Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com  

Go Back   Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com > RUANG DISKUSI > Cerpen
Register Forgot Password

Reply
 
Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 12-17-2013, 11:28 PM
Shinichi's Avatar
Shinichi Shinichi is offline
Panglima
Join Date: Aug 2007
Location: London, Tokyo, Daneldram
Posts: 2,166
Send a message via Yahoo to Shinichi
Talking Cerpen Menceritakan Peristiwa

Saya cenderung menyebut ini sebagai diskusi (makanya saya posting di room cerpen) ketimbang petunjuk atau tutorial menulis. Sudah lama ingin menulis thread ini. Tapi sepertinya baru punya kesempatan sekarang. Baiklah saya mulai

Jika kita ingin menulis cerpen, maka pastikan cerpen itu punya satu cerita. Cerita di sini maksudnya "peristiwa" yang terjadi di dalamnya. Peristiwa ini berupa konflik, yang sewajarnya dibuat menonjol, yang dialami satu atau lebih tokoh. Konflik itulah fokus penulis. Saya termasuk yang memandang cerpen seperti itu. Beberapa dari kita mungkin berpikir fokusnya adalah pesan. Itu tidak salah, tapi penulis adalah pencerita. Ia akan menjadi penyampai pesan jika lebih dulu bisa bercerita.

Bagaimana cara menceritakan "peristiwa" di dalam cerpen? Untuk itu kita harus tahu bahwa cerpen (fiksi) memiliki elemen dasar, yakni:
  • Karakter
  • Setting
  • Konflik
  • Resolusi

Sebaiknya cerpen memiliki empat unsur di atas. Maka kita bergerak melalui karakter (yakni tokoh). Kita sebagai penulis menempatkan tokoh pada satu tempat (setting), membawanya ke tempat-tempat lain. Kemudian tokoh itu kita pertemukan dengan tokoh lain. Membuat mereka berdialog/ berinteraksi. Ingatlah bahwa dialog (percakapan antar tokoh) merupakan pintu bagi pembaca untuk terlibat dalam cerita. Layaknya gosip gitu. Kita bisa tahu suatu gosip, tapi lebih bisa ikut di dalamnya karena ngobrol (berdialog) dengan orang lain. Ahak hak hak. Biasa kan?

Setting tadi juga meliputi waktu (kapan peristiwa itu terjadi). Nah, penulis bisa menarasikannya/ memaparkan lokasi itu di mana, detilnya. Visualisasi menggunakan kalimat-kalimat dalam narasi. Cara yang paling penting. Penulis bisa saja menyampaikan semua itu dalam deskripsi ceritanya. Tapi cara yang paling ampuh adalah ketika penulis membuat tokohnya yang "mengamati" settingnya. Penulis harus membuat tokohnya "hidup" dan berinteraksi dengan setting atau sekelilingnya.

Contoh: Budi pergi ke pasar. Maka buatlah ia berjalan keluar rumah ...menelusuri trotoar. Tuliskan apa yang ia lihat.

Budi berjalan santai sambil melihat ke sekelilingnya. Di sebelah kirinya ia bisa menemukan tanaman bonsai yang hijau cerah. Sementara di sebelah kanannya adalah jalan beraspal yang sesekali dilalui kendaraan umum. Budi tersenyum sedikit ketika pandangannya tertuju pada sebuah rumah di seberang jalan. Di balik jendala kaca lantai dua, ia bisa melihat bayangan seseorang. Wati, gadis pujaannya, sedang berlatih menyanyi.


Tapi pertimbangkan juga apakah itu penting. Penting di sini maksudnya apakah detil lokasi itu mempengaruhi isi cerita. Jangan sampai cerpen kita kebanyakan detil yang bahkan nggak penting-penting amat bagi inti cerita. Bahwa cerpen itu singkat, maka buatlah ia padat. Langsung saja pada intinya. Mulailah menulis cerpen sedekat mungkin dengan ending. Dengan demikian cerpen akan padat dan nggak bertele-tele yang membuat pembaca keburu bosan. Begitulah cerpen.

Konflik (permasalahan) adalah unsur yang menghidupkan cerpen. Konflik yang membuat pembaca mengikuti cerita sampai akhir. Pembaca ingin tahu permasalahan apa yang terjadi (pada tokoh) dan bagaimana itu berakhir. Maka cerpen tanpa konflik itu gagal. Karakter (tokoh) mengalaminya dalam cerita. Maka kita sebagai penulis "menggerakkannya" menjalani konflik tersebut. Kita bahkan yang menjatuhkannya ke dalam konflik tadi, ke dalam situasi yang harus ia hadapi, dan keluar dari sana menuju resolusi. Konflik inilah masalah yang dihadapi tokoh, ia harus menyelesaikannya. Maka sebisa mungkin mulailah menulis cerpen dengan memunculkan masalah ini. Perlu diingat konflik atau masalah selalu terjadi karena adanya penyebab (alasan).

