Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com  

Go Back   Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com > RUANG SANTAI > Ngobrol Santai
Register Forgot Password

Reply
 
Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 10-10-2011, 09:46 PM
neko-man neko-man is offline
Anak Muda
Join Date: May 2008
Location: jogja
Posts: 195
Default Lounge of The Realm (Role Play Forum dari BOR)

LOKASI : Sebuah kafe kecil yang ada di antara pintu-pintu menuju tiap dunia. Di kafe ini disediakan sofa-sofa empuk, sebuah bar minuman dan makanan, dan tidak lupa karaoke set. Bau harum merebak di udara dan dari mikropon terdengar suara musik jazz yang teduh. Di sini karakter dari Battle of Realm beristirahat untuk menunggu pertempuran berikutnya, juga mengomentari pertempuran yang terjadi. Dengan kata lain disini Thread RP-nya BOR.

Nekoman : "Memang ini tidak seberapa tapi silahkan dinikmati... "
Reply With Quote
  #2  
Old 10-10-2011, 09:58 PM
Riesling Riesling is offline
Anak Muda
Join Date: Nov 2010
Posts: 186
Default

Eve mengintip ke dalam melalui jendela pada pintu kafe. Ia ragu, masuk atau tidak? Sepertinya masih sepi...

Apa ia akan bertemu dengan petarung yang lain? Atau mungkin... Apa ia akan bertemu dengan iblis yang ingin mendapatkan harta McGuffin dengan mengikuti pertarungan? Bila itu sampai terjadi, apa yang harus ia lakukan? Menyerang? Pura-pura tidak tahu? Menghindar?

Apa iblis itu akan mengenalinya?

Dengan ragu-ragu ia membuka pintu menuju kafe antar realm itu dan melangkah masuk.

"...Permisi."
Reply With Quote
  #3  
Old 10-10-2011, 10:22 PM
Sam_Riilme's Avatar
Sam_Riilme Sam_Riilme is offline
Anak Muda
Join Date: Jul 2010
Location: Place where I could sleep as much as I want
Posts: 187
Default

Seorang wanita bertopeng kucing, dengan rambut coklat muda sepinggang kini tengah berkeliling di dalam kafe tersebut sambil berteriak dengan panik.

"Permisi! Apakah di sini ada yang punya charger handphone Softbank~?"

.

Sesosok mahluk serba hitam dengan mata putih besar melirik ke sana kemari sambil meremas-remas cakarnya, kemudian bangkit dan berjalan menuju ke luar kafe.

"34235525253? 8495, 86750860394..." (Kenapa mereka memandangi [meneliti] penampilan [keberadaan]ku terus? Sudah kuduga [kupikirkan], manusia-manusia [peserta-peserta] ini memang menganggap penampilanku aneh [tidak biasa]....)

.

Seorang anak laki-laki berambut hijau dengan kacamata tebal kini tengah duduk di pojokan kafe, sambil menggerutu tidak jelas.

Ini sarang monster! Keliahtannya orang-orang di sini memang tidak ada yang beres! Sial, kalau ini komik, apa itu berarti aku sudah berada di chapter-chapter terakhir? Ah, setidaknya, tokoh utama seperti diriku tidak mungkin mati konyol di tempat seperti ini. Lihat saja, Fort!
Reply With Quote
  #4  
Old 10-10-2011, 11:39 PM
Zoelkarnaen's Avatar
Zoelkarnaen Zoelkarnaen is offline
Anak Muda
Join Date: Nov 2010
Location: Jakarta
Posts: 216
Default

Dietrich tak menyangka kalau ada kafe di tempat ini. Tanpa buang waktu, ia segera masuk untuk memesan kopi.
.
Tak lama kemudian ia keluar lagi, pelayan kafe melarangnya merokok di dalam. Dengan terpaksa ia membuang dulu cerutunya, lalu kembali ke dalam dan memesan kopi.
.
"Hmm... Ada seorang wanita misterius bertopeng dan seorang gadis imut di sini, mana yang harus kudekati ya?" gumam Dietrich.
.
"Mengapa Tuan melupakan kehadiran mahluk hitam lucu itu, dan anak aneh di pojok sana?" sela Freyja seraya menunjuk ke mahluk hitam yang sedang berjalan keluar, dan bocah lelaki pendiam yang sedang duduk di pojokan kafe.
.
"Ah sudahlah, yang manapun tak masalah bagiku," cetus Dietrich tak menghiraukan kata-kata Einherjar-nya.
__________________
A true friend stabs you in the front.
-Oscar Wilde-
Reply With Quote
  #5  
Old 10-10-2011, 11:49 PM
Ivan Rampengan's Avatar
Ivan Rampengan Ivan Rampengan is offline
Anak Muda
Join Date: Aug 2011
Location: Croix
Posts: 68
Default

I mendaratkan tubuh datanya ke sebuah cafe kecil. Ia melihat sekitar, Kotak analisis di sensor visualnya mengunci setiap pribadi di dalam cafe.

