Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com  

Go Back   Forum Kners adalah forum diskusi tentang kepenulisan. Dibuat untuk media diskusi para member yang bergabung di situs kemudian.com > RUANG DISKUSI > Cerpen
Register Forgot Password

Reply
 
Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 07-31-2009, 09:08 PM
andrea andrea is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2008
Posts: 3
Default QTNgulik: DoA Barthes

MAKLUMAT: Bila bisnis Anda adalah memproduksi fiksi, Anda dan Stephen King tetap bisa menjadi penulis maha laris walau melewatkan corat-coret berikut. Bila Anda ambil posisi sebagai pembaca, yuk, lanjut.

Menyambung usulan ini di thread ini, gue nekad mengunggah terjemahan esai Roland Barthes, ‘The Death of the Author’/‘La mort de l’auteur’/‘Matinya Si Pengarang’ di sini, dari antologi esainya, Image – Music – Text. Esai ini pendek. Esai ini gue terjemahin karena, tentu saja, pendek; dan karena esai ini, AFAIK, gara-gara judulnya, sering disalah-pahami, sebagaimana ‘No Woman No Cry’-nya Bob Marley sering kepelintir jadi lagu kebangsaan misogini cengeng para lelaki, CMIIW.

Isi esai ini terkait ke sejarah sastra, membahas bagaimana di masyarakat kapitalis—apa hubungannya, gue juga bingung—fiksi lebih dikaitkan ke posisi pengarang yang begitu mengemuka. Padahal, kata Barthes, fiksi hanya dikendalikan semata-mata oleh bahasa; bukan faktor lain seperti riwayat si penulis, anak-cucu-cicitnya, kawin-cerainya, dan segala hal mengenai ‘orang’-nya; ya, Barthes adalah pendekar anti-infotenmen. Di sisi lain, di mata Barthes, pupus pula peran elit yang mengisolasi pembaca awam dan menyerahkan urusan kritik-mengkritik ke segerombol cerdik cendekia. Barthes menganggap bahwa urusan tulis-temulis, seperti halnya ketika kita lagi belajar bahasa asing, tak lain hanya secara sadar bongkar pasang entri kamus. Tidak ada pengarang yang bisa menelurkan ‘kejeniusan’ (hal.142 teks asli) karena emang gak ada yang baru (hal.146 teks asli); tulisan cuma hasil berburu dan meramu materi yang udah ada. Selanjutnya Barthes menaruh (atau mengembalikan) fiksi ke haribaan pembaca—yang seperti pengarang—juga gak ada sangkut-pautnya sama si ‘orang’. Dan karena tulisan sudah dikembalikan ke tempat semestinya, Barthes mengakhiri esai dengan kalimat sangar: “… demi memberi masa depan ke tulisan, adalah keniscayaan untuk menggulingkan mitos: ‘kelahiran pembaca haruslah ditebus dengan kematian Pengarang.’”

Silakan baca dulu selengkapnya.



Oke. Lanjutkan!

Jauh berbeda dengan, misal, ‘Introduction to the Structural Analysis of Narratives’ (dimuat di antologi yang sama, hal.79–124), IMO, esai ini kadang beraroma propaganda, udah kayak selebaran gelap. Esai ini juga sangat ‘mrancis’ (hanya pengarang fiksi Prancis yang disebut) dan sangat asumtif terhadap pembacanya. Konsekuensinya, gue harus google sana google sini sebelum ngêh bahwa yang dimaksud Barthes dengan Proust adalah Marcel Proust yang memunculkan tokoh Baron de Charlus di Sodom and Gomorrah; realisme atau Romantisisme atau New Criticism adalah sebahagian dari segepok aliran sastra dan aliran kritik sastra; dan seterusnya.

Yang mrancis-mrancis tadi sebenarnya bukan barang baru, kebanyakan terbitan abad XIX. Esainya sendiri pertama terbit dalam Basa Prancis pada 1968. Banyak yang terjadi sejak saat itu. Bobot aktual bukan daya tariknya. Kabar baiknya, kalau Anda ingin mengecek Honoré de Balzac, Marcel Proust, Gustave Flaubert, dkk. yang di esai ini disebut-sebut, kunjungi aja PGutenberg. Hampir semua ada.

Buat gue pribadi, setelah pengarang ‘dibunuh’, Barthes nolong gue milih tempat nongkrong. Ada kubu yang menekankan ketak-stabilan bahasa/makna/tanda—hari gini siapa sih yang gak kenal Jacques Derrida¿ Kubu yang lain tetap fokus ke kemampuan pembaca dalam mengolah bahasa lewat istilah payung ‘Teori Respon Pembaca’. Yang terakhir ini berkomplot minimal dalam dua geng: yang satu mengadopsi program-program hermeneutis—miss worm udah membahasnya di sini—dan satunya lagi merapat ke pendekatan formal/natural—dari Vlad Propp sampai Janyce Wiebe. [Kita boleh bahas serbaneka ini lain waktu.]