Kalau begitu bisa disebut bahwa penulis adalah seorang sutradara. Dan perlu diingat bahwa sutradara tak pernah muncul dalam cerita. Tapi ini bukan bermaksud bahwa cerita dengan sudut pandang "aku" itu bukan cerita. Perlu diingat bila cerita yang kita tulis menggunakan sudut pandang orang pertama, itu bukan berarti "aku" di sana adalah sutradara. Penulis dan "aku" sudah menjadi dua orang yang berbeda.

Ingat: ceritakanlah apa yang tokoh lakukan (adegan) dan apa yang tokoh katakan (dialog).

Jadi, bagaimana menceritakan peristiwa?




dari berbagai sumber
__________________
Shinichi bersabda,
marilah kita membaca, menulis dan mengapresiasi di situs kemudian.com,
lalu
Jadilah pembaca yang budiman, penulis yang tekun dan pengkritik yang santun. Peristiwa 1:1

Reply With Quote
  #2  
Old 12-18-2013, 01:55 AM
d.a.y.e.u.h. d.a.y.e.u.h. is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2010
Location: Bandung
Posts: 69
Default

Quote:
Originally Posted by Shinichi View Post
Visualisasi menggunakan kalimat-kalimat dalam narasi. Cara yang paling penting. Penulis bisa saja menyampaikan semua itu dalam deskripsi ceritanya. Tapi cara yang paling ampuh adalah ketika penulis membuat tokohnya yang "mengamati" settingnya.
Kayaknya bagus lagi kalau kita ga cuman melibatkan indra visual, Om, tapi semuanya, termasuk indra keenam hihihiiiii....

Ini standar Masnya dalam menilai cerpenkah?

Selama ini saya kalau ingin nulis cerpen biasanya ngikutin perasaan aja. Pertama mikir dulu pokok apa yang ingin disampaikan (istilahnya di sini "pesan"), terus kemasannya gimana ("cerita"), tapi ga sampai detail konfliknya apa, awalannya deket ga sama akhiran, dst. Semengalirnya aja. Cuman belakangan saya mulai merhatiin penggunaan kata karena itu yang ngasih nuansa, dan, betul, pertimbangan akan detail apakah nyambung ke maksud cerita apa ga. Buat pemula, detail yang ga penting bisa jadi apresiasi karena minimal dia udah coba menulis. Bagus lagi kalau coba menulis sebanyak2nya. Tapi kalau pingin maju, harus tega memangkas dan atau merombak yang udah ditulis itu.

Eh, ini sharing soal proses nulis cerpen bukan ya? Maaf kalau melantur.

Bagaimana menceritakan peristiwa, akur, Om, dengan masuk ke dalam tokoh dan eksplorasi apa yang dia alami entah berdasarkan pikirannya, perasaannya, atau indra2nya. Namanya manusia, udah kodratnya untuk membuat konflik, entah dg sekitarnya atau dirinya sendiri. Jadi untuk mendapatkan konflik cerita, barangkali yang kita perlukan adl menghayati si tokoh itu (yang bisa jadi diri sendiri) sbgm hakikatnya manusia. (Jyah. Berat teuing euy.) Anggap cerpen itu rentetan konflik yang menuju puncak.

Ya udah, saya suka bingung sendiri kalau kebanyakan nulis. Terima kasih udah memberi petunjuk, Mas'e. Mungkin saya coba praktikkan utk cerpen berikutnya
__________________
pencomel, pemungut, dan pengulik-kata
Reply With Quote
  #3  
Old 12-26-2013, 02:20 PM
Shinichi's Avatar
Shinichi Shinichi is offline
Panglima
Join Date: Aug 2007
Location: London, Tokyo, Daneldram
Posts: 2,166
Send a message via Yahoo to Shinichi
Default

ehehehe. indra keenam itu bisa jadi faktor penting, yang kemudian membedakan penulis dengan profesi lainnya. #ngasal. tapi saya yakin bisa begitu. ahak hak hak.

