". maksud saia, mbok ya ada gitu yang bikin thread semacam "kiat sukses keluar dari keterpurukan akibat komentar pembaca di kemudian.com" atau "cara ampuh dan jitu biar nggak patah semangat kalau dikomentarin pedes sama pembaca di kemudian.com". saia rasa itu bisa mengupayakan mengobati member-member yang gerah dengan kata "curcol". padalan sejatinya itu hanyalah kata-kata. saia tunggu deh. dan mohon maaf jika diskusi mengenai hal ini gak menghilangkan member-member yang suka berkomentar seperti itu. tapi ya, semoga mereka sadar kalau bisa saja tulisan yang mereka komentarin dengan "hanya" curcol itu adalah tulisan anak-anak yang rentan mematahkan semangat menulis mereka. dan kalaupun itu sudah terjadi, semoga mereka bisa bangkit dan bersemangat untuk menulis lagi serta lebih memahami bahwa begitulah yang namanya belajar. ada yg kritik gak jelas, koment pedas, ada yang bagus, ada yg peduli dengan kritik membangun. tapi saia yakin dan berharap member kemudian.com bisa mengatasi hal tersebut. kemudianers kan emang pada serius mau belajar menulis. jadi bukan mengeluh dengan sifat dan karakteristik pembaca.

mohon maaf jika kurang berkenan
kip nulis
ahak hak hak
__________________
Shinichi bersabda,
marilah kita membaca, menulis dan mengapresiasi di situs kemudian.com,
lalu
Jadilah pembaca yang budiman, penulis yang tekun dan pengkritik yang santun. Peristiwa 1:1

Reply With Quote
  #14  
Old 01-09-2012, 01:38 PM
sefa ayu sefa ayu is offline
Anak Muda
Join Date: Nov 2011
Posts: 77
Default

Quote:
Originally Posted by Shinichi View Post
iya. udah sering dan memang isu lama di situs ini. jadi, bisa dibilang diskusi mengenai koment yang bilang "curcol, ya?" atau "lagi curcol, ya?" itu bukan bertujuan menghentikan komentar seperti itu. penulis nggak bisa mengatur bagaimana tanggapan pembaca terhadap tulisannya. namanya juga pembaca apalagi member situs ini banyak. rame. jadi komentar bisa macam2. dan bdw, saia lebih yakin kalau koment itu ada karena "itulah" yg muncul di benak pembacanya. jadi, kalau thread ini bertujuan menghilangkan sifat-sifat pembaca yang berkomentar seperti itu, saia yakin nggak akan berhasil.

terus, ada baiknya penulis atau calon penulis nggak berharap begitu banyak dari pembaca. mau member sejak jaman purbakala pun, bukan berarti doi lebih baik dari member yg baru gabung sejam yg lalu, lho. dan mungkin saja kelakuan member lama itu adalah hasil didikan member sebelumnya. sebab, yg saia tau, komentar di kemudian.com dulu-dulunya pada pedes abis. begitulah kira-kira. dan itu bukan jadi masalah sebenarnya jika penulis bisa dengan bijak menanggapi. toh, penulis kan yg ingin karyanya dibaca-tanggapi? atau pembaca yang ingin komentarnya dibaca-tanggapi?

siapa yg ingin dibaca karyanya berarti siap untuk dikomentari. artinya, koment seperti apapun itu. mau menjatuhkan mental, kek atau membangun gedung, kek, nggak jadi soal. yg jadi masalah itu adalah komentar penghinaan, menjelek-jelekkan, rasis, dsb, dsb. itupun kalau komentar curcol dibilang menghina, ya? ehehehe. dan bagaimana penulis menanggapinya? itulah masalah utama. jadi bukan pelarangan komentar curcol atau jangan terlalu "keras" jangan terlalu "pedas". memang sih ini timbal balik. penulis juga macem2. ada yg masiy SD mungkin. macam2 dah. jadi mungkin komentar tsb membuat mereka patah semangat. tapi itu pun masih sebatas mungkin. nah! poinnya adalah gimana biar mereka nggak patah semangat, bukan gimana kalok member yg komentar begitu "ditertibkan".

