PDA

View Full Version : Riset Dalam Menulis


just_hammam
10-26-2009, 11:48 AM
Untuk menghasilkan karya yang tingkat realitasnya dapat dipertanggungjawabkan (meskipun dengan genre fiksi seharusnya tidak perlu memikirkan benar terjadi atau tidak), riset perlu dilaksanakan.

Dengan riset, cerita yang kita buat akan lebih realistis karena data-data yang kita sajikan merupakan data yang benar. Semacam minuman paling memabukkan yang disebut-sebut dalam thread lainnya, kupikir merupakan hasil riset tersendiri. Riset by gugel...hehehe

Riset sendiri banyak caranya. Yang sering kita lakukan adalah mencari data di internet dengan bantuan mesin pencari.

Cara lainnya adalah wawancara. Cara ini dapat digunakan bila kita ingin menyajikan realitas kehhidupan dari sumber aslinya. Cara ini juga digunakan bila data yang kita cari ternyata tidak kita temukan di internet.

Cara lainnya lagi adalah menyebarkan quesioner. Ada ga sih yang menggunakan cara ini?

Cara lain lagi adalah datang ke tempat yang memiliki data dan minta datanya. Misalnya kita ingin membuat cerita tentang kriminalitas di jakarta maka tempat yang tepat untuk mendapatkan data adalah Polda Metro Jaya.

Bagaimana pengalaman teman-teman soal riset ini???

Chyber Kayray
10-26-2009, 01:16 PM
Hmm, sy lebih suka melakukan riset dgn search di internet terutama google. Tapi agak susah juga mencarinya. Perlu sabar ^^

smith61
10-26-2009, 02:16 PM
Saya riset pake sms dan riset waktu tryout. Hasilnya BELUM berguna, karena jalur cerita berubah drastis. Mungkin nanti hehehe

Penguin
10-26-2009, 09:32 PM
hm... berhubung proyek saya novel komputer, memang saya lebih banyak riset pakai paman google. Mungkin sebagian buku ada juga...

miss worm
10-27-2009, 07:05 AM
saya pribadi melakukan riset itu saat menulis novel kedua saya. berhubung genrenya drama kriminologi, saya riset pustaka, wawancara, dan survey lapangan. riset pustakanya dari mempelajari psikologi kriminal, hal-hal kepolisian, metode penyelidikan, narkotika, berbagai macam undang2 yang bersangkutan, forensik, dannn setumpuk buku lainnya. wawancara ke sejumlah dokter, pecandu obat, mafia, reserse. survey lapangan ke semua lokasi yang dipakai untuk setting novel, dari rumah si tokoh sampai kompleks ambon.

efek riset sangat bagus. waktu itu saya melakukannya hampir satu tahun, lumayan lama dan intensif. tapi, berkat itu, penulisan novel menjadi sangat cepat dan lancar. data-data yang kemudian ditampilkan pun bisa dibanggakan :D

tambahan sedikit... riset lapangan memiliki sejumlah kelebihan jika dibandingkan dengan riset pustaka (googling termasuk dalam riset pustaka) karena ruang yang akan kita tuliskan diindrai tidak hanya melalui penglihatan saja. penulis perlu mengindrai apa yang akan dituliskannya dengan penciuman, pengecapan, pendengaran, dll. banyak penulis2 besar malah menjalani hidup sesuai tokoh yang akan ditulisnya demi menghayati karakter yang ingin dia tampilkan. kalau saya belum sampai ke sana :D

oh ya. beberapa contoh riset saya ada di peeping tom (http://missworm.kemudian.com/). hanya sebagian kecil saja yang saya publish di sana karena adanya keterbatasan waktu.
nantinya situs itu ingin dijadikan base data semua hasil riset saya.

smith61
10-27-2009, 10:54 AM
saya pribadi melakukan riset itu saat menulis novel kedua saya. berhubung genrenya drama kriminologi, saya riset pustaka, wawancara, dan survey lapangan. riset pustakanya dari mempelajari psikologi kriminal, hal-hal kepolisian, metode penyelidikan, narkotika, berbagai macam undang2 yang bersangkutan, forensik, dannn setumpuk buku lainnya. wawancara ke sejumlah dokter, pecandu obat, mafia, reserse. survey lapangan ke semua lokasi yang dipakai untuk setting novel, dari rumah si tokoh sampai kompleks ambon.