Akhir kata, hanya baca Barthes for Beginners gak bakalan bikin gue jadi pakar Barthes. Gue tau di sini ada anak bahasa dan sastra, anak English/French lit, aktivis dan pemerhati milis sastra/budaya, sarjana dan kritikus profesional; diam-diaman ato terang-terangan gentayangan di kners. Oleh karenanya, kalo ada kesalahan penerjemahan, literal ato konseptual, jangan sungkan mengoreksi.

Pengarang telah mati! Hidup pengar… pembaca!

P.S.: Esai ini diterjemahkan dengan dalih fair use. Kalo di belakang hari ada keluhan kredibel terkait pelanggaran hak cipta, tanpa ragu gue akan mendeletnya. Versi Inggris fair use bisa Anda temukan di sini.
__________________
¬¤⌐
Reply With Quote
  #2  
Old 08-02-2009, 09:43 PM
bob1985 bob1985 is offline
Join Date: Sep 2008
Location: Medan
Posts: 0
Default

Ini terlalu jauh bagiku Ndrea. bagaimana ya, sepertinya harus kulewatkan saja, toh aku mau mengikuti maklumat saja hehehehe.

-anyway, terjemahannya itu berisi istilah yang sangat 'alien' buatku. kata-katanya mungkin sangat cocok buat anak sastra. jadi buat yang suka beginian, silahkan...
__________________
Tanda tangan sekaligus Tanda kaki?
Reply With Quote
  #3  
Old 08-03-2009, 11:56 AM
andrea andrea is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2008
Posts: 3
Default

Quote:
Originally Posted by bob1985 View Post
Ini terlalu jauh bagiku Ndrea. bagaimana ya, sepertinya harus kulewatkan saja, toh aku mau mengikuti maklumat saja hehehehe.

-anyway, terjemahannya itu berisi istilah yang sangat 'alien' buatku. kata-katanya mungkin sangat cocok buat anak sastra. jadi buat yang suka beginian, silahkan...
Good point.

Yang perlu gue tekankan: tidak ada niat penerjemah untuk membuat terjemahannya lebih 'alien' dibanding aslinya. Beberapa definisi yang gak ada di teks asli sengaja gue tambahin biar orang gak capek-capek menggoogle. Tapi kalo tetap saja gak membantu (menimbulkan ketertarikan), sekali lagi, maklumat di atas serius adanya. Gue mengerti. Periksa lagi aja ketika suatu waktu, ketertarikan itu udah ada. File-nya sih gak bakalan ke mana.
__________________
¬¤⌐
Reply With Quote
  #4  
Old 08-04-2009, 11:05 AM
pikanisa pikanisa is offline
Anak Muda
Join Date: Dec 2006
Posts: 14
Default

aq mampir Ndie, coz si Bobo PM aq, nyuruh ngulik2 racauanmu. hehehe.. U're so sexy babe with U're bubbling )

soal lingkaran setan penulis - pembaca - dan kritik sastra, hemmm.. aq kebetulan baca buku setara "Holy Bible" atau "Al-Qur'an" nya silabus sastra Indo (meski itu terbaca dari takaran indikator referensi q yg secuprit) . Dengan maksud, jangan juga terlalu dipegang saklek.

Diambil dari 100 Buku Sastra Indonesia yang Patut Dibaca Sebelum Dikuburkan
Pengantar : Menuju Pax Literaria - An Ismanto

Karya sastra bukan merupakan suatu tabula rasa yang kosong bukan? Jangan lupa bahwa, di sana-sini pasti akan ditemui aktualisasi atau realisasi sistem konvensi atau kode sastra dan budaya yang sangat tergantung oleh interpretasi pembaca, dan tak mungkin bebas dari subjektifitas penulis.

Gimana Ndie?
Reply With Quote
  #5  
Old 08-04-2009, 05:07 PM
Super x Super x is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2007
Location: MEDAN
Posts: 26
Send a message via Yahoo to Super x
Default Hehe

Hehe...
* Jika begitu karya dipublikasikan - maka penulis telah mati - pembaca dilahirkan.
* Maka BUKU adalah ARWAH sang penulis... yang menggentayangi para pembaca.

Atau...
* Jika begitu karya dipublikasikan - maka penulis telah mati - pembaca dilahirkan.
* Penulis ber-metamorfosa menjadi pembaca...
* Ketika ia memutuskan menulis lagi, maka ia ber-metamorfosa lagi menjadi penulis.

Atau...
* Sebuah karya yang dipublikasikan... hanyalah proses filosofi "PADA HAKIKATNYA... SELURUH MAHLUK HIDUP DI MUKA BUMI CENDERUNG MENGARAH KEPADA YANG SEJATI".
* Ketika karya 1 ternyata banyak bolong...
* Karya 2 masih eksperimen...
* Karya 3 penyempurnaan...
* Karya 4 Menemukan jati diri...
* Karya 5 MASA PUNCAK...
* Karya 6 MASA EMAS...
* Karya 7 TITIK BALIK...
... dst... dst,....
Sehingga tidak ada istilah PENULIS telah mati... namun... PENULIS telah belajar sesuatu...