Saluran komunikasi ia buka kepada Princess.

"more Enemies, More Upgrade ability."
Reply With Quote
  #6  
Old 10-11-2011, 04:54 AM
herjuno's Avatar
herjuno herjuno is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2010
Location: Jogja
Posts: 459
Default

Di sini, ya...?

Alea menatap bangunan di depannya. Ini adalah satu-satunya bangunan yang ia jumpai berada di antara pintu dimensi, dan itu berarti, denah yang ia pegangi di tangannya menunjukkan tempat ini! Alea sendiri tidak yakin tempat apa ini, tapi bau harum yang merebak dan suara musik lembut yang belum pernah Alea dengar sebelumnya membuat ia dapat menerka bahwa ini adalah semacam tempat bersantai--dikenal dengan kave di tempat asalnya.

Baik, mungkin tak ada salahnya kalau aku...

BRUK!

"Kya!"

Alea, yang baru saja terhempas ke tanah, mendongak. Didapatinya seorang lelaki berkulit cokelat dengan rambut hitam panjang terkuncir. Lelaki itu mengenakan mantel hitam yang panjang, kemeja putih, dan dasi abu-abu. Sebuah cerutu yang masih menyala tampak terselip di antara kedua jari kanannya.

Namun, tak ada yang lebih membuat Alea terpana ketimbang mata lelaki itu. Mata kirinya berwarna hijau, sementara mata kanannya berwarna cokelat.

"Ma...maaf," ucap lelaki bermata-aneh itu. Disorongkannya tangan yang tidak memegang cerutu, dan kemudian ia berkata, "Aku tidak melihat ada seorang gadis kecil di sini. Apa yang kaulakukan di sini?"

"A...Alea bukan anak kecil!" sergah Alea. Tanpa menghiraukan tangan lelaki itu, ia pun beringsut. "Alea berumur tujuh belas tahun, dan Alea adalah lulusan Akademi Sains dan Sihir Lady Cellia."

Lelaki bermata aneh itu memandang gadis di hadapannya dengan tidak percaya. "Tujuh belas tahun? Kamu?" tanyanya ragu. Meski begitu, sedikit demi sedikit, tatapan ragunya berubah, dan kini, ia menatap Alea dengan tatapan riang. "Oh, maaf sekali, Nona Cantik. Saya tidak seharusnya berkata seperti tadi. Apa yang Nona Cantik lakukan di sini?"

Sebagai jawaban, Alea hanya terdiam. Jujur saja, kata-kata lelaki bermata-aneh itu berhasil membuat dirinya merinding. Itulah sebabnya, ia tidak menghiraukan lagi lelaki itu dan memilih untuk segera masuk ke arah bangunan-mirip-kave yang ada di hadapannya...

...hanya untuk mendapati dirinya menrinding lebih hebat. Itu karena sejauh yang dapat Alea lihat, orang-orang yang ada di dalam memiliki penampilan yang teramat tidak biasa. Ada seorang pemuda yang rambutnya berwarna hijau bak rumput, seorang gadis berambut merah-oranye seperti matahari senja, dan juga seorang perempuan bertopeng kucing yang tampaknya heboh sendiri. Dan bukan hanya manusia saja; Alea juga mendapati sesosok makhluk-serba-hitam tengah duduk di salah satu sudut kafe, membuat gadis itu semakin merinding.

Tanpa berusaha memandang ke salah satu dari mereka yang tengah duduk, Alea menyusuri bangunan-mirip-kave itu. Ternyata, bukan hanya bentuknya yang mirip, namanya juga. Alea mendapati ada tulisan yang berbunyi "kafe" (dengan aksara yang tidak jauh berbeda dengan Alathea) di salah satu dinding yang letaknya agak shady. Tak jauh dari tulisan itu, terdapat sebuah meja kosong yang sepertinya belum ditempati, jadi ke sanalah ia melangkah. Gadis itu sendiri memilih tempat yang agak terselubung supaya ia tidak dikesan oleh lelaki bermata-aneh yang tadi....

O...orang-orang yang aneh! Semoga aku tidak melakukan apa pun yang dapat memancing keributan di sini...

