Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com  

Go Back   Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com > RUANG DISKUSI > Cerpen
Register Forgot Password

Reply
 
Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 11-05-2015, 05:49 PM
defartsa23 defartsa23 is offline
Anak Muda
Join Date: Nov 2015
Posts: 22
Default Jahil

Hai selamat malam teman-teman..

Ayo silahkan kunjungi situs saya, http://www.angelusrosa.com/
Jika sudah baca jangan sampai lupa yah untuk kirimkan saran, kritik, dan komentar yang mebangun tentang tulisan yang saya buat...

Kembali kecerita ehehe :

"Haha. Yaelah, sama film aja pada takut! Payah, banget, temen-temen gue tadi,” ketus Phia, cewe berambut panjang itu memang selalu merendahkan teman-temannya selesai menonton film horror.
Phia masuk ke dalam rumah yang seperti biasa pintu selalu tidak di kunci setiap ia pulang kuliah. Ia sudah hapal, ini pasti kerjaan adiknya yang tidak pernah mengunci pintu setiap pulang sekolah.
Hari sudah semakin sore. Nampaknya, tinggal menghitung menit, Sang Matahari juga ingin pamit pulang ke alamnya. Bundanya, belum pulang juga. Mungkin, banyak yang memesan baju batik di butiknya.
Rumah sangat gelap. Lampu-lampu belum menyinari ruangan ini. Hanya bagian ruang atas saja yang terang.
“Rezaaaaa! Kebiasaan, lampu di bawah gak diterangin! Lo mau buat gue takut? GAK MEMPAN!” teriak Phia dengan keras, berharap adiknya yang sedang di kamarnya di atas, mendengar dan menjawab ocehan kakaknya ini. Namun, tak ada balasan dari adiknya itu. Phia pun mengabaikannya.
Reza, adik satu-satunya itu memang sedikit cuek dengan lingkungan sekitarnya. Cowo yang baru saja menduduki bangku sekolah menengah atas itu memang sedikit keras kepala, namun selalu baik hati, tidak tega melihat kakaknya yang selalu memasang muka melas jika meminta bantuan darinya.
Phia menekan semua stop kontak, agar semua lampu dapat menyinari ruangan. Kemudian, ia langsung berjalan ke kamarnya. Dan membiarkan pintu kamarnya terbuka.
“Ah, hari ini cape sekali,” spontannya, sambil merebahkan badan di kasur.
Seketika, ngantuk tiba-tiba saja menyerang. Phia mencoba menutup matanya. Namun, bayangan adegan yang ada di film tiba-tiba saja muncul. Membuatnya sedikit takut dengan keadaan rumahnya yang sepi, walau ada adiknya di atas sana.
“Ahelah! Ngapain, sih, gue pake ikut-ikutan takut! Itu kan cuma film!” teriak Phia, menguasai ruang kamarnya.
Hawa sekitar menjadi dingin. Bulu kuduk Phia tiba-tiba saja berdiri. Phia berusaha mengalihkan pikiran dan ketakutannya dengan menonton video kartun di ponselnya.
‘Buuurr Buurr’ tiba-tiba terdengar suara air, seperti ada orang yang mandi. Kamar mandi di rumahnya yang terdekat dari tangga memang yang terdapat di depan kamar Phia. Kira-kira jaraknya 2 meter dari kamar Phia. Phia langsung keluar dan mendekati kamar mandi.
“Deeee! Lu tadi gue marah-marah gak dijawab! Maen mandi-mandi aja, gak sopan! Kakaknya pulang bukannya disambut.” Phia kembali berteriak agar adiknya yang sedang mandi itu mendengarnya. Phia memang senang sekali berteriak. Padahal, ia sedang berada di depan kamar mandinya. Di kampus pun, ia merupakan orang yang paling berisik di kelasnya karena teriakannya itu.
Namun, tiba-tiba saja suara guyuran air itu berhenti. Namun, Phia berusaha untuk mengabaikannya. Mungkin adiknya itu sedang melumuri badannya dengan sabun. Phia kembali ke dalam kamarnya.
Ia merebahkan badannya kembali. Ia mencoba mengalihkan pikirannya. Namun, tak dapat dipungkiri. Ia mencoba kembali untuk mendengar suara guyuran air dari dalam kamarnya. Namun, tak ada suara yang bisa ia tangkap. Hanya sunyi senyap dan suara detik jam kamarnya saja yang ia dapat. Seketika, ia kembali merasa merinding. Hawa dingin kamarnya semakin ia rasakan. Ia juga ingat, ini hari kamis, itu berarti malam jumat! Dimana, semua orang menjudge malam jumat adalah malam yang horror. Suasana semakin mencekam. Ia memeluk boneka beruangnya dengan sangat erat.
‘Tak tok tak tok’ suara langkah kaki menaiki tangga kayu itu. “Ah, mungkin si Reza sudah selesai tuh mandinya,” benak Phia.