jadi saia pikir masalahnya cuma dua:

yang pertama itu, mengemas komentar. koment tsb sewajarnya disertai masukan. soalnya, saia cukup sering juga mengomentari tulisan dan mengatakannya sebatas curhatan, tak lebih. tapi saia berusaha menjelaskan kenapa itu saia sebut curhat atau curcol. pun kadang2 saia berikan contoh melalui link tulisan member lain. plus: saia mohon maaf jika kurang berkenan sekaligus menyemangati. bedanya hanyalah pada cara mengemas komentar. dan begitu pulak yg musti dipelajarin penulisnya jika memang tetap ingin mempublikasikan tulisan di media umum semacam situs kemudian.com ini: mengemas tulisan. jadi itu bukan ledekan. setidaknya saia pribadi berpikir seperti itu.

dan yang kedua itu, udah saia singgung di poin pertama, adalah tanggapan. bahwasanya penulis musti lihai dan cerdas menanggapi komentar yg masuk ke tulisannya. jangan serta merta sewot hanya karena dibilang curcol. penulis nggak akan bisa mengatasi berbagai tanggapan pembaca, selain "memperbaiki" tulisannya. bisa aja dibilang "jelek" atau "nggak bagus ceritanya". sebatas itu, saia pikir penulis musti bisa mengatasinya. lain ceritanya koment yg datang itu menyerang penulis secara langsung. semisal: udahlah, berhenti aja nulis, mbak! jadi petani saja sana! atau yang menghina: "tulisan jelek begini lu pajang. ngaca dulu sana! dsb, dsb. okelah bisa saia tindak lanjuti. tapi kita sepakat kan kalau penulis musti belajar dari komentar pembacanya juga? dan baik lagi kalau semisal ia bertanya atau minta saran menyoal tulisannya yang dikomentari curcol tsb. belajar menulis lagi. dan bertanya ini nggak musti sama pembacanya, lho.

pembaca harus dilepaskan dari label penulis ketika ia memberi komentar meskipun member kemudian.com adalah keduanya. mereka membaca, mereka menanggapi. jika mau dapat koment yg membangun, boleh mintak sama penulis yg profesional, mungkin, atau yang udah nerbitin buku, penyair, kritikus sastra. dan sebaiknya jangan minta pembaca secara umum, seperti di situs ini, untuk menunjukkan kemampuannya, sebagai dasar perbandingan dan kepantasan ia berkomentar seperti itu. seolah-olah, "emang lu bisa? buktikan? mana tulisanmu? jangan taunya cuma komentar begitulah! dasar! itu sama saja penulis nggak sukak tulisannya ditanggapi di ruang publik, nggak sukak dikomentarin, nggak ku-ku, dsb. dan kalau memang begitu, jangan posting, deh. simpan saja. atau berikan tulisan tersebut pada yang penulis anggap cukup kompeten mengomentari. sekali lagi, situs kemudian.com ini terbuka untuk umum. bukan hanya penulis, tapi juga pembaca. makanya jangan berharap terlalu banyak sama komentar pembaca.

dan jika penulis (member) yang pergi dari situs ini begitu dikomentarin "curcol", itu adalah konteks kenyamanannya pribadi saja. saia lebih sukak mengatakan begitu alih-alih bilang penulis (member) tersebut terlalu "lemah" mental penulisnya atau patah semangat. soal efek, ehem, relatif kok. semuanya kan tergantung cara penulis menanggapi. jadi bukan karena komentnya yg pedes, isinya yang curhat, atau isi komentarnya gak membangun. semua itu bergantung sama penulisnya. kalau nggak tahan, ya gpp. kan nggak ada yang nyuruh buat posting dan dikomentarin disini. toh ada jugak kok yg gak sukak dikoment bagus doang. tapi mau bilang apa? begituuuuu