Suara derit pintu membuat Alea terlonjak--ia hampir saja terjatuh dari kursinya. Untunglah, ternyata, yang masuk bukanlah lelaki bermata aneh tadi, melainkan sesosok lelaki yang mengenakan zirah abu-abu. Namun, kelegaan Alea tak berlangsung lama, karena lelaki-bermata-aneh itu menyusul masuk tak lama kemudian. Setelah memesan secangkir kopi, ia pun lantas berjalan menuju salah satu tempat duduk...

...yang sialnya, berada tak jauh dari tempat Alea sekarang. Dengan segera, ia pun langsung menempelkan wajahnya di atas meja, dan kemudian, menggunakan ranselnya untuk menutupi wajahnya dari jangkauan penglihatan lelaki tersebut.

"Hmm... Ada seorang wanita misterius bertopeng dan seorang gadis imut di sini, mana yang harus kudekati ya?" Sayup-sayup, Alea mendengar suara lelaki itu. Dari balik ranselnya, Alea mengintip. Didapatinya lelaki itu tengah terdiam sejenak--seakan tengah mendengarkan seseorang (atau sesuatu ) berbicara kepadanya. "Ah sudahlah, yang manapun tak masalah bagiku," tambahnya.

Dia...berbicara sendiri?

"Nona kecil itu? Ah, aku yakin, dia sebenarnya berbohong, jadi dia tak masuk hitungan. Lihat saja ukuran dadanya!"

Perlahan, mata Alea pun beringsut menuju salah satu bagian tubuhnya. Kata-kata lelaki itu--sialnya--benar.

Alea sebenarnya ingin pindah dari tempatnya duduk, tapi melakukan hal itu dapat membuat ia dikenali oleh lelaki bermata aneh itu. Itulah sebabnya, dengan berat hati, ia memutuskan untuk terpaku di tempatnya duduk. Beruntung seorang pelayan datang dan menawarinya minum, sehingga ia setidaknya tidak akan kehausan.

Da...dadaku rata....
__________________
"Scribo Ergo Sum"

I Write, Therefore I Am

Last edited by herjuno; 10-11-2011 at 06:32 AM. Reason: Cat.: Saya memanfaatkan "saat kosong" yang tak diceritakan saat Dietrich membuang cerutu dan berapa lama Mailerisme duduk
Reply With Quote
  #7  
Old 10-11-2011, 08:04 AM
neko-man neko-man is offline
Anak Muda
Join Date: May 2008
Location: jogja
Posts: 195
Default

-Jhon Dance-

Jhon duduk di depan meja bar, dia merasa bingung. Banyak orang aneh di sini. Dan apa-apaan pedang itu? Dia juga peserta. Lalu makhluk hitam yang ada di sudut makan muffin itu apa? Semuanya sungguh aneh. Dia ingin pulang dan menari.. menyempurnakan tarian Numa-numa dan hare no Yukai.
Reply With Quote
  #8  
Old 10-11-2011, 09:57 AM
Sam_Riilme's Avatar
Sam_Riilme Sam_Riilme is offline
Anak Muda
Join Date: Jul 2010
Location: Place where I could sleep as much as I want
Posts: 187
Default

Roger Daniel tengah berdiri di depan papan pengumuman pertandingan turnamen Battle of Realms. Ia tengah memastikan, kalaupun ia tidak bisa menang di pertandingan ini, setidaknya ia juga tidak mau kalau sampai terluka parah untuk suatu hal yang ia sendiri sebenarnya tidak inginkan, seperti saat ini.

Match 6 : Megaman I vs Roger Daniel

Lawanku robot (reploid)? batin Roger tak percaya. Pihak penyelenggara ini ternyata memberiku handicap, ya.. Huhuhu, mereka salah besar memberiku kemenangan mudah di ronde pertama..

Merasa ia pasti bisa melewati ronde pertama tanpa kesulitan, Roger pun mengalihkan perhatiannya pada pertandingan ronde kedua. Di situ disebutkan bahwa pemenang Match 6 akan melawan pemenang dari Match 5.

Match 5 : Alea Sfir vs Eve Dragoste Giandra

Dan lawanku di ronde kedua dua-duanya perempuan? Hahaha, lelucon macam apa ini?

Perasaan di atas angin yang dirasakan Roger saat ini tak berlangsung lama, setelah ia melihat kedua nama petarung Match 5 tersebut di selebaran peserta yang dibagikan pihak penyelenggara di kafe ini.

Mahou shoujo?! Sial! Kalau aku tahu ada musuh seperti ini, harusnya aku lebih mendengarkan penjelasan dari Shuu tentang sihir! Aaaaaaah!!