Phia menenangkan diri dan perasannya. Namun, ketika ia mencoba untuk mencairkan suasana. Tiba-tiba ‘Braak Braak Braak’ suara dari atas kamarnya, seperti orang yang sedang melompat-lompat. Rumah Phia hampir seluruhnya dari kayu. Sehingga sangat terdengar apabila berjalan bahkan melompat seperti itu.
Phia kembali berpikir positif. Mungkin ini kelakuan adiknya, Reza yang kadang suka iseng menjahili kakaknya.
“Rezaaaaa! Jangan lompat-lompat lo! Kayak anak kecil aja, deh! Mau nakut-nakutin gue? Udah deh, kurang kerjaan lo!” Teriak Phia sedikit kesal.
Namun, suara lompatan itu masih terdengar. Makin lama makin keras. Phia menjadi naik pitam. Ia tak suka dengan cara bercanda adiknya itu.
“REZAAAAAAA!” Kini terikannya melebihi teriakan seorang pemimpin yang dalam upacara penaikan bendera di sekolah. “Gue samperin lo, Rezaaaa ke atas! Awas gue datang, gue cubit lo!” semprot Phia kesal.
Phia memang sedikit takut. Namun, kekesalannya mengalahkan ketakutannya. Ia pun keluar dan mencoba melihat adiknya itu. Phia sudah menyiapkan jurus cubit paling ampuh yang bakal bisa buat adiknya merintih kesakitan. Ketika Phia mulai menaiki tangga, suara lompatan itu pun berhenti. Benar saja, sudah tidak ada adiknya di koridor bagian atas rumahnya itu.
Phia langsung menuju ke kamarnya Reza. Masuk dan membanting pintunya itu sampai tertutup rapat. “Apa-apaan dia ini! Sekarang malah sedang bersantai mendengarkan lagu melalui earphone nya itu,” benak Phia. Phia menghampiri adiknya dan mencopot earphone yang sedang ia gunakan.
“Reza, apa-apaan sih lo bercandanya ga lucu tau ga!” sambil berkacak pinggang, Phia menyemprot adiknya itu dengan amarahnya.
“Bercanda apaan sih, ka?” dengan santainya Reza menjawab pertanyaan Phia, seperti dirinya tidak bersalah.
“Alah, ga usah pura-pura gak tau, Reza! Tadi lo mandi, giliran gue teriak-teriak lo berenti. Terus lo pake loncat-loncat segala di atas kamar gue, kan kedengeran dari kamar! Terus pas gue samperin, lo berenti loncat-loncat dan taunya lo ada di sini sambil dengerin musik. Dan sekarang lo pura-pura ga tau itu semua dan mau bilang LO GA NGELAKUIN ITU SEMUA! Iya?” Mulut Phia memang seperti itu ketika sudah marah seperti rem yang sudah tidak berfungsi alias blong.
“Ih, gue dari tadi pulang sekolah emang tiduran sambil dengerin musik, ka. Beneran deh! Ngapain gue ngerjain lo. Gue lagi cape banget ini tadi habis sparing basket.” Reza pun menjelaskan kepada kakaknya itu. Dari cara bicanya, Reza serius. Dia biasanya kalau ngerjain, pas ditanya pasti senyum-senyum. Kali ini Reza sepertinya serius.
Phia langsung menaiki kasur adiknya itu. Berusaha untuk lebih dekat dengan adik jagoannya. Tiba-tiba saja ia merasa merinding dengan kejadian barusan. Kalau bukan adiknya, lalu itu semua siapa yang melakukan.
“Terus tadi berarti siapa dong, Za?” tanyanya bingung.
Reza yang heran kakaknya mendekati dirinya, serasa ia adalah tempat berlindung yang aman untuk kakaknya, membuat Reza terasa geli sekali melihat kakaknya ketakutan itu.
“HAHAHA Lo takut ya ka?” ujar Reza meledek.
“Udah ah diam jangan macem-macem!” ancam Phia.
“Mungkin dia mau mengajak lo main itu kaaa.. Haha” Reza kembali menakuti kakaknya.
“REZAAAAA!” Teriak Phia yang sangat kesal pada adiknya itu dan memukul-mukul adiknya dengan bantal.

Reza pun hanya tertawa terbahak-bahak melihat kakaknya ketakutan dan berlindung di belakangnya seperti anak kecil yang berlindung pada ibunya.
Reply With Quote
  #2  
Old 03-07-2016, 03:13 PM
selamaku selamaku is offline
Anak Muda
Join Date: Aug 2014
Posts: 14
Default

makanya kalau gelap, lampu rumahnya dinyalain aja


________________________
diet herbalife
lampu hemat energi
Reply With Quote
  #3  
Old 09-05-2016, 04:15 PM
samuel33 samuel33 is offline
Anak Muda
Join Date: Mar 2015
Posts: 10
Default comment & replay

Emang seperti itulah masa anak-anak mentalnya belum dewasa tapi terkadang ada juga orang yang sudah dewasa penakut.







________________________________________
Jual Patung Manekin | Mikroskop Binokuler Murah
Reply With Quote
Reply

Tags
berkaryaituasyik!, creative, horo, imagination, misteri

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 05:34 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.1
Copyright ©2000 - 2019, Jelsoft Enterprises Ltd.