dan bdw, sampai saat ini belum ada thread yang cukup bisa mengantisipasi tanggapan "mellow" menyoal komentar "curcol". maksud saia, mbok ya ada gitu yang bikin thread semacam "kiat sukses keluar dari keterpurukan akibat komentar pembaca di kemudian.com" atau "cara ampuh dan jitu biar nggak patah semangat kalau dikomentarin pedes sama pembaca di kemudian.com". saia rasa itu bisa mengupayakan mengobati member-member yang gerah dengan kata "curcol". padalan sejatinya itu hanyalah kata-kata. saia tunggu deh. dan mohon maaf jika diskusi mengenai hal ini gak menghilangkan member-member yang suka berkomentar seperti itu. tapi ya, semoga mereka sadar kalau bisa saja tulisan yang mereka komentarin dengan "hanya" curcol itu adalah tulisan anak-anak yang rentan mematahkan semangat menulis mereka. dan kalaupun itu sudah terjadi, semoga mereka bisa bangkit dan bersemangat untuk menulis lagi serta lebih memahami bahwa begitulah yang namanya belajar. ada yg kritik gak jelas, koment pedas, ada yang bagus, ada yg peduli dengan kritik membangun. tapi saia yakin dan berharap member kemudian.com bisa mengatasi hal tersebut. kemudianers kan emang pada serius mau belajar menulis. jadi bukan mengeluh dengan sifat dan karakteristik pembaca.

mohon maaf jika kurang berkenan
kip nulis
ahak hak hak

wow, kayak baca koran nih *agaga...
hu'um.. ngerti kok, TS ku itu sbnarnya tjuannya jg untk mnyarankan pada para pmberi komentar (baiklah, kta trlepas dri pnulis skrang)
bahwa membri komntar itu harus santun, jelas, dan kalau dimintai msukan, harus bisa membri masukan yg emang 'kena dan ada dsarnya'. jgn cuman sbuah komen/kritikan yg sama skali ga mmbangun dan cranya jg ga santun. gitu aja kok mas, ...
sbnarnya 'msalh curcol' ini hnya sbagian, msih bnyk komen2 yg lain yg lbih ga santun tampknya. sperti "krya ini apa? ga jelas, ga mutu, ga asyik ah"
okelah mngkin, kmbali ke msing2 pribadi yg membaca. tpi kan ga ssuai amat ya dgn motto kemudian.com *membaca,mnulis dan mengapresiasi. tntunya mengapresiasi dngn cra yg baik bukan??
saling menjaga sikaplah intinya.
Reply With Quote
  #15  
Old 01-09-2012, 01:43 PM
Shinichi's Avatar
Shinichi Shinichi is offline
Panglima
Join Date: Aug 2007
Location: London, Tokyo, Daneldram
Posts: 2,166
Send a message via Yahoo to Shinichi
Default

Quote:
Originally Posted by sefa ayu View Post
wow, kayak baca koran nih *agaga...
hu'um.. ngerti kok, TS ku itu sbnarnya tjuannya jg untk mnyarankan pada para pmberi komentar (baiklah, kta trlepas dri pnulis skrang)
bahwa membri komntar itu harus santun, jelas, dan kalau dimintai msukan, harus bisa membri masukan yg emang 'kena dan ada dsarnya'. jgn cuman sbuah komen/kritikan yg sama skali ga mmbangun dan cranya jg ga santun. gitu aja kok mas, ...
sbnarnya 'msalh curcol' ini hnya sbagian, msih bnyk komen2 yg lain yg lbih ga santun tampknya. sperti "krya ini apa? ga jelas, ga mutu, ga asyik ah"
okelah mngkin, kmbali ke msing2 pribadi yg membaca. tpi kan ga ssuai amat ya dgn motto kemudian.com *membaca,mnulis dan mengapresiasi. tntunya mengapresiasi dngn cra yg baik bukan??
saling menjaga sikaplah intinya.
itulah bedanya pembaca sama penulis. pembaca itu nggak bertujuan membangun lho. mereka berusaha menikmati apa yang mereka baca. dan ketika itu dirasanya nggak sesuai dengan apa yang ia harapkan, maka muncullah koment aneh seperti itu. tapi, kalau ditanya seperti itu (dalam komentar) ya bijak aja. tanyain jugak. ditanya karya ini apa, jawab aja cerpen atau puisi. dibilang "nggak mutu", minta saran. kalau nggak disantunin, bukan berarti balas nggak menyantunin. begitu. emang kesanna muna, tp itu lebih baik saia pikir. terus, kalok emang peduli dengan poin ketiga dari motto kemudian.com itu, ya sampaikan di balasan koment. sesederhana itu aja kok.
__________________
Shinichi bersabda,
marilah kita membaca, menulis dan mengapresiasi di situs kemudian.com,
lalu
Jadilah pembaca yang budiman, penulis yang tekun dan pengkritik yang santun. Peristiwa 1:1