Roger memutuskan untuk 'meneliti' kedua calon lawannya di ronde kedua (ya, dia dengan takaburnya tidak menghiraukan sosok robot berzirah abu-abu yang menjadi lawannya di ronde pertama)

*****

Case 1 : Alea Sfir

Roger melihat sosok perempuan mungil berkacamata yang kelihatannya melirik ke sana kemari dengan gugup, bagai seekor tupai yang dilepas di padang gurun. Tak lama kemudian, perempuan itu berdiri, kemudian baru berapa langkah berjalan, ia tiba-tiba terjatuh tanpa sebab.

"Kya!"

"...."

Roger menghela napas pelan melihatnya, kemudian menghampiri perempuan itu, seraya berkata,

"Perlu bantuan, adik kecil?"

Perempuan di hadapannya dengan gemetaran bangkit, kemudian menatap Roger dengan wajahnya yang memerah.

"A-Alea buka anak kecil! A-Alea sudah berumur 17 tahun!" serunya.

"17 tahun?!" sahut Roger tak percaya. "Wahahahaha! Tidak mungkin! Aku bahkan kenal seseorang yang 3 tahun lebih muda dari 17 tahun, tapi punya dada yang lebih besar darimu! Kau tidak mungkin berumur 17 tahun.. Coba kutebak, kau pasti baru berumur 12 tahun, kan?"

*PLAK!*

Alea menampar pipi Roger, meninggalkan bocah berambut hijau itu tersungkur di lantai dengan pipi yang membengkak kemerahan.

Case 2 : Eve Dragoste Giandra

"Jadi, untuk apa kau mengikuti turnamen ini?" tanya Roger pada seorang perempuan bernama Eve, yang kini tengah duduk di seberangnya.

"Untuk mendapatkan harta McGuffin, dan mencegah para iblis itu mendapatkan apa yang mereka inginkan!" ujar Eve dengan mata yang menunjukkan keraguan.

"Hah? Iblis?" kata Roger dengan wajah menyeringai. "Wahahaha! Cerita macam apa itu? Kau pasti kebanyakan nonton anime mahou shoujo atau semacamnya!"

*PLAK!*

Roger kembali terkapar di lantai dengan sebelah pipi yang memerah karena semakin bengkak.

Last edited by Sam_Riilme; 10-11-2011 at 06:10 PM. Reason: Ling : Maaf odah bikin OOC..
Reply With Quote
  #9  
Old 10-11-2011, 10:48 AM
145's Avatar
145 145 is offline
Anak Muda
Join Date: Feb 2008
Posts: 92
Default

-K-
Secara keseluruhan, kafe itu sama sekali bukan tempat yang buruk. Atau bisa dibilang bahwa kafe itu adalah hal baik pertama yang K temui sejak ia menjalankan misi konyol ini. Musik, Makanan, Minuman, Pelayan, Sofa yang nyaman, dan yang terpenting, ia tak perlu membayar sepeser pun.

Sisi buruknya....
Ia jadi punya cukup ruang dan waktu untuk membaca peserta lain yang ada di sana dan dalam waktu singkat cukup yakin bahwa kemungkinan ia dapat menjuarai turnamen ini... bukan... tetap utuh sampai ia tak lagi menjadi peserta... sama kecilnya dengan kesempatan seekor lalat kabur dari jaring laba-laba.

Semua peserta turnamen ini benar-benar tak masuk akal dan ia enggan membayangkan dunia macam apa tempat mereka berasal.

Yah tidak semuanya sih. Ada beberapa orang err peserta yang kelihatannya cukup manusiawi.

K menutup buku peserta terakhir. Setidaknya ia sudah menyelesaikan misi pertamanya.

Sekarang... kira-kira siapa yang bisa ia ajak bicara?
__________________
Reply With Quote
  #10  
Old 10-11-2011, 11:58 AM
centuryno centuryno is offline
Anak Muda
Join Date: Mar 2011
Location: bandung
Posts: 88
Send a message via Yahoo to centuryno
Default

Dengan tenang Rei memasuki kafe BOR yang baru di bangun tersebut, lalu melihat sekeliling.

"Suasananya cukup ramai dan bervariasi," gumamnya dalam hati sambil mencari meja yang kosong.

Setelah melihat sekeliling akhirnya Rei menemukan sebuah meja kosong yang berada di dekat jendela. Reipun dengan santai berjalan ke meja tersebut dan memesan segelas susu murni hangat dan semangkuk tumis wortel kesukaannya. Saat sedang makan masuklah seseorang berpakaian rapih dan elegan serta membawa buku sedang melihat-lihat sekelilingnya.

"Apa yang dia lakukan ?," tanyanya dalam hati.

Tapi kemudian pertanyaan hilang dari pikirannya dan kembali menikmati hidangan yang di pesannya
Reply With Quote
Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 03:06 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.1
Copyright ©2000 - 2018, Jelsoft Enterprises Ltd.