View Single Post
  #7  
Old 08-07-2009, 02:50 PM
fairynee fairynee is offline
Anak Muda
Join Date: Apr 2007
Location: Medan
Posts: 73
Default

Cerpen ini dibuka dengan pengantar yang menarik. Tapi sebagai pembaca aku sedikit merasa terbanting karena pengantar mengenai "Jiwa yang kebingungan. aku pikir bakal ada dialog panjang mengenai pertanyaan-pertanyaan yang tersaji di awal.
tapi ternyata di bagian selanjutnya adalah penggambaran Callista yang dirundung kesedihan karena kehilangan. Demikian pula selanjutnya adalah penjelasan atas prosesi pemakaman ala budaya Bali lengkap dengan penggambaran emosi dari Callista.
ada sedikit perasaan kehilangan dengan tokoh "jiwa" yang muncul di awal cerita ini.

Kalau boleh memberi saran. bagaimana kalau diberi penutup untuk cerita ini. tapi dari sisi "jiwa" atau "roh" yang adalah roh Ibu Callista. (Sekedar saran dari pembaca awam, hehehe...)

Selebihnya Cerpen ini bagus banget. Aku pun tersentuh dengan puisi yang begitu indah di awal cerita (Seperti kata just Hamman).
apalagi kamu memberi penggambaran mengenai prosesi pemakaman di Bali (Ngaben yach namanya?). Setidaknya kamu sedang memperkenalkan budaya yg terasa asing bagi saya pribadi (Maklum di Medan hal itu tidak ada).

Well, sorry banget bila ada kata yang tidak berkenan. Karena saya menulis sesuai yang saya apresiasikan. selebihnya biar para senior yang mengungkapkan. (Maklum saya tidak punya ilmu yang cukup dalam tulis menulis).

Keep writting.
__________________
http://lamhotsusanti.blogspot.com/
Pengharapan tidak pernah mengecewakan
Reply With Quote