Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com  

Go Back   Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com > Artikel > Menerbitkan Buku
Register Forgot Password

Reply
 
Thread Tools Display Modes
  #21  
Old 03-04-2010, 12:51 AM
thequeenofwords thequeenofwords is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2010
Posts: 76
Post Link to gagasmedia to get complete information.

http://gagasmedia.net/Syarat-pengajuan-naskah.html
Reply With Quote
  #22  
Old 03-04-2010, 12:54 AM
thequeenofwords thequeenofwords is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2010
Posts: 76
Post You will find this form!! :)

CHECKLIST NASKAH MASUK

IDENTIFIKASI
Diisi oleh penulis/reporter/penulis pendamping/penyusun/petugas atas dasar informasi penulis
 Data Penulis
Nama : ____________________________Nama Pena : _______________________
Alamat penulis sesuai KTP : __________________________________________________ __
Alamat domisili/surat-menyurat: _________________________________________________
Telp : _______________________________ T.T.L:_____________________________
Email/website/blog/friendster: __________________________________________________ _
Background pendidikan: __________________________________________________ _____
Hobi/bidang minat: __________________________________________________ _________
Pekerjaan utama: __________________________________________________ ___________
Profesi sampingan/lainnya: __________________________________________________ ___
Buku yang pernah ditulis: __________________________________________________ ____
Karya tulis lainnya (baik yang sudah maupun yang belum dipublikasikan): _______________
__________________________________________________ __________________________
Informasi lainnya yang ingin disampaikan: _________________________________________
__________________________________________________ __________________________

 Data Naskah
Judul Naskah : __________________________________________________ ____________
Nama/Nama Pena yang digunakan : ______________________________________________
Jenis Buku :  Politik/Sejarah  Hukum  Pengembangan Diri  Seri Rumah
 Psikologi  UKM/Bisnis  Anak  Penunjang Pelajaran  Parenting
 Komputer  Ketrampilan  Masak  Pertanian/peternakan  Agama
 Hobi  Humor/SMS  Lainnya______________________________________
Tebal Naskah : ________Halaman A4/Folio/_____ Spasi _______
Ide dasar buku : __________________________________________________ ____________
__________________________________________________ ____________
__________________________________________________ ____________

Selling point buku: __________________________________________________ _________
__________________________________________________ _________


Target Pembaca : __________________________________________________ _________
 Usia :  0-5th,  5-12th,  12-15th,  12-15th,  15-18th,  18-30th,  >30th,  _________
 anak  orangtua  remaja  dewasa  _________________________________________



 Profesi:  Profesional di bidangnya, sebutkan__________________________________
 Ibu rumah tangga  Pelajar/mahasiswa, sebutkan _____________________
 Lainnya, sebutkan ______________________________________________

 Tingkat ekonomi:  A  B  C  D  ______________________________________
(dengan asumsi A adalah tingkat paling tinggi)
 Tingkat pendidikan __________________________________________________ ____
 Gender:  Laki-laki  Perempuan  Keduanya _____%(L) _____%(P)
 Daerah __________________________________________________ ______________
 Target lainnya __________________________________________________ ________
Kompetitor :  Ada  Tidak ada ; Jika ada :







Promosi yang mungkin dilakukan : _______________________________________________
__________________________________________________ _______________________
__________________________________________________ _______________________
Area/daerah prioritas penjualan dan promosi: _______________________________________
__________________________________________________ __________________________

KEORSINALAN KARYA
Diisi oleh penulis/reporter/penulis pendamping/penyusun

Ide Tulisan :  Asli/Baru  Pengembangan dari ide sendiri yang sudah ada
 Dari buku lain, mohon disebutkan _______________________________
__________________________________________________ _________
 Pengembangan dari ide orang lain, mohon disebutkan ________________
__________________________________________________ __________

 Lainnya, mohon dijelaskan _____________________________________
__________________________________________________ _________