sebenarnya nggak bisa dibilang standar. ini lebih karena pengalaman membaca beberapa tulisan yang membuat saya wow, lalu mencari-cari tips-tips menulis cerpen. kerennya, tips2 itu berhubungan (mencontohkan) dengan karya yang saya baca itu. dan saya rasa, secara umum dan sepengetahuan saya, beginilah standar yg bisa saya terima. ehehehehe.

bener adanya bila menulis itu pekerjaan yang melibatkan perasaan jugak. saya jugak demikian. saya pikir itu malah menjadi fase awal. dan ketika perasaan itu mulai dituangkan dalam bentuk tulisan, terpikirlah konsep. konsep inilah yang jadi pakem, menurut saya. seperti metode apa yg digunakan, kerangkanya gimana, eksekusinya, dll.

saya setuju sama mbaknya soal ketika seseorang disebut penulis pemula, maka detil dalam narasinya baiknya dinilai sebagai usaha "bernarasi". itu poin bagus sampai ditemukan titik ia bukan pemula lagi. ahak hak hak. tapi susah jugak siy namanya jugak sharing, gpp.
__________________
Shinichi bersabda,
marilah kita membaca, menulis dan mengapresiasi di situs kemudian.com,
lalu
Jadilah pembaca yang budiman, penulis yang tekun dan pengkritik yang santun. Peristiwa 1:1

Reply With Quote
  #4  
Old 01-02-2014, 08:50 AM
just_hammam's Avatar
just_hammam just_hammam is offline
Kisanak
Join Date: Jul 2008
Location: sementara di Palu
Posts: 877
Send a message via Yahoo to just_hammam
Default

Sebenarnya indra keenam itu memang penting dalam menulis, bayangkan ketika menulis hanya terkait panca indra, tanpa indra keenam dan berikutnya seperti perasaan dan penalaran (BTW itu indra bukan sih) hehehe
__________________
dadio migunani tumraping liyan
visit Penerbit Ndok Asin
Reply With Quote
  #5  
Old 01-02-2014, 02:00 PM
Shinichi's Avatar
Shinichi Shinichi is offline
Panglima
Join Date: Aug 2007
Location: London, Tokyo, Daneldram
Posts: 2,166
Send a message via Yahoo to Shinichi
Default

Quote:
Originally Posted by just_hammam View Post
Sebenarnya indra keenam itu memang penting dalam menulis, bayangkan ketika menulis hanya terkait panca indra, tanpa indra keenam dan berikutnya seperti perasaan dan penalaran (BTW itu indra bukan sih) hehehe
kita anggap aja indra, Om. tapi indra keenam itu mencakup apa aja?
__________________
Shinichi bersabda,
marilah kita membaca, menulis dan mengapresiasi di situs kemudian.com,
lalu
Jadilah pembaca yang budiman, penulis yang tekun dan pengkritik yang santun. Peristiwa 1:1

Reply With Quote
  #6  
Old 07-14-2015, 10:14 AM
tiwi11 tiwi11 is offline
Anak Muda
Join Date: Jul 2015
Posts: 5
Default comment

ternyata semua panca indra harus digunakan dalam penulisan sebuah cerpen atau novel ya. Baru tahu ini aku
Reply With Quote
  #7  
Old 11-05-2015, 06:01 PM
defartsa23 defartsa23 is offline
Anak Muda
Join Date: Nov 2015
Posts: 22
Default Ini web ku

Maaf numpang promosi..

Hai selamat malam teman-teman!!

Ayo silahkan kunjungi situs saya, http://www.angelusrosa.com/
Jika sudah baca jangan sampai lupa yah untuk kirimkan saran, kritik, dan komentar yang mebangun tentang tulisan yang saya buat...

Terima kasih semua.

Regards,
Penulis.
Reply With Quote
  #8  
Old 12-22-2015, 01:19 PM
nia agustin nia agustin is offline
Anak Muda
Join Date: Nov 2015
Posts: 92
Default

memang menulis itu hobi yang harus dilestarikan. jayalah penulis indonesia










Jamu Bersalin - Kado bayi - Lampu Hemat Energi
Reply With Quote
  #9  
Old 01-18-2016, 10:13 AM
nia agustin nia agustin is offline
Anak Muda
Join Date: Nov 2015
Posts: 92
Default

thank atas penjelasanya

Penawaran referensi informasi Jual dan service Sofa Jakarta bagi anda yang saat ini memerlukannya.
Reply With Quote
Reply

Tags
belajar menulis, cerpen, diskusi, karakter, konflik, mengawali cerpen, peristiwa, resolusi, setting, tokoh

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 07:12 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.1
Copyright ©2000 - 2018, Jelsoft Enterprises Ltd.