Reply With Quote
  #16  
Old 01-09-2012, 02:16 PM
sefa ayu sefa ayu is offline
Anak Muda
Join Date: Nov 2011
Posts: 77
Default

Quote:
Originally Posted by Shinichi View Post
itulah bedanya pembaca sama penulis. pembaca itu nggak bertujuan membangun lho. mereka berusaha menikmati apa yang mereka baca. dan ketika itu dirasanya nggak sesuai dengan apa yang ia harapkan, maka muncullah koment aneh seperti itu. tapi, kalau ditanya seperti itu (dalam komentar) ya bijak aja. tanyain jugak. ditanya karya ini apa, jawab aja cerpen atau puisi. dibilang "nggak mutu", minta saran. kalau nggak disantunin, bukan berarti balas nggak menyantunin. begitu. emang kesanna muna, tp itu lebih baik saia pikir. terus, kalok emang peduli dengan poin ketiga dari motto kemudian.com itu, ya sampaikan di balasan koment. sesederhana itu aja kok.
kan udah aku bilang, mereka kalau ditanya balik, malah ga bisa ngjwab jg..
jdi sprti lmpar batu trus kabur

sbnarnya itu hnya wjud 'gerahku'
ya udah, maaf ya.. kalau TS ku jg kurang santun..
Reply With Quote
  #17  
Old 01-09-2012, 04:03 PM
wacau's Avatar
wacau wacau is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2010
Location: kemudian
Posts: 166
Default

Quote:
Originally Posted by sefa ayu View Post
oh, bguslah kalau udah prnah dibahas, heran aja, kok msih brlnjut ya di karya2 org? hmmm bukannya ga nrima sih, cuma nampaknya mngganggu amat kmen yg kyak gtuan...

mksdnya siapa nih yg pngen jdi kisanak? hadeuh
makanya sefa baca dulu diskusinya biar ga heran kenapa masih komen curcol terus berlanjut.

hehe sefa lagi sensi neh . urusan kisanak itukan signature nya diriku, ya dirikulah yang ingin jadi kisanak. karena itu signature, jadi ditiap postinganku pasti bakalan ada kata2 ituwh ... begitu sefa
__________________
anak muda yang kepingin jadi kisanak

Last edited by wacau; 01-09-2012 at 04:08 PM.
Reply With Quote
  #18  
Old 01-09-2012, 04:05 PM
sefa ayu sefa ayu is offline
Anak Muda
Join Date: Nov 2011
Posts: 77
Default

Quote:
Originally Posted by wacau View Post
hehe sefa lagi sensi neh . urusan kisanak itukan signature nya diriku, ya dirikulah yang ingin jadi kisanak. karena itu signature, jadi ditiap postinganku pasti bakalan ada kata2 ituwh ... begitu sefa
ahaha.. ampuuun.. iya deh maaf ya mas wacau
ga nyadar kalau itu signature -.-''
Reply With Quote
  #19  
Old 01-09-2012, 05:38 PM
Putra Mahkota Putra Mahkota is offline
Kisanak
Join Date: Nov 2011
Posts: 746
Default

Quote:
Originally Posted by sefa ayu View Post
kan udah aku bilang, mereka kalau ditanya balik, malah ga bisa ngjwab jg..
jdi sprti lmpar batu trus kabur


sbnarnya itu hnya wjud 'gerahku'
ya udah, maaf ya.. kalau TS ku jg kurang santun..
Pernah tuh ngalamin. hehe tapi ya gimana lagi, karena aku terusin tanya dianya sewot. Ambil positifnya, buang komentatornya..eh maksudnya, buang negatifnya.Hihi
Reply With Quote
  #20  
Old 01-10-2012, 06:51 PM
sefa ayu sefa ayu is offline
Anak Muda
Join Date: Nov 2011
Posts: 77
Default

Quote:
Originally Posted by Putra Mahkota View Post
Pernah tuh ngalamin. hehe tapi ya gimana lagi, karena aku terusin tanya dianya sewot. Ambil positifnya, buang komentatornya..eh maksudnya, buang negatifnya.Hihi
ahaha.. smpe dibold ya komenku itu
iyya tuh.. ditanya malah ga bisa ngejawb *hadeuh
wahaha... iyya prnah bca curhatanmu itu di curhat thread..
Reply With Quote
Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 05:43 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.1
Copyright ©2000 - 2019, Jelsoft Enterprises Ltd.