Atau...
Ini beda konteks tah???

Malah... menurut saya Barthez sekedar cari popularitas.
Dengan tulisannya "The Death of the Author" --->>> Dia mengharapkan namanya akan Abadi... sebagai penulis opini tsb. Dan dia berhasil, dia telah abadi, terlepas dari pro dan kontra para pembacanya.

hak hak... numpang meracau aja Ana, Bos!!!
Reply With Quote
  #6  
Old 08-05-2009, 08:45 AM
andrea andrea is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2008
Posts: 3
Default

Thread ini dibikin untuk membahas isi esai DoA-nya Barthes, bukan 'judulnya'. Kalo belum baca, kusarankan baca dulu sebelum mencapai posting ini. Kalo sempat, perbandingkan juga dengan versi Inggrisnya; kali aja ada kesalahan. Ikhtisar di #1 par.3 jelas tidak mewakili keseluruhan isi.

Kalo udah dibaca tuntas, perbedaan DoA sama 'Pax Literaria' (lihat #4) dalam hal interpretasi/subyektivitas misalnya, pasti langsung keliatan. Gak akan gue ulang penjelasan yang udah tertulis di sana (misal, DoA-ID, hal.5: "... sebagaimana aku tidak melebihi kejadian ketika seseorang mengucapkan aku.")

IMHO, diskusi akan lebih memperkaya khazanah bila ada komen: "Gue sepakat sama DoA dalam hal ... sesuai halaman ...," atau "Barthes salah total ketika ngomong ... di halaman ...," atau "DoA dan PL sebenarnya sama-sama aja kecuali di beberapa hal yang mencakup ... yang dia sebut-sebut di halaman ...." Dan terbebaslah kita dari 'menjadi OOT' atau 'takut beda konteks'.

Gue gak mau patronizing, tapi judging the book by the cover ato judging the essay by the title masih kentara—lihat #1 par.2.
__________________
¬¤⌐
Reply With Quote
  #7  
Old 08-05-2009, 02:30 PM
Shinichi's Avatar
Shinichi Shinichi is offline
Panglima
Join Date: Aug 2007
Location: London, Tokyo, Daneldram
Posts: 2,166
Send a message via Yahoo to Shinichi
Default

Hidup Pembaca...
__________________
Shinichi bersabda,
marilah kita membaca, menulis dan mengapresiasi di situs kemudian.com,
lalu
Jadilah pembaca yang budiman, penulis yang tekun dan pengkritik yang santun. Peristiwa 1:1

Reply With Quote
  #8  
Old 09-29-2009, 07:42 PM
samalona's Avatar
samalona samalona is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 1970
Location: Makassar, Bogor, Surabaya, Nusa Dua
Posts: 167
Default

Terima kasih atas terjemahannya. Ada minat untuk membahas interpretasi dari sudut pandang Umberto Eco dan kawan-kawan?
__________________
We always did feel the same
We just saw it from a different point of view
-- Bob Dylan, Tangled Up in Blue
Reply With Quote
  #9  
Old 10-01-2009, 03:52 PM
panah hujan panah hujan is offline
Anak Muda
Join Date: Oct 2007
Location: Yogyakarta
Posts: 252
Default



*sakit kepala*
__________________
"kalau masih ada kesempatan untuk menepati janji, kenapa harus mengingkarinya?"

http://dewikharismamichellia.blogspot.com/
Reply With Quote
  #10  
Old 10-11-2009, 03:20 AM
andrea andrea is offline
Anak Muda
Join Date: Jan 2008
Posts: 3
Default

Quote:
Originally Posted by Samalona View Post
Ada minat untuk membahas interpretasi dari sudut pandang Umberto Eco dan kawan-kawan?
Wah! Gimana yak? Kalo bagi gue pribadi, tujuan utama penerjemahan adalah untuk mengurangi kadar ke-misunderstood-annya: bahwa pengarang yang dimaksud Barthes adalah sesederhana sebundel fungsi pengaturan urutan kata, bukan (lagi) sebuah figur manusia dengan daging dan tulang-belulangnya--hence the death.

Sampai saat ini, belum gue lihat sanggahan/tentangan/pemakluman/pengiyaan apapun perihal isinya; viz. bagaimana DoA mempengaruhi pembaca esainya, bukan pembaca judul esainya. Padahal inilah yang sangat ingin gue liat. Jadi, andaipun bisa, gue belum berniat untuk menambahkan perspektif baru dari Eco, apalagi sampai menyeretnya ke pos-struk yang ... gitu, deh.

Sebagai gantinya, gimana kalo Samalona bahas DoA dulu? Dikit aja! Tell me what you think.
__________________
¬¤⌐
Reply With Quote
Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 06:38 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.1
Copyright ©2000 - 2019, Jelsoft Enterprises Ltd.