Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com  

Go Back   Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com > Artikel > Menerbitkan Buku
Register Forgot Password

Reply
 
Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 01-13-2011, 06:22 AM
herjuno's Avatar
herjuno herjuno is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2010
Location: Jogja
Posts: 459
Default Mengirim satu naskah ke dua penerbit secara bersamaan...

Selama ini, saya selalu percaya bahwa mengirimkan sebuah naskah ke dua penerbit secara bersamaan adalah hal yang tabu. Hal itu dikarenakan apabila ternyata salah satu penrbit mau menerbitkan naskah kita, kita harus membatalkan "titipan" kita di penerbit lain, yang tentu saja akan membuat kredibilitas kita sebagai penulis turun. Bahkan bukan hal yang mustahil jika kita justru di-blaclist dikarenakan perilaku tidak konsisten kita itu. Meski begitu, setelah saya membaca milisnya Luna Torashyngu, saya mendapati bahwa bahkan penulis sekaliber beliau membolehkan pengiriman satu naskah secara simultan ke dua penerbit, dengan dasar bahwa hak cipta masih dipegang oleh penulis. Menurut para Kners, bagaimana menyikapi hal ini?
__________________
"Scribo Ergo Sum"

I Write, Therefore I Am
Reply With Quote
  #2  
Old 01-13-2011, 07:30 AM
stilldaydreaming's Avatar
stilldaydreaming stilldaydreaming is offline
Anak Muda
Join Date: Nov 2010
Location: Depok
Posts: 460
Default

Hah,,saya jadi bingung.
Soalnya klo saya baca dari klub sastranya mbak ken, beliau bilang ga boleh.
Bingung bingung bingung..xD
kalo saya sih condong kpd satu penerbit dulu,memang sih makan waktu..tp katanya sembari nunggu bisa nulis proyek lainnya,hehe. Entahlah..
__________________
http://i694.photobucket.com/albums/v...a/banner-3.gif
Having only imagination is not enough. You have to go through the core of the story and feel
every single breath of it. (Stephen King)
A man doesn't have to be part of the darkness to walk through it(islamicthinkingtumblr)

Reply With Quote
  #3  
Old 01-13-2011, 08:10 AM
Canon Bender's Avatar
Canon Bender Canon Bender is offline
Anak Muda
Join Date: Oct 2010
Posts: 412
Default

menurut saya sih memang boleh, tapi kalau itu dilakukan,
bisa berakibat ga adil buat penulis lain yang belum hoki karena naskahnya belum dilirik penerbit
ibaratin aja dengan ngantri tiket.
jadi masalah sopan santun aja kayaknya...
__________________

this eye has emotion which talks deeper than words

I saw heaven, but I skipped it
I tried hell, but I didn't like it there

Reply With Quote
  #4  
Old 01-13-2011, 08:15 AM
herjuno's Avatar
herjuno herjuno is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2010
Location: Jogja
Posts: 459
Default

Ini "dasar teorinya". Say aambil dari dua site berbeda untuk dikomparasikan:

- Luna Torashyngu (sumber:http://www.mail-archive.com/cerkit@y.../msg02306.html)


Quote:
Masih ada dua pendapat, ada yang bilang boleh ad ayang nggak.

Kalo menurutku sih... dari sisi legalitas tentu aja boleh, toh naskah kita itu hak ciptanya masih dipegang kita, belum terikat ke satu penerbit, jadi bebas2 aja mo kirim ke mana aja.
Aku sih mikirnya lebih ke sisi efisiensi waktu. Nunggu jawaban soal naskah kita dari penerbit kadang2 lama loh. Ya kalo dalam waktu 1 bulan udah ada jawaban. Ada yang harus nunggu berbulan2, bahkan sampe 1 tahun, baru ada jawaban dari penerbit (dan ternyata ditolak). Bayangin aja kalo kita harus nunggu jawaban dari satu penerbit selama berbulan2 baru ngirim ke penerbit lain. Bisa keburu tua ntar buat ngirim2 naskah doang :-) .