Sumber Data :  Dari Penelitian sendiri/milik sendiri
 Dari Buku lain, mohon disebutkan________________________________
 Dari Media, mohon disebutkan __________________________________
 Lainnya, mohon disebutkan ____________________________________
Penggunaan Foto, gambar, dan Ilustrasi :
 Milik penulis sendiri  Dari Penerbit
 Mengambil dari internet/media cetak, mohon disebutkan ________________________
 Beli/pesan ke pihak lain, mohon disebutkan ___________________________________
__________________________________________________ _____________________
Referensi utama yang digunakan:
1.________________________________________________ _______________________
2. __________________________________________________ _____________________
3. __________________________________________________ _____________________
4. __________________________________________________ _____________________

Data/keterangan yang saya isi/berikan sudah benar dan bisa dipertanggungjawabkan.



(______________________________) (_______________________________)
Petugas Penulis/Reporter/Penyusun




(______________________________) (_______________________________)
Penulis Pendamping Mengetahui
Reply With Quote
  #23  
Old 03-04-2010, 01:09 AM
thequeenofwords thequeenofwords is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2010
Posts: 76
Post CLASSIC ROMANCE (fiction) in gagasmedia

CLASSIC ROMANCE
Ditulis Oleh Newsroom
Friday, 15 January 2010

Classic Romance identik dengan kehidupan cinta konvensional ber-setting masa lalu. Biasanya novel ini memiliki unsur budaya dan tradisi yang cukup kental. Berikut adalah kriteria pengiriman naskah Classic Romance:

* Panjang naskah 70-150 halaman A4, spasi 1, Times News Roman 12
* Kirimkan dalam bentuk print out (yang sudah dijilid rapi, tuntunya), sertakan sinopsis lengkap novelmu, plus form pengiriman naskah ke:

REDAKSI GAGASMEDIA
Jl. Haji Montong No. 57, Ciganjur
Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630
(KODE NASKAH: CLASSIC ROMANCE—tulis di amplop naskahmu)

* Setiap naskah akan diproses langsung oleh redaksi. Waktu yang diperlukan 3-4 bulan, mengingat banyaknya naskah masuk setiap harinya. Harap maklum ya.
* Contoh novel Classic Romance:

1. From Batavia with Love (Karla M. Nashar)

* Jangan lupa untuk mengirimkan pula form pengiriman naskah yang bisa kamu download di sini!

PLOT
Ada dua jenis romance yang masuk kategori Classic Romance: romance sejarah dan romance konvensional. Seperti namanya, romance sejarah mengambil setting waktu berabad-abad lampau. Romance konvensional ber-setting lampau dan tahun sekarang, tapi temanya sangat dekat dengan budaya dan tradisi Indonesia. Bayangkan kisah cinta terlarang keturunan kraton dan orang biasa, atau hubungan yang ditentang orangtua karena masalah marga.

Saat mengerjakan novel Classic Romance, kamu tetap harus ingat: ini novel romance. Tetap perhatikan chemistry pasangan yang menjadi tokoh utama dan awasi baik-baik perkembangan cinta mereka.

SETTING
Konflik adat dan keluarga sangat kental di Classic Romance. Mainkan kreativitasmu untuk menciptakan setting yang memancing konflik kuat dan nggak mengada-ada, misalnya: acara keluarga besar yang memungkinkan clash antara cara pikir generasi muda dan generasi tua.

Kekuatan di novel-novel seperti ini terletak di setting waktu dan tempat. Kamu harus bisa meyakinkan pembaca bahwa semua kejadian di novelmu terjadi di waktu dan tempat yang kamu tetapkan. Karenanya, kamu sebaiknya melakukan riset yang cukup dulu sebelum mengerjakan novel ini.

DESKRIPSI
Hati-hati saat mencecerkan fakta di novel Classic Romance-mu. Menyelipkannya sebagai deskripsi—apalagi sampai kebanyakan—bisa membuat novelmu berubah jadi semi non-fiksi dan, lebih buruknya lagi, kayak brosur! Menjadikannya sebagai bagian dialog kadang-kadang malah membuat si tokoh seperti tukang obat yang cerewet. Sekali lagi, hati-hati. Nggak sedikit penulis yang terpeleset di kecenderungan ini.

LAIN-LAIN
Hati-hati dengan penggunaan bahasa slang. Noni-noni di Batavia belum kenal istilah ‘sumpe lo’ atau ‘kepo banget sih lo’. Oke, emang lucu sih... tapi nggak bakal lucu kalo novelmu terbit dan ada pembaca yang menemukan kesalahanmu itu.

Sepanas apa sih baiknya adegan seksi di Classic Romance? Bayangkan adegan-adegan romantis yang kamu temukan di kartun-kartun Disney (Cinderella, Snow White, you name it!).

Untuk mempermudah bayangan level sensualitas di novel romance, GagasMedia memakai teori 12 Steps to Intimacy-nya Desmond Morris sebagai panduan. Ingat, untuk Classic Romance ini, tingkat keintiman yang digunakan hanya sampai nomor 7.

1. Eye to body (deskripsi kekaguman saat pertama kali melihat pasangan)
Dari mata turun ke hati—begitulah cara paling simpel untuk menjelaskan level terendah dari sensualitas Desmond Morris ini. Contoh:
“Daniel?” panggilnya lembut.
Tapi laki-laki itu tak kunjung menoleh. Bahkan ketika Nadia berjalan pelan ke sofa empuk, tak jauh dari tempat laki-laki itu berdiri. Sosok tinggi dan atletis itu tetap di sana, bergeming seperti patung Yunani, dan membisu seperti batu. Sesuatu dari dalam diri Daniel membuat Nadia mendadak canggung. Dia lalu berdehem, sambil berusaha menawarkan perasaannya yang berdebar-debar.
“Daniel?” Dia memanggilnya lagi.
2. Eye to eye (saling bertatap mata)
Momen indah saat kedua orang yang jatuh cinta itu saling menatap. Contoh:
“Aku senang kamu ada di sini,” kata Devon sungguh-sungguh. Sesaat, mata mereka bertemu di udara. Waktu berhenti untuk mereka berdua.
“Aku juga,” aku Aria, tak berani berkedip barang sedetik pun. Dia tak ingin melewatkan saat-saat indah ini... sebelum Daniel meninggalkan Indonesia.
3. Voice to voice (percakapan romantis dengan pasangan)
Obrolan romantis, dari hati ke hati, adalah favorit sebagian besar pembaca romance. Bahkan, beberapa mengenangnya sebagai quote yang tak terlupakan. Contoh:
Alvin menarik napas panjang sebelum berkata, “Aku mencintaimu.”
Sebelum Dewi bereaksi atas ucapannya barusan, laki-laki itu buru-buru menempelkan telunjuknya di bibir perempuan itu. Setelah jeda beberapa saat, Alvin baru melanjutkan, “Aku tak bisa menjamin akulah yang kau inginkan. Tapi aku berjanji menjadi laki-laki yang kau butuhkan.
Dewi tak mampu berkata-kata. Matanya berkaca-kaca.
4. Hand to hand (berpegangan tangan dengan pasangan)
Sentuhan skin-to-skin (kulit bertemu kulit) dimulai sejak tahap ini. Dan cukup banyak juga cerita romantis dimulai dengan jabatan tangan. Contoh:
Untuk pertama kalinya, sejak sisa siang itu, Kania merasa tenang. Dia membiarkan Hadi memanjakannya di tempat tidur; memperbaiki letak bantal sehingga dia bisa menyandarkan tubuh dengan nyaman, membuatkan segelas teh melati. Setelah meletakkan cangkir berisi cairan hangat itu di bawah lampu meja, Hadi menggenggam tangannya dengan lembut. Jari-jari panjang laki-laki itu merangkul jari-jarinya seolah menjanjikan perlindungan—sesuatu yang bisa dia percayakan pada Hadi.
“Jangan mikir yang berat-berat dulu,” katanya, membelai punggung tangan Kania dan mengalirkan gejolak aneh di dalam dirinya. “Aku pengen kamu istirahat sepuasnya, biar pusingnya cepat sembuh.”
5. Arm to shoulder (menyentuh bahu pasangan)
Gestur romantis skin-to-skin masih berlanjut di tahap ini. Contoh:
Christopher menyentuh bahu Rachel dan gelenyar panas dengan cepat menjalari lengan sampai ke kuku-kuku tangannya. Padahal katanya kuku jari tak bisa merasakan apa-apa.
Rachel menggumam dalam hati, hanya karena Christopher tunangan kakaknya, bukan berarti dia kebal terhadap pesona laki-laki itu.
“Sudah malam,” ujarnya lembut.
6. Arm to waist (meletakkan tangan di pinggang)
Bayangkan adegan dansa, pelukan mesra dari belakang, atau momen ‘kecelakaan’ yang membawa pembaca ke suasana intens antar tokoh utama. Contoh:
Sejurus kemudian, Juliet menyesali kekeraskepalaannya. Menepis uluran tangan Romeo justru membuatnya terjerumus ke masalah yang lebih besar. Dia tergelincir di atas lantai marmer yang baru dipel itu dan laki-laki itu langsung sigap menangkap tubuhnya. Sesaat, Juliet merasa beruntung karena tak sampai mempermalukan diri di depan Romeo. Tapi merasakan lengan berotot laki-laki itu di pinggulnya adalah masalah besar.
“Lepaskan!” perintahnya dengan suara gemetar. Menatap langsung mata cokelat Romeo mengisi daftar panjang kesalahannya sepanjang hati itu.
“Tapi kamu nanti bakal jatuh.” Brengsek, dia tersenyum!
7. Mouth to mouth (berciuman)
Apa ini masih perlu dijelaskan? Semua yang berjiwa romantis tahu, berciuman dengan orang yang disayang akan menjadi kenangan terindah selamanya.... Contoh:
Tora mencondongkan tubuhnya dan menekan bibirnya ke bibir Lidya. Tuhan, bibirnya lembut dan mengingatkannya pada es krim. Lembut dan adiktif. Dia menemukan sensasi dingin mint dari permen karet yang tadi dikunyah cewek itu. Pikiran warasnya hilang sesaat, terbius pengalaman baru yang ditemukannya bersama Nadia.
“Apa kamu mikirin Gita saat nyium aku?” tanya Nadia setelah mereka menghentikan ciuman itu.
Tora nggak menjawab. Dan, seperti bisa membaca pikirannya, Lidya menampar cowok itu.
Reply With Quote
  #24  
Old 03-04-2010, 01:15 AM
thequeenofwords thequeenofwords is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2010
Posts: 76
Post MAINSTREAM ROMANCE (fiction) in gagasmedia

MAINSTREAM ROMANCE
Ditulis Oleh Newsroom
Friday, 15 January 2010

Mainstream Romance merupakan kategori novel romance yang tokoh utama wanitanya sudah di-set sejak awal untuk berjodoh dengan tokoh utama laki-lakinya. Berikut adalah kriteria Mainstream Romance:

* Panjang naskah 70-150 halaman A4, spasi 1, Times News Roman 12
* Kirimkan dalam bentuk print out (yang sudah dijilid rapi, tentunya), sertakan sinopsis lengkap novelmu, plus form pengiriman naskah ke:

REDAKSI GAGASMEDIA
Jl. Haji Montong No. 57, Ciganjur
Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630
(KODE NASKAH: MAINSTREAM ROMANCE—tulis di amplop naskahmu)

* Setiap naskah akan diproses langsung oleh redaksi. Waktu yang diperlukan 3-4 bulan, mengingat banyaknya naskah masuk setiap harinya. Harap maklum ya.
* Contoh novel Mainstream Romance:

1. Gurun Bercerita Cinta (Diyah Ratna)
2. Orange (Windry Ramadhina)
3. Baby Proposal (Dahlian dan Gielda Lafita)

* Jangan lupa untuk mengirimkan pula form pengiriman naskah yang bisa kamu download di sini!

Seperti roller coaster, novel-novel Mainstream Romance membawa emosi pembaca naik-turun. Pokoknya, semuanya tentang cinta, cinta, dan CINTA!

PLOT
Ciri lain Mainstream Romance adalah pakem Star Cross-nya; artinya sejak awal tokoh utama perempuannya sudah di-set akan berjodoh dengan tokoh utama laki-lakinya. Tapi bagaimana kedua orang itu saling tertarik, jatuh cinta, dan memutuskan bersama... itu dia yang pembaca ingin tahu dari novelmu!

Sebisa mungkin, hindari terlalu banyak kebetulan. Dan adegan tabrakan pas jalan berpapasan. C’mon... ada segudang cara lain yang bisa kamu pakai untuk mempertemukan pasangan di novel Mainstream Romance-mu ini.

SETTING
Optimalkan kekuatan cerita di chemistry antara dua tokoh. Ciptakan suasana yang intens dan romantis dengan deskripsi yang baik, dan jangan lupa: location, location, location. Setting tempat yang mendukung cerita akan menjadi nilai plus buat naskah kamu.

Untuk nuansa romantis yang lembut pilih tempat-tempat ber-space luas, daerah pinggir kota misalnya. Sementara untuk Mainstream Romance bertema urban, pilih daerah perkotaan atau ciptakan lingkungan fiktif yang bisa mewakili lifestyle kehidupan perkotaan. Misalnya, perkantoran elite, kantor majalah high fashion, dsb.

KARAKTER
Biarpun ini kedengarannya sepele, pilihlah nama yang menggambarkan kepribadian karaktermu. Nama-nama ‘maskulin’ (misalnya: Bobby, Andres, Tora) mempermudah pembaca membayangkan se-macho apa karakter cowokmu. Sebaliknya, nama-nama ‘uniseks’ (misalnya: Andri, Dian, Alex, Kurnia, Aulia) akan jadi sangat membingungkan.

Seperti halnya nama, pilih baik-baik profesi dan hobi karaktermu.

LAIN-LAIN
Teknik ini udah bukan rahasia lagi—saking seringnya dipakai di film-film romantis Hollywood. Pastikan semua konflik (utama, sub konflik) sudah selesai di bab kedua sebelum ending. Tutup cerita dengan satu bab yang menggambarkan seperti apa pasangan novelmu menjalani hari-hari penuh cinta mereka. Misal: kalo fokus cerita kamu tutup dengan lamaran, mungkin di bab terakhir (+ 5 halaman) kamu menhadiahkan pembaca cerita tentang momen romantis yang terjadi saat pernikahan. Quote-quote manis akan sangat membantu di bagian ini.

Sepanas apa sih baiknya adegan seksi di Mainstream Romance?

Untuk mempermudah bayangan level sensualitas di novel romance, GagasMedia memakai teori 12 Steps to Intimacy-nya Desmond Morris sebagai panduan. Ingat, untuk Mainstream Romance ini, tingkat keintiman yang digunakan hanya sampai nomor 9.

1. Eye to body (deskripsi kekaguman saat pertama kali melihat pasangan)
Dari mata turun ke hati—begitulah cara paling simpel untuk menjelaskan level terendah dari sensualitas Desmond Morris ini. Contoh:
“Daniel?” panggilnya lembut.
Tapi laki-laki itu tak kunjung menoleh. Bahkan ketika Nadia berjalan pelan ke sofa empuk, tak jauh dari tempat laki-laki itu berdiri. Sosok tinggi dan atletis itu tetap di sana, bergeming seperti patung Yunani, dan membisu seperti batu. Sesuatu dari dalam diri Daniel membuat Nadia mendadak canggung. Dia lalu berdehem, sambil berusaha menawarkan perasaannya yang berdebar-debar.
“Daniel?” Dia memanggilnya lagi.
2. Eye to eye (saling bertatap mata)
Momen indah saat kedua orang yang jatuh cinta itu saling menatap. Contoh:
“Aku senang kamu ada di sini,” kata Devon sungguh-sungguh. Sesaat, mata mereka bertemu di udara. Waktu berhenti untuk mereka berdua.
“Aku juga,” aku Aria, tak berani berkedip barang sedetik pun. Dia tak ingin melewatkan saat-saat indah ini... sebelum Daniel meninggalkan Indonesia.
3. Voice to voice (percakapan romantis dengan pasangan)
Obrolan romantis, dari hati ke hati, adalah favorit sebagian besar pembaca romance. Bahkan, beberapa mengenangnya sebagai quote yang tak terlupakan. Contoh:
Alvin menarik napas panjang sebelum berkata, “Aku mencintaimu.”
Sebelum Dewi bereaksi atas ucapannya barusan, laki-laki itu buru-buru menempelkan telunjuknya di bibir perempuan itu. Setelah jeda beberapa saat, Alvin baru melanjutkan, “Aku tak bisa menjamin akulah yang kau inginkan. Tapi aku berjanji menjadi laki-laki yang kau butuhkan.
Dewi tak mampu berkata-kata. Matanya berkaca-kaca.
4. Hand to hand (berpegangan tangan dengan pasangan)
Sentuhan skin-to-skin (kulit bertemu kulit) dimulai sejak tahap ini. Dan cukup banyak juga cerita romantis dimulai dengan jabatan tangan. Contoh:
Untuk pertama kalinya, sejak sisa siang itu, Kania merasa tenang. Dia membiarkan Hadi memanjakannya di tempat tidur; memperbaiki letak bantal sehingga dia bisa menyandarkan tubuh dengan nyaman, membuatkan segelas teh melati. Setelah meletakkan cangkir berisi cairan hangat itu di bawah lampu meja, Hadi menggenggam tangannya dengan lembut. Jari-jari panjang laki-laki itu merangkul jari-jarinya seolah menjanjikan perlindungan—sesuatu yang bisa dia percayakan pada Hadi.
“Jangan mikir yang berat-berat dulu,” katanya, membelai punggung tangan Kania dan mengalirkan gejolak aneh di dalam dirinya. “Aku pengen kamu istirahat sepuasnya, biar pusingnya cepat sembuh.”
5. Arm to shoulder (menyentuh bahu pasangan)
Gestur romantis skin-to-skin masih berlanjut di tahap ini. Contoh:
Christopher menyentuh bahu Rachel dan gelenyar panas dengan cepat menjalari lengan sampai ke kuku-kuku tangannya. Padahal katanya kuku jari tak bisa merasakan apa-apa.
Rachel menggumam dalam hati, hanya karena Christopher tunangan kakaknya, bukan berarti dia kebal terhadap pesona laki-laki itu.
“Sudah malam,” ujarnya lembut.
6. Arm to waist (meletakkan tangan di pinggang)
Bayangkan adegan dansa, pelukan mesra dari belakang, atau momen ‘kecelakaan’ yang membawa pembaca ke suasana intens antar tokoh utama. Contoh:
Sejurus kemudian, Juliet menyesali kekeraskepalaannya. Menepis uluran tangan Romeo justru membuatnya terjerumus ke masalah yang lebih besar. Dia tergelincir di atas lantai marmer yang baru dipel itu dan laki-laki itu langsung sigap menangkap tubuhnya. Sesaat, Juliet merasa beruntung karena tak sampai mempermalukan diri di depan Romeo. Tapi merasakan lengan berotot laki-laki itu di pinggulnya adalah masalah besar.
“Lepaskan!” perintahnya dengan suara gemetar. Menatap langsung mata cokelat Romeo mengisi daftar panjang kesalahannya sepanjang hati itu.
“Tapi kamu nanti bakal jatuh.” Brengsek, dia tersenyum!
7. Mouth to mouth (berciuman)
Apa ini masih perlu dijelaskan? Semua yang berjiwa romantis tahu, berciuman dengan orang yang disayang akan menjadi kenangan terindah selamanya.... Contoh:
Tora mencondongkan tubuhnya dan menekan bibirnya ke bibir Lidya. Tuhan, bibirnya lembut dan mengingatkannya pada es krim. Lembut dan adiktif. Dia menemukan sensasi dingin mint dari permen karet yang tadi dikunyah cewek itu. Pikiran warasnya hilang sesaat, terbius pengalaman baru yang ditemukannya bersama Nadia.
“Apa kamu mikirin Gita saat nyium aku?” tanya Nadia setelah mereka menghentikan ciuman itu.
Tora nggak menjawab. Dan, seperti bisa membaca pikirannya, Lidya menampar cowok itu.
8. Hand to head (menyentuh kepala pasangan)
Belaian lembut di kepala terbukti bisa membuat nyaman pasangan lho! Contoh:
Dua belas tahun harusnya cukup untuk melupakan Andi.
Tapi saat laki-laki itu membelai lembut kepalanya, menelusuri riak rambutnya, Rania tiba-tiba merasa masa-masa penghukuman diri itu tak ada gunanya. Laki-laki itu akan terus menghantuinya, tinggal di dalam dirinya seperti jiwa kedua.
Menyadari itu, air mata Rania menetes.
“Kasih aku satu kesempatan lagi, Ran,” pintanya dengan nada memelas.
Rania menggeleng pelan. “Aku bisa saja memaafkanmu, Di. Tapi membayangkanmu mengecewakanku lagi kedua kalinya... jujur, Di, aku nggak kuat.”
9. Hand to body (menjelajahi tubuh pasangan)
Kalau kamu pintar memainkan kartumu, kamu bisa membuat adegan biasa jadi sesuatu yang romantis. Contoh:
Denyut nadi Ardian semakin cepat. Pakaian basah mereka tak mampu menghentikan gejolak di antara keduanya. Ardian menatap Risa, dan perempuan itu membalasnya dengan senyum tipis di bibir gemetarnya.
“Semuanya bakal baik-baik saja,” kata Ardian, mencoba berpikiran positif. “Begitu tim SAR menemukan bangkai pesawat itu, mereka akan melakukan pencarian intensif, menyisir daerah ini. Kita akan selamat.”
Risa meletakkan kepalanya di dada laki-laki itu sembari mempererat dekapannya. “Aku lebih takut dengan pertanyaan yang akan kita hadapi begitu mereka menyelamatkan kita nanti.”
Sebelum Ardian mengatakan sesuatu, Risa melanjutkan, “Kamu pikir mereka nggak bakal bertanya-tanya, sedang apa perempuan bersuami berduaan saja dengan laki-laki muda ke pulau terpencil?”
Reply With Quote
  #25  
Old 03-04-2010, 11:18 AM
abc abc is offline
Anak Muda
Join Date: Dec 2007
Posts: 30
Smile Ngirim Naskah

sy punya naskah yang berbau filosofi hidup gitu deh... emmmm... like paulo coehlo... bagusnya diterbitkan ke mana ya? soalnya lagi bingung nyari penerbit... klo di gramedia, ribet banget prosedurnya....
Reply With Quote
  #26  
Old 03-04-2010, 11:22 AM
abc abc is offline
Anak Muda
Join Date: Dec 2007
Posts: 30
Default oh iya

oh iya, boleh gk sy kirim naskah saya ke anda (thequeenofwords) agar bisa menunjukkan perebit mana yang tepat untuk naskah tersebut.

thx
Reply With Quote
  #27  
Old 03-04-2010, 05:56 PM
thequeenofwords thequeenofwords is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2010
Posts: 76
Post terserah kamu lha!! hehehehe....

Quote:
Originally Posted by abc View Post
oh iya, boleh gk sy kirim naskah saya ke anda (thequeenofwords) agar bisa menunjukkan perebit mana yang tepat untuk naskah tersebut.

thx
Kalau kamu tanya boleh atau nggak, aku bingung jawabnya. Lain kali, jangan tanya begitu ah! hehehehe....Ini 'kan masalah percaya atau nggak aja. Bukan masalah BOLEH atau NGGAK. hehehehe....

Masalah penerbit memang agak sulit yah! Karena 50% biaya cetak dan promosi mereka yang tanggung. Mereka juga yang kirim ke toko-toko buku dengan diskon berbeda-beda. Ada yang minta 50% per buku loh! Jadi, kalau penulis hanya kebagian 10%...aku maklum banget!

Tetapi....kalau buku kita dibeli HAKNYA oleh penerbit....MATILAH KITA!! Aku juga sedang mencari kok. Yang lumayan sih ANDI dan gagasmedia. Tapi ANDI itu setahuku nggak pakai film, mereka pakai kertas kalkir. Jadi cetakan bukunya terkesan sederhana banget alias murahan. hehehehe....Ampun deh! Bacanya nggak enak banget! hehehe....

gagasmedia sih nggak terlalu tahu. Tapi mereka memang mencari penulis seperti kamu begitu. Begini aja, kucari tulisanmu di kemudian.com deh. Nanti kutinggalkan komentar di sana.

Tapi kalau kamu tetap ingin mengirim naskahmu ke aku, ini emailku: siannewriter@gmail.com atau nanne_140873@yahoo.co.id
Reply With Quote
  #28  
Old 03-04-2010, 07:12 PM
abc abc is offline
Anak Muda
Join Date: Dec 2007
Posts: 30
Default Thx mba

Ok mba, ntar sy kirim. Sebelumnya sih sy udah terbitin 2 novel d penerbit yang sama (masmedia). Tp sy sdikit kecewa dgn editor, publikasi, n transparansiny k penulis. Makanya utk yg k 3 ini mau nyoba ke penerbit yg beda.

Btw ANDI bukannya nerbitin buku sekolahan n bukan novel?
Reply With Quote
  #29  
Old 03-05-2010, 05:09 PM
Penguin's Avatar
Penguin Penguin is offline
Sesepuh
Join Date: Dec 2009
Location: Padang Kota Tercinta....
Posts: 1,670
Send a message via Yahoo to Penguin
Default

Quote:
Originally Posted by abc View Post
Ok mba, ntar sy kirim. Sebelumnya sih sy udah terbitin 2 novel d penerbit yang sama (masmedia). Tp sy sdikit kecewa dgn editor, publikasi, n transparansiny k penulis. Makanya utk yg k 3 ini mau nyoba ke penerbit yg beda.

Btw ANDI bukannya nerbitin buku sekolahan n bukan novel?
Rasanya nggak juga kok. Andi Publisher juga menerbitkan buku komputer. Tapi kalau novel, entah ya...
__________________
"Apabila orang tidak percaya bahwa matematika itu sederhana, hal ini semata-mata terjadi karena mereka tidak menyadari betapa rumitnya kehidupan ini" - Johny von Neuman (1903-1957)

"Apabila orang tidak percaya bahwa bermimpi itu sederhana, hal ini semata-mata terjadi karena mereka tidak menyadari betapa mudahnya mengkhayal" - Penguin (1991-sekarang)


Rumah Penguin sudah direnovasi! Rumah Penguin
Menghadapi kelamnya dunia, Penguin mendirikan The Order of The Penguin
Reply With Quote
  #30  
Old 03-07-2010, 05:28 PM
just_hammam's Avatar
just_hammam just_hammam is offline
Kisanak
Join Date: Jul 2008
Location: sementara di Palu
Posts: 877
Send a message via Yahoo to just_hammam
Default

betul...bung ANDI setahuku nerbitin buku komputer, emang rada kurang menarik lay outnya...
__________________
dadio migunani tumraping liyan
visit Penerbit Ndok Asin
Reply With Quote
Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 04:26 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.1
Copyright ©2000 - 2019, Jelsoft Enterprises Ltd.