efek riset sangat bagus. waktu itu saya melakukannya hampir satu tahun, lumayan lama dan intensif. tapi, berkat itu, penulisan novel menjadi sangat cepat dan lancar. data-data yang kemudian ditampilkan pun bisa dibanggakan :D

tambahan sedikit... riset lapangan memiliki sejumlah kelebihan jika dibandingkan dengan riset pustaka (googling termasuk dalam riset pustaka) karena ruang yang akan kita tuliskan diindrai tidak hanya melalui penglihatan saja. penulis perlu mengindrai apa yang akan dituliskannya dengan penciuman, pengecapan, pendengaran, dll. banyak penulis2 besar malah menjalani hidup sesuai tokoh yang akan ditulisnya demi menghayati karakter yang ingin dia tampilkan. kalau saya belum sampai ke sana :D

oh ya. beberapa contoh riset saya ada di peeping tom (http://missworm.kemudian.com/). hanya sebagian kecil saja yang saya publish di sana karena adanya keterbatasan waktu.
nantinya situs itu ingin dijadikan base data semua hasil riset saya.

mangstab gan ! GOOD LUCK !

dirgita
10-27-2009, 08:15 PM
Untuk sementara, aku masih berkutat di riset pustaka, mencari tahu jarak antara Bumi dan Sabuk Asteroid, berapa lama waktu yang ditempuh melintas jarak tersebut, gugus galaksi, tinggi rata-rata Gundam (hihi), dan lain-lain.

Sukses untuk miss worm^^

someonefromthesky
10-27-2009, 08:36 PM
Saya juga paling sering riset pustaka, karena paling praktis. Tapi untuk masalah setting dan sebagainya, biasanya harus datang langsung, foto-foto, dan nanya-nanya sama orang yang ngerti. Rasanya nggak pede aja kalau bikin setting di Amerika padahal saya belum pernah ke Amerika. Makanya, supaya aman, cerita saya selalu ngambil setting yang familiar buat saya.

Penguin
10-27-2009, 11:14 PM
sama dengan mas dari langit, saya lebih banyak riset pustaka dan kalau ambil setting dari lingkungan sekitar supaya lebih mudah. Selain itu, menurut saya ada kelemahan riset lapangan untuk (calon) penulis muda seperti saya: kurang dipercaya :(

just_hammam
10-28-2009, 12:24 AM
akhirnya miss worm muncul lagi, pa kabar miss???dah punya momongan????hehehehe

oke tampaknya baru miss worm yang berbagi pengalaman serunya dalam melakukan riset untuk menulis sebuah novel. Yang lain (termasuk aku) hanya melakukan riset dengan studi pustaka. Ada yang tertarik untuk melakukan kolaborasi riset???emang bisa ya, riset dikolaborasi???hanya ide saja....

dirgita
10-29-2009, 07:39 AM
Harap yang sudah mahir-mahir, kucurkanlah ilmunya kepada kami yang masih hijau ini^^
** sok imut **

someonefromthesky
10-29-2009, 01:13 PM
Tapi kalo saya sih biasanya jarang secara khusus melakukan riset. Jadi bukan saya meriset karena ingin membuat suatu cerita yang sudah direncanakan, melainkan saya membuat cerita untuk merespon data-data yang saya punya (misalnya karena bikin tugas makalah kuliah, browsing iseng, koleksi e-book, dll.....)

just_hammam
10-29-2009, 02:23 PM
pendekatan yang menarik atau terbalik??hehehe
tapi menurutmu vai, penting ga melakukan riset itu??

samalona
12-11-2009, 12:02 AM
Salam ketemu lagi.
Yang menarik buat saya riset psikologis. Untuk mencari dasar dari watak tokoh dalam cerita. Secara pustaka, wawancara dengan ahlinya, riset lapangan, semua bisa dikombinasikan. Dan pastinya semua itu tetap tidak akan cukup, karena pikiran manusia adalah misteri. Yang ada hanya kemungkinan-kemungkinan.
Tapi miss worm keliatannya sudah terlatih untuk hal yang beginian. Salut deh.

