PDA

View Full Version : Sang Penyair Tunanetra


johanes.koen
09-05-2009, 06:25 PM
Kawan, di ranah kepenulisan Indonesia, penulis tunanetra juga tak mau kalah berkecimpung dan berkontribusi pada dunia literasi kita. Selain lomba penulisan puisi yang sehari-hari kita temui, rekan-rekan kita yang mempunyai keterbatasan dalam melihat juga sering mengadakan event lomba puisi.

Dari beberapa penulis tunanetra, saya sebutkan salah satunya mas Iwan DK. Saat kutemui akhir Agustus lalu, orangnya cukup ramah dan kebapakan. Iwan DK adalah penyair tunanetra yang berhasil membukukan antologi puisinya. Dan yang menjadi istimewa, buku puisi yang bertajuk Angin Pun Berbisik itu ia tulis bersama dengan anggota keluarga: istri dan anaknya.

Iwan DK lahir normal, baru saat beranjak remaja penglihatannya terganggu hingga menjadi tunenetra. Awal tahun ini, buku puisinya tersebut mendapat sambutan besar dari berbagai pihak seperti dari Dewan Kesenian Jakarta, Voice of Human Right, dan Yayasan Mitra Netra. Saat acara peluncuran puisi dan pembacaan di Gedung Kesenian Jakarta, Iwan DK juga memberikan puisinya dalam bentuk teks braille.

Tentu ini seharusnya memacu semangat kita untuk lebih semangat berkarya. Dan tentunya menjaga kesadaran kita, bahwa tunanetra juga membutuhkan buku bacaan bermutu yang dapat diakses olehnya.

just_hammam
09-09-2009, 12:27 PM
mantab om koen...

jayhawkerz
09-09-2009, 03:08 PM
Sekarang kan sudah canggih. Jadi yang tunanetra pada bisa ngetik pake laptop dengan keyboard braille. Hehehe.

just_hammam
09-09-2009, 03:13 PM
betul sie..tapi sebagai tuna netra ada keterbatasan dan membutuhkan usaha yang lebih untuk dapat menghasilkan tulisan.

jayhawkerz
09-09-2009, 03:28 PM
Setidaknya, masih ada yang bisa dibanggakan dari seorang tuna netra.

just_hammam
09-09-2009, 03:29 PM
Maksudmu apa?

jayhawkerz
09-09-2009, 03:36 PM
Seseorang yang cacat sekalipun, bisa berkarya. Seperti Dick Hoyt dan Rick Hoyt. Jadi, kita justru harus mencontoh dari usaha mereka untuk banyak-banyak berkarya.

just_hammam
09-09-2009, 03:37 PM
oh...soalnya dari bahasamu sepertinya gimana gitu....coba deh baca lagi...hehehehe

jayhawkerz
09-09-2009, 03:46 PM
Oh saya ngerti. Kayak yang menghina ya? Mohon maaf.

just_hammam
09-09-2009, 03:50 PM
hehehehehe....betul...

samalona
09-26-2009, 10:27 PM
Dari segi hak azasi, tidak ada yang menonjol dari kenyataan bahwa seorang tunanetra bisa jadi penyair. Sama halnya dengan seorang tunanetra lain yang jadi penyanyi, atau yang jadi pianis. Namun demikian, dari segi kenyataan sosial, memang kesempatan berkarya itu masih monopoli kaum melek. Padahal dari segi kepekaan, justru dengan hilangnya indra penglihatan, seorang tunanetra mendapatkan ganti berupa meningkatnya kepekaan pada indra yang lain - jauh melebihi seseorang yang kelima indranya masih lengkap.

Setelah merenungkan ini, saya sendiri jadi ingin membaca karya penyair-penyair tunanetra. Ada informasi bagaimana atau dimana bisa mendapatkan bukunya? Barusan saya cek di Goodreads, "Angin Pun Berbisik" itu keluaran penerbit Mitra Netra. Di Gramedia ada nggak ya? (Mudah-mudahan Senin depan sudah gajian.)

OOT: tret ini tadinya seperti berlabel "Khusus untuk ID yang berawal J". Maka dengan ini saya menghapuskan labelnya :).

samalona
10-05-2009, 05:20 PM
Saya sudah beli "Angin Pun Berbisik". Ketemu di Gramedia Bali Galeria. Itupun cuma ada satu. Buku yang inspiratif.

just_hammam
10-19-2009, 09:17 PM
wah...kita tidak pake label2an kok...tuna netra aja boleh ikut...
mhmmm....kapan2 aku cari juga ah...

Smith-respawn
01-06-2010, 05:37 AM
Hah threat kok pake label?

samalona
01-22-2010, 11:30 PM
Nggak ada label kok. Cuma penasaran kok sedikit yang komen di thread ini, padahal ini pembicaraan menarik yang membahas salah satu momen penting dalam dunia puisi Indonesia secara khusus dan dunia membaca di Indonesia secara umum (menurut saya). Dan kebetulan 3 member di awal pembicaraan ID-nya semua diawali dengan J.