Cuman memang, nanti saat naskah kita diterima di salah satu penerbit dan kita udah mantap memilih penerbit tersebut, etisnya kita harus memberitahu penerbit lain yang juag kita kirimi naskah yang sama. Bilang aja terus terang kalo naskah yang kita kirim akan ditarik kembali karena akan diterbitkan penerbit lain. Gak papa kok, pihak penerbit udah biasa dapet pemberitahuan kayak gitu. Bila perlu sambil nyalahin penerbit tersebut kenapa lama gak ngasih jawaban, jadi kita milih penerbit lain yang lebih cepet ngasih jawabannya. Siapa tau dengan itu, penerbit yang bersangkutan penasaran dengan naskah kita lalu cepet2 baca, dan ternyata tertarik, malah lalu nawarin untuk nerbitin disitu aja. Kan lumayan kalo penerbitnya lebih gede dan terkenal hee..hee..heee...
- Ken Terate (sumber: http://klubsastra.multiply.com/journ..._Oke_nggak_sih)

Quote:
Ada yang bilang boleh. Alasannya: supaya kesempatan lebih luas dan kita tidak membuang waktu. Dan toh memang tidak ada aturan yang melarang itu. Orang-orang yang mendukung pendapat ini menganalogikan dengan pelamar kerja yang boleh saja mengirim surat lamaran kepada beberapa perusahaan sekaligus. Ada benarnya juga sih. Bayangkan saja, ketika kamu mengirim naskah ke penerbit, nunggu konfirmasi ditolak atau diterima bisa berbulan-bulan lho. Ya kalau diterima, kalau ditolak? Rugi waktu.

Namun, ada juga yang tidak setuju dengan hal ini. Pertama karena ini tidak etis, kesannya kita sangat oportunis, hanya mempertimbangkan keinginan kita aja. Bagaimana bila dua penerbit sama-sama menerima naskah kita? Yang lebih parah, penerbit udah memeriksa naskah kita susah-susah, dan memutuskan untuk menerbitkannya, terus ketika menghubungi kita eh tau-tau kita menjawab, “Sorry, udah mau diterbitkan penerbit lain.”

Ha, mungkin kalian bisa ngeyel ya, “Aduh, boro-boro lolos di dua penerbit, lolos di satu penerbit aja susah bener.” Oke, saya tidak memaksakan pendapat kamu. Silakan saja ikuti pendapat yang sesuai hati nuranimu (cuile). Tapi ada beberapa catatan nih:

Kalau kamu memang mengirim naskah ke lebih dari satu penerbit pada waktu bersamaan, kamu kudu konsekuen. Artinya, kalau satu penerbit sudah menerima naskahmu, kamu harus mengiyakan dan nggak menunggu konfirmasi dari penerbit lain–kecuali ada alasan lain yang krusial lho ya--. Itu artinya kamu harus menarik naskahmu dari penerbit lain. Alias, kirim surat kepada mereka menyatakan bahwa naskahmu tidak lagi kamu serahkan kepada mereka. Jangan sampai deh ketika satu penerbit (kecil) bersedia menerbitkan naskahmu, kamu bilang, “Wah, gimana ya? Saya masih menunggu keputusan dari penerbit lain (yang lebih besar). Mau nggak nunggu? jadi kalau penerbit (yang lebih besar) itu menolak naskah saya, baru deh kalian menerbitkannya.”

Hei, itu nggak fair! Bagi mereka waktu juga sama pentingnya. Pada praktiknya, penerbit kecil biasanya dapat menyeleksi naskah dengan lebih cepat karena naskah yang mereka tangani tidak begitu banyak. So mereka bisa memberi konfirmasi lebih dulu.

Kalau kamu “plin-plan” kayak gitu, mereka juga pasti enggan. Toh mereka masih punya naskah lain. Bisa jadi akhirnya mereka batal menerbitkan naskahmu. Nah, bakal sial banget kalau ternyata penerbit lain –yang kamu tunggu-- menolak naskah kamu. Duh, gara-gara nggak fokus, kamu jadi kehilangan kesempatan sama sekali.
__________________
"Scribo Ergo Sum"

I Write, Therefore I Am

Last edited by herjuno; 01-13-2011 at 08:20 AM.
Reply With Quote
  #5  
Old 01-13-2011, 08:22 AM
Canon Bender's Avatar
Canon Bender Canon Bender is offline
Anak Muda
Join Date: Oct 2010
Posts: 412
Default

aku masih stick on kirim 1 penerbit.
kalau diliat dari sudut pandang si penerbit,
kasian jg mereka udah baca naskah berlembar2,
taunya begitu dikonfirmasi, penulisnya bikin kecewa.
seperti lagi membuang waktu.
__________________

this eye has emotion which talks deeper than words

I saw heaven, but I skipped it
I tried hell, but I didn't like it there

Reply With Quote
  #6  
Old 01-13-2011, 08:30 AM
stilldaydreaming's Avatar
stilldaydreaming stilldaydreaming is offline
Anak Muda
Join Date: Nov 2010
Location: Depok
Posts: 460
Default

Waah, berarti saya kurang teliti waktu baca yg dari klub sastra,,xD
Makasih juno udah mau di copas ke mari.
Hmm, jadi beliau juga punya dua pandangan dong.
Yah, berarti ya balik ke penulis itu masing-masing

Hmmm, jadi bingung..xD..

Kayaknya kalau saya, arrrhhh, bingung,,xD.

Semedi dulu kali ya,,xD (naskah saya bahkan belom mulai ditulis, tp udah bingungin hal kayak gini,xD)..mmm, klo saya pilih satu dulu deh.
__________________
http://i694.photobucket.com/albums/v...a/banner-3.gif
Having only imagination is not enough. You have to go through the core of the story and feel
every single breath of it. (Stephen King)
A man doesn't have to be part of the darkness to walk through it(islamicthinkingtumblr)

Reply With Quote
  #7  
Old 01-13-2011, 08:33 AM
Dunia Senda Dunia Senda is offline
Anak Muda
Join Date: Dec 2010
Posts: 5
Default

Kalau saya secara pribadi punya pengalaman yang cukup miris, untuk buku ke tiga saya, saya taruh di satu penerbit tapi lama sekali akuisisi naskahnya. Saya terkatung-katung selama 6 bulan hingga akhirnya saya memutuskan untuk pindah penerbit dan hasilnya gak masalah kok.

Kalau sekarang saya taruh buku di penerbit Grasindo, karena sudah terlalu lama tidak di respons, saya kemudian minta izin untuk coba ke penerbit lain. Dan pihak mereka bersedia memberi ruang untuk menjajakan naskah saya ke penerbit lain. Jadi menurut saya hal tersebut bisa dilakukan tapi dengan konfirmasi selama penerbit yang bersangkutan tidak bermasalah ya sah2 saja.
Reply With Quote
  #8  
Old 01-21-2011, 10:38 AM
Villam's Avatar
Villam Villam is offline
Anak Muda
Join Date: Sep 2007
Posts: 21
Default

boleh.

ada banyak alasannya. tapi intinya, baik penulis maupun penerbit punya posisi seimbang, dan harus menghormati hak masing-masing. dalam kerja profesionalnya penulis punya resiko untuk ditolak, penerbit juga punya resiko untuk ditolak. dan jika ada penerbit yg mem-blacklist penulis hanya karena ditolak, gue berani bilang bahwa penerbit tsb sebenarnya punya mental amatir walaupun mengakunya profesional (bahkan jika itu adalah penerbit besar), dan justru bersyukurlah penulis karena tidak bekerjasama dengan mereka.
__________________
www.rdvillam.com
Reply With Quote
  #9  
Old 01-21-2011, 04:04 PM
anggra_t's Avatar
anggra_t anggra_t is offline
Anak Muda
Join Date: Feb 2010
Location: Alavena Dukedom
Posts: 315
Default

Quote:
Originally Posted by Villam View Post
boleh.

ada banyak alasannya. tapi intinya, baik penulis maupun penerbit punya posisi seimbang, dan harus menghormati hak masing-masing. dalam kerja profesionalnya penulis punya resiko untuk ditolak, penerbit juga punya resiko untuk ditolak. dan jika ada penerbit yg mem-blacklist penulis hanya karena ditolak, gue berani bilang bahwa penerbit tsb sebenarnya punya mental amatir walaupun mengakunya profesional (bahkan jika itu adalah penerbit besar), dan justru bersyukurlah penulis karena tidak bekerjasama dengan mereka.
waa.. jawaban yang bagus!!
like this
__________________
Come and look into
The World of Mine
Reply With Quote
  #10  
Old 12-29-2015, 02:21 PM
nia agustin nia agustin is offline
Anak Muda
Join Date: Nov 2015
Posts: 92
Default

jangan gan, ntik kalo dua dua nya naskah itu di terima wah susah nanti. lebih baik di coba satu per satu dulu jangan kemaruk lah gan. itu saran ane.











Jual Aki Motor | Paket Tour Pulau Derawan
Reply With Quote
Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 07:58 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.1
Copyright ©2000 - 2019, Jelsoft Enterprises Ltd.