Shinichi
12-11-2009, 08:15 AM
Salam ketemu lagi.
Yang menarik buat saya riset psikologis. Untuk mencari dasar dari watak tokoh dalam cerita. Secara pustaka, wawancara dengan ahlinya, riset lapangan, semua bisa dikombinasikan. Dan pastinya semua itu tetap tidak akan cukup, karena pikiran manusia adalah misteri. Yang ada hanya kemungkinan-kemungkinan.
Tapi miss worm keliatannya sudah terlatih untuk hal yang beginian. Salut deh.
Aha! Ntuh berarti bisa jugak mengarah ke pematangan karakter. Karena yg ginian (baca. kedalaman karakter tokoh dalam cerita) sangat penting. Semisal, teman saia, menilai Metropolis begitu kuat karena karakter2 yang ada di dalam cerita begitu hidup, walaupun saia belum bisa membuktikannya (maklum, belom bisa baca). :D

Bagi saia sendiri, riset ntuh dibutuhkan untuk menulis cerita, kecuali diary yang otomatis semuana kerekam sendiri saat melalui suatu peristiwa sehari-hari. Ahak hak hak. Tapi, salut sama Miss Worm (maaf, OOT). Kabar yang saia dengar itu benar ternyata kalau beliau melakukan penelitian mendalam secara intensif untuk menciptakan Metropolis. Huuueeee...

Seorang teman saia pernah jugak bilang kalau kebanyakan pembaca melupakan perjuangan keras seorang penulis, yang merupakan periset yang gigih. Kalau saia sendiri belum pernah melakukan riset secara intensif. Hehehe. Cuma sebatas membaca aja, yang tanpa sadar menjadi awal riset pustaka itu sendiri. Ahak hak hak.

Lanjutkan

dirgita
12-11-2009, 06:26 PM
Ngintip orang pacaran, mewawancara pengalaman teman untuk kisah keluarga atau asmaranya, bertanya dengan Cik Guru tentang Fisika untuk menunjang proyek novel, apakah itu sudah termasuk riset?^^

Penguin
12-12-2009, 02:54 PM
dirgita ekstrim kalo ngintip orang pacaran sagala, ntar kalau kelasnya lebih tinggi lagi ngintip apa tuh? (jangan mikir negatip yah :D)

someonefromthesky
12-12-2009, 04:26 PM
pendekatan yang menarik atau terbalik??hehehe
tapi menurutmu vai, penting ga melakukan riset itu??

Jelas, penting banget! Itu yang membuat kita lebih yakin dengan tulisan kita. HEhe. Tenang, dalam proses kreatif ga ada yang namanya terbalik, semuanya bisa dimulai dari mana saja, yang penting nyaman.:D

dirgita
12-13-2009, 07:43 AM
Sekecil apa pun tulisan kita, tentunya perlu riset. Setidaknya, riset bagaimana menulis dengan baik^^

Shinichi
12-13-2009, 08:26 PM
Sekecil apa pun tulisan kita, tentunya perlu riset. Setidaknya, riset bagaimana menulis dengan baik^^
Ntuh termasuk riset jugak ternyata. Hihihi.

Penguin
12-14-2009, 03:23 PM
ngomong2, ada masalah kecil tentang riset. Misalkan kita mau buat kisah yang cukup sadis ala jon de riper apa kira-kira kita perlu bertanya pada dokter spesialis bedah? Secara mutilasi gitu loh. Tapi kalau kita tanya-tanya kebanyakan apa jadinya tuh dokter mikir: wah ni anak calon sikopat nih!

Intinya, saat kita perlu data yang agak "sensitif", bagaimana kita riset tanpa takut dicurigai macam-macam?

Catatan: Berkata Jujur bukan jawaban pertanyaan saya, karena orang jujur aja sering dianggap bohong. Jadi jangan jawab seperti itu!

Shinichi
12-14-2009, 04:59 PM
ngomong2, ada masalah kecil tentang riset. Misalkan kita mau buat kisah yang cukup sadis ala jon de riper apa kira-kira kita perlu bertanya pada dokter spesialis bedah? Secara mutilasi gitu loh. Tapi kalau kita tanya-tanya kebanyakan apa jadinya tuh dokter mikir: wah ni anak calon sikopat nih!

Intinya, saat kita perlu data yang agak "sensitif", bagaimana kita riset tanpa takut dicurigai macam-macam?

Catatan: Berkata Jujur bukan jawaban pertanyaan saya, karena orang jujur aja sering dianggap bohong. Jadi jangan jawab seperti itu!
kan gak musti wawancara sama dokter, Peng. Mungkin dari acara2 di televisi, ulasan pada buku ilmiah, dan sejarah. konsultasi sama dokter jugak bisa aja, lha, secara yg dibilang sebagai prologna, butuh informasi lebih lanjut UNTUK membuat novel kisah sadis. Lalu kenapa sensitip?

Penguin
12-14-2009, 05:19 PM
cuma kepikiran aja kok, om :D

addang13
12-14-2009, 05:35 PM
risetnya lewat manga a.k.a komik aja.,.,.,., wa sering bgitu kok :p
pelarian kedua kan mbah google.,.,.,.
dan sedikit banyak kuliah wa ikut membantu.,.,.,., (nulis cerita sci-fi mata kuliah fisika teknik bener-bener cocok meski terasa membunuh :p)

someonefromthesky
12-14-2009, 10:17 PM
ngomong2, ada masalah kecil tentang riset. Misalkan kita mau buat kisah yang cukup sadis ala jon de riper apa kira-kira kita perlu bertanya pada dokter spesialis bedah? Secara mutilasi gitu loh. Tapi kalau kita tanya-tanya kebanyakan apa jadinya tuh dokter mikir: wah ni anak calon sikopat nih!

Intinya, saat kita perlu data yang agak "sensitif", bagaimana kita riset tanpa takut dicurigai macam-macam?

Catatan: Berkata Jujur bukan jawaban pertanyaan saya, karena orang jujur aja sering dianggap bohong. Jadi jangan jawab seperti itu!

Kalo saya sih tetep akan jujur. Ngapain pake bohong? Ga dipercaya jg gapapa, yg penting datanya dapet. Atw biar dipercaya, tanyanya sm dokter yg udah akrab.

someonefromthesky
12-14-2009, 10:23 PM
Kalo menurut sy c sebaiknya jgn riset dari karya fiksi lain (komik,novel,film). Lebih baik ambil dari buku referensi non-fiksi, lebih terpercaya dan berbobot.

Shinichi
12-15-2009, 07:18 AM
Kalo menurut sy c sebaiknya jgn riset dari karya fiksi lain (komik,novel,film). Lebih baik ambil dari buku referensi non-fiksi, lebih terpercaya dan berbobot.
Yap. Buku ilmiah deh. Ahak hak hak

dirgita
12-15-2009, 09:12 AM
@Penguin
Sebelum wawancara sama dokter, tentunya kita memberi tahu maksud dan tujuan kita mewawancara beliau. Dokter pun sudah pasti akan bertanya kepada kita untuk apa dia diwawancara^^

Penguin
12-23-2009, 08:39 PM
sebenernya saya ada perlu riset tentang cara polisi menginvestigasi sebuah kasus. Soalnya di proyek saya ada bagian yang perlu menjelaskannya secara detil. Nah, berhubung saya nggak punya keluarga polisi atau temen polisi, berarti saya sebaiknya bertanya pada polisi di kantor, kan? Masalahnya disini...

Kebayang nggak letak masalahnya?

dirgita
12-24-2009, 03:31 PM
Yep, yep. Kantor polisinya jauh, ya?
Nonton film-film yang ada polisinya aja, Bang.
Atau, film-film yang ada adegan interogasinya.
Film apa, ya?^^

Smith-respawn
01-05-2010, 11:20 AM
sebenernya saya ada perlu riset tentang cara polisi menginvestigasi sebuah kasus. Soalnya di proyek saya ada bagian yang perlu menjelaskannya secara detil. Nah, berhubung saya nggak punya keluarga polisi atau temen polisi, berarti saya sebaiknya bertanya pada polisi di kantor, kan? Masalahnya disini...

Kebayang nggak letak masalahnya?

ente bbuat kriminal aja, nah waktu berurusan dgn si jabang bayi keadilan..ente perhatiin deh lekat lekat.

dirgita
01-06-2010, 10:06 PM
Kasihan ortunya Penguin^^
Sori, OOT....

Tom_Hirata
01-07-2010, 06:53 AM
Riset??

Kalau aku biasanya seraching di mbah google, sama kayak yg lainnya. Tapi, aku juga sering terjun ke lapangan buat cari info sebenarnya.

Misalnya, mau bikin cerita tentang AURI jaman pak Sukarno, maka langkah pertama saya adalah searching di google, dan cari info di situs tentang kemiliteran yg terkait. Tapi, jika dirasa kurang, maka saya akan terjun ke lapangan langsung untuk cari info sebenarnya, berkunjung ke museum Satrya Mandala misalnya....:cool:

Maap OOT, ada room buat curhat ga disini??

Smith-respawn
01-07-2010, 09:06 AM
Maap OOT, ada room buat curhat ga disini??
Nice Idea..

Sepertinya perlu dibuat lapak Hear to Heart..

Penguin
01-07-2010, 02:45 PM
ente bbuat kriminal aja, nah waktu berurusan dgn si jabang bayi keadilan..ente perhatiin deh lekat lekat.
yah, kalau ngelakuin kriminal gampang! bebasnya yang susah...

just_hammam
01-12-2010, 05:45 PM
wow...ternyata begitu...

herjuno
01-27-2010, 07:56 PM
Oh, ya, dong. Wajib tu namanya riset; terutama kalau memang banyak membutuhkan data dan fakta kayak detektif. Proyek yang lagi kutulis karakter utamanya menderita talasemia, jadi aku banyak mencari data tentang itu (kebanyakan studi literatur, sih. Ingat, yang kita buat fiksi, dan bukannya jurnal ilmiah). Sejak saat itu, aku rajin menyambangi sesuatu yang berhubungan dengan talasemia: Wikipedia, buka2 Microsoft Encarta, mengunjungi situs-situs yang berhubungan dengan talasemia, lihat video di YouTube tentang talasemia dan cara pengobatannya, tanya-tanya tetanggaku yang dokter, pinjem buku kedokterannya dia (yah, meskipun cuma dapet sedikit), dan bahkan sempet download jurnal tentang talasemia segala. Jangan males riset karena kalau ada tulisan kita yang menyimpang, bisa gawat akibatnya http://emote.rkasigi.net/kucingonion/fyi.gif (http://emote.rkasigi.net/). Semisal kalau kita bilang "Pesawat XXX dari kota YYY tiba di bandara ZZZ jam 6.15," padahal belum tentu ada pesawat yang akan tiba pada jam 6.15 di bandara ZZZ. Kelihatan sepele, tapi akan lebih baik kalau ditulis berdasarkan realitas.
Kalau mau mengacu pada fiksi yang lain juga boleh, cuma ada kemungkinan datanya nggak sinkron sama yang ingin kita gunakan.

yosi_hsn
02-07-2010, 04:35 PM
Riset itu penting biar dapet "feel"-nya waktu menulis. Supaya lebih mudah menghidupkan setting, mendukung plot dan karakterisasi. Memudahkan yang nulis juga. Dan bisa dipakai untuk mempertanggungjawabkan sebuah tulisan.

stezsen
02-09-2010, 11:34 AM
waa riset.....

sy biasanya riset pustaka sih.
klo ketemu pakarnya juga tanya pakarnya, tapi para pakar tuh pada males bagi2 ilmu gratisan :mad: (rugi bayar uang sekolah kali ya)
lagian yg butuh diriset bnyk banget nih (sapa tau da yg mau bantuin gt :p)

intelijen n spionase, sumbernya dr ID, trus situsnya CIA (ghehehehe), buku2 memoar intelijen. tp rasanya masih kurang juga. pengen tanya polisi tapi takut :p
trus ttg kesehatan. penyakit turunan, genetika, dsb. yg mematikan khususnya. udah buka2 jurnal ilmiah, discoverychannel, natgeo, dsb. tp blom fokus jg.
berhubung crtnya di dunia fantasi jd juga ngeriset geografi, demografi, astronomi, conlang. pusing. otakku ga kuat nampung info sebanyak itu.

gimana yah...
(lha kok jadi